<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenang Kembali Insiden Tembakan Gas Air Mata yang Terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Tahun 2018 Silam</title><description>Mengenang Kembali Insiden Tembakan Gas Air Mata yang Terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Tahun 2018 Silam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam"/><item><title>Mengenang Kembali Insiden Tembakan Gas Air Mata yang Terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Tahun 2018 Silam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 21:21 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam-dHFQIury67.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tragedi Kanjuruhan pada 2022 merupakan ulangan dari empat tahun sebelumnya (Foto: ANTARA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/04/49/2680729/mengenang-kembali-insiden-tembakan-gas-air-mata-yang-terjadi-di-stadion-kanjuruhan-pada-tahun-2018-silam-dHFQIury67.jpg</image><title>Tragedi Kanjuruhan pada 2022 merupakan ulangan dari empat tahun sebelumnya (Foto: ANTARA)</title></images><description>MENGENANG kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 silam. Noda gelap persepakbolaan Indonesia baru-baru ini merupakan ulangan dari empat tahun sebelumnya.
Pada pertandingan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) terjadi insiden yang memilukan. Kerusuhan yang terjadi antara suporter dan petugas keamanan menewaskan setidaknya 125 orang.

Mirisnya, insiden tersebut rupanya bukan kali pertama terjadi di Stadion Kanjuruhan. Mari mengenang kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 silam.
Mengenang Kembali Insiden Tembakan Gas Air Mata yang Terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Tahun 2018 Silam
Tanggal 15 April 2018 menjadi hari yang kelam di Stadion Kanjuruhan. Kala itu, Arema FC bersua dengan Persib Bandung pada pekan keempat Liga 1. Pertandingan yang berlangsung sengit menghasilkan skor imbang, yaitu 2-2.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak puas dengan hasil dan performa pemain Arema FC, suporter tuan rumah meluapkan kekecewaan dengan merangsek masuk ke lapangan. Para petugas keamanan yang mulai kewalahan pada akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan massa.
BACA JUGA:Pengunggah Video Pintu Stadion Kanjuruhan Tertutup Diamankan, Ini Kata Mabes Polri
Kondisi tersebut membuat para suporter panik dan dengan segera menuju ke pintu keluar stadion. Situasi semakin genting saat massa semakin bertumpuk di puntu keluar dan menyebabkan jatuhnya korban.
Dilaporkan ada sekitar 214 korban yang dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Seorang Aremania bahkan dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
&amp;nbsp;
Seperti lagu lama yang diputar kembali, tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu tentu membuat miris. Hal ini juga menyita perhatian berbagai pihak, mulai dari klub-klub Eropa, pemain yang angkat suara, hingga Presiden Joko Widodo yang meminta PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 untuk sementara.
Demikian pembahasan mengenai mengenang kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 Silam. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir.</description><content:encoded>MENGENANG kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 silam. Noda gelap persepakbolaan Indonesia baru-baru ini merupakan ulangan dari empat tahun sebelumnya.
Pada pertandingan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) terjadi insiden yang memilukan. Kerusuhan yang terjadi antara suporter dan petugas keamanan menewaskan setidaknya 125 orang.

Mirisnya, insiden tersebut rupanya bukan kali pertama terjadi di Stadion Kanjuruhan. Mari mengenang kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 silam.
Mengenang Kembali Insiden Tembakan Gas Air Mata yang Terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Tahun 2018 Silam
Tanggal 15 April 2018 menjadi hari yang kelam di Stadion Kanjuruhan. Kala itu, Arema FC bersua dengan Persib Bandung pada pekan keempat Liga 1. Pertandingan yang berlangsung sengit menghasilkan skor imbang, yaitu 2-2.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC8xLzE1NDI4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak puas dengan hasil dan performa pemain Arema FC, suporter tuan rumah meluapkan kekecewaan dengan merangsek masuk ke lapangan. Para petugas keamanan yang mulai kewalahan pada akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan massa.
BACA JUGA:Pengunggah Video Pintu Stadion Kanjuruhan Tertutup Diamankan, Ini Kata Mabes Polri
Kondisi tersebut membuat para suporter panik dan dengan segera menuju ke pintu keluar stadion. Situasi semakin genting saat massa semakin bertumpuk di puntu keluar dan menyebabkan jatuhnya korban.
Dilaporkan ada sekitar 214 korban yang dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Seorang Aremania bahkan dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
&amp;nbsp;
Seperti lagu lama yang diputar kembali, tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu tentu membuat miris. Hal ini juga menyita perhatian berbagai pihak, mulai dari klub-klub Eropa, pemain yang angkat suara, hingga Presiden Joko Widodo yang meminta PSSI menghentikan kompetisi Liga 1 untuk sementara.
Demikian pembahasan mengenai mengenang kembali insiden tembakan gas air mata yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2018 Silam. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
