<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya Tewaskan 125 Orang, Karim Rossi: Ini Stadion, Bukan Zona Perang!</title><description>Karim Rossi Heran dengan Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang"/><item><title>Tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya Tewaskan 125 Orang, Karim Rossi: Ini Stadion, Bukan Zona Perang!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/04/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang</guid><pubDate>Selasa 04 Oktober 2022 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muammar Yahya Herdana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/03/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang-bhmxT5Wy4m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karim Rossi kesal dengan masih adanya penggunaan gas air mata di stadion sepakbola. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/03/49/2679716/tragedi-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-tewaskan-125-orang-karim-rossi-ini-stadion-bukan-zona-perang-bhmxT5Wy4m.jpg</image><title>Karim Rossi kesal dengan masih adanya penggunaan gas air mata di stadion sepakbola. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Pemain Dewa United, Karim Rossi, mengaku heran dengan pihak kepolisian yang masih menggunakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan saat kericuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Ia merasa sudah lama FIFA melarang ada gas air mata di sepakbola, karenanya sangat kesal dengan penembakan gas air masa di Stadion Kanjuruhan.
Seperti yang diketahui, insiden mencekam di Stadion Kanjuruhan terjadi selepas Arema FC dipastikan kalah dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktober 2022.
BACA JUGA:Tragedi Kerusuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya: Javier Roca Ungkap Ada Suporter yang Meninggal di Pelukan Pemain

Insiden tersebut terjadi setelah beberapa oknum suporter Arema merasa tidak terima dengan kekalahan yang didapatkan oleh tim kesayangannya. Banyak dari mereka yang memaksa masuk ke dalam lapangan sehingga kerusuhan tak dapat dihindarkan.
Aparat keamanan yang bertugas di stadion pun cukup kewalahan untuk mengondusifkan situasi yang terjadi. Oleh karena itu, mereka pun melemparkan gas air mata baik ke lapangan maupun ke tribun penonton.
Alhasil, suporter di tribun yang merasa panik karena ditembaki gas air mata akhirnya berdesak-desakan keluar tribun dalam waktu bersamaan sehingga menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, ada 125 korban jiwa dan ratusan korban luka lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy83LzE1NDE4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Karim Rossi pun heran mengapa gas air mata digunakan oleh para aparat untuk membubarkan kerumunan yang berada di dalam stadion. Pemain keturunan Swiss-Maroko tersebut pun merasa sangat sedih atas insiden tersebut.

&amp;ldquo;Mengapa begitu banyak bom gas? Saya tidak mengerti. Ini adalah stadion sepak bola bukan zona perang! Hari yang menyedihkan,&amp;rdquo; tulis Karim Rossi pada akun Twitternya, @K_Rossi9, Selasa (4/10/2022).
FIFA sendiri sebenarnya telah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion dalam sebuah pertandingan sepakbola. Tentu saja kejadian tersebut merupakan PR besar bagi sepak bola Indonesia kedepannya.</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Pemain Dewa United, Karim Rossi, mengaku heran dengan pihak kepolisian yang masih menggunakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan saat kericuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Ia merasa sudah lama FIFA melarang ada gas air mata di sepakbola, karenanya sangat kesal dengan penembakan gas air masa di Stadion Kanjuruhan.
Seperti yang diketahui, insiden mencekam di Stadion Kanjuruhan terjadi selepas Arema FC dipastikan kalah dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 dengan skor 2-3, Sabtu 1 Oktober 2022.
BACA JUGA:Tragedi Kerusuhan Arema FC vs Persebaya Surabaya: Javier Roca Ungkap Ada Suporter yang Meninggal di Pelukan Pemain

Insiden tersebut terjadi setelah beberapa oknum suporter Arema merasa tidak terima dengan kekalahan yang didapatkan oleh tim kesayangannya. Banyak dari mereka yang memaksa masuk ke dalam lapangan sehingga kerusuhan tak dapat dihindarkan.
Aparat keamanan yang bertugas di stadion pun cukup kewalahan untuk mengondusifkan situasi yang terjadi. Oleh karena itu, mereka pun melemparkan gas air mata baik ke lapangan maupun ke tribun penonton.
Alhasil, suporter di tribun yang merasa panik karena ditembaki gas air mata akhirnya berdesak-desakan keluar tribun dalam waktu bersamaan sehingga menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, ada 125 korban jiwa dan ratusan korban luka lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wMy83LzE1NDE4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Karim Rossi pun heran mengapa gas air mata digunakan oleh para aparat untuk membubarkan kerumunan yang berada di dalam stadion. Pemain keturunan Swiss-Maroko tersebut pun merasa sangat sedih atas insiden tersebut.

&amp;ldquo;Mengapa begitu banyak bom gas? Saya tidak mengerti. Ini adalah stadion sepak bola bukan zona perang! Hari yang menyedihkan,&amp;rdquo; tulis Karim Rossi pada akun Twitternya, @K_Rossi9, Selasa (4/10/2022).
FIFA sendiri sebenarnya telah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion dalam sebuah pertandingan sepakbola. Tentu saja kejadian tersebut merupakan PR besar bagi sepak bola Indonesia kedepannya.</content:encoded></item></channel></rss>
