<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Gedebage Merasa Kecewa Spanduk untuk Ketum PSSI Diturunkan di Stadion GBLA di Laga Timnas Indonesia vs Curacao</title><description>Warga Gedebage Merasa Kecewa Spanduk untuk Ketum PSSI Diturunkan di Stadion GBLA di Laga Timnas Indonesia vs Curacao.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao"/><item><title>Warga Gedebage Merasa Kecewa Spanduk untuk Ketum PSSI Diturunkan di Stadion GBLA di Laga Timnas Indonesia vs Curacao</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao</guid><pubDate>Senin 26 September 2022 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao-FbAV7Vnqi0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Spanduk viral untuk Ketua Umum PSSI di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/26/51/2675167/warga-gedebage-merasa-kecewa-spanduk-untuk-ketum-pssi-diturunkan-di-stadion-gbla-di-laga-timnas-indonesia-vs-curacao-FbAV7Vnqi0.jpg</image><title>Spanduk viral untuk Ketua Umum PSSI di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Foto: Istimewa)</title></images><description>WARGA Gedebage merasa kecewa spanduk untuk Ketum PSSI diturunkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di laga Timnas Indonesia vs Curacao. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 3-2, namun spanduk ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga menjadi perbincangan.
Dalam pertandingan pertama FIFA Matchday September 2022 kontra Curacao, Sabtu 24 September 2022, memang terlihat adanya spanduk yang terpasang di Stadion GBLA. Keberadaannya pun sempat menyita perhatian.

Melihat hal itu, para penonton di Stadion GBLA tampak geram karena dianggap terlalu berlebihan. Spanduk yang terbentang sebelum kick off itu pun diketahui diturunkan oleh para suporter hingga viral di media sosial (medsos).
Namun, Muhammad Hasby, warga Gedebage, Kota Bandung merasa kaget spanduk yang dipasangnya di Stadion GBLA diturunkan begitu saja. Padahal, menurutnya, spanduk yang isinya dukungan pada Shin Tae-yong dan Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan ini tidak ada maksud apa-apa selain rasa terima kasih.
&quot;Kami hanya berterima kasih atas bantuan PSSI karena stadion GBLA bisa terus digunakan. Banyak warga di sini justru terbantu perekonomiannya atas adanya stadion,&quot; kata Hasby dalam keterangannya, Senin (25/9/2022).
Hasby mengatakan, banyak warga yang mendapatkan penghasilan lebih di sekitar Stadion GBLA ini, baik dari parkiran motor, mobil, hingga para pedagang yang berjualan di sekitar stadion.
BACA JUGA:Cetak Gol dan Bawa Garuda Menang di Pertandingan Pertama, Ini Kata Marc Klok Jelang Partai Kedua Timnas Indonesia vs Curacao
&quot;Kebetulan wilayah Gedebage ini dulunya sawah sehingga banyak juga mantan petani di wilayah ini. Banyak yang tanahnya dijual lalu dibuat modal, ada yang berhasil ada yang tidak, kalau yang berhasil setidaknya memiliki warung kecil,&quot; katanya.Disinggung mengenai spanduk dukungan tersebut, Hasby mengungkapkan bahwa pembuatannya pun memakai uang secara patungan.

&quot;Jadi ketika diturunkan sebenarnya ada rasa kecewa dari penduduk Gedebage,&quot; katanya.
Padahal, lanjut Hasby, dia dan warga Gedebage lainnya berharap, spanduk itu terbaca oleh semua pemain Timnas Indonesia, pelatih Shin Tae-yong, dan Pak Iwan Bule.
&quot;Terus digunakannya GBLA ini (untuk pertandingan) amat bermanfaat bagi penduduk sekitar,&quot; ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Hasby, dibangunnya GBLA membuat harga tanah di kawasan Stadion GBLA naik. Terlebih, wilayah Gedebage ini adalah salah satu daerah perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
&quot;Ketika ada masalah terkait tidak akan digunakannya lagi GBLA, maka harga tanah sempat turun. Nah setelah bisa digunakan lagi maka tanah di sini lumayan naik lagi,&quot; katanya.
Selain itu, Hasby juga menanyakan pada warganet mengapa mempermasalahkan spanduk tersebut. Padahal  dia sudah susah payah untuk memesan dan membelinya dengan warga sekitar lain.
&quot;Harganya mungkin tidak seberapa, tapi kami sebagai warga biasa, sepakbola adalah sebuah hiburan yang bisa membuat kami melupakan masalah yang sedang dihadapi,&quot; kata Hasby.</description><content:encoded>WARGA Gedebage merasa kecewa spanduk untuk Ketum PSSI diturunkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di laga Timnas Indonesia vs Curacao. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 3-2, namun spanduk ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga menjadi perbincangan.
Dalam pertandingan pertama FIFA Matchday September 2022 kontra Curacao, Sabtu 24 September 2022, memang terlihat adanya spanduk yang terpasang di Stadion GBLA. Keberadaannya pun sempat menyita perhatian.

Melihat hal itu, para penonton di Stadion GBLA tampak geram karena dianggap terlalu berlebihan. Spanduk yang terbentang sebelum kick off itu pun diketahui diturunkan oleh para suporter hingga viral di media sosial (medsos).
Namun, Muhammad Hasby, warga Gedebage, Kota Bandung merasa kaget spanduk yang dipasangnya di Stadion GBLA diturunkan begitu saja. Padahal, menurutnya, spanduk yang isinya dukungan pada Shin Tae-yong dan Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan ini tidak ada maksud apa-apa selain rasa terima kasih.
&quot;Kami hanya berterima kasih atas bantuan PSSI karena stadion GBLA bisa terus digunakan. Banyak warga di sini justru terbantu perekonomiannya atas adanya stadion,&quot; kata Hasby dalam keterangannya, Senin (25/9/2022).
Hasby mengatakan, banyak warga yang mendapatkan penghasilan lebih di sekitar Stadion GBLA ini, baik dari parkiran motor, mobil, hingga para pedagang yang berjualan di sekitar stadion.
BACA JUGA:Cetak Gol dan Bawa Garuda Menang di Pertandingan Pertama, Ini Kata Marc Klok Jelang Partai Kedua Timnas Indonesia vs Curacao
&quot;Kebetulan wilayah Gedebage ini dulunya sawah sehingga banyak juga mantan petani di wilayah ini. Banyak yang tanahnya dijual lalu dibuat modal, ada yang berhasil ada yang tidak, kalau yang berhasil setidaknya memiliki warung kecil,&quot; katanya.Disinggung mengenai spanduk dukungan tersebut, Hasby mengungkapkan bahwa pembuatannya pun memakai uang secara patungan.

&quot;Jadi ketika diturunkan sebenarnya ada rasa kecewa dari penduduk Gedebage,&quot; katanya.
Padahal, lanjut Hasby, dia dan warga Gedebage lainnya berharap, spanduk itu terbaca oleh semua pemain Timnas Indonesia, pelatih Shin Tae-yong, dan Pak Iwan Bule.
&quot;Terus digunakannya GBLA ini (untuk pertandingan) amat bermanfaat bagi penduduk sekitar,&quot; ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Hasby, dibangunnya GBLA membuat harga tanah di kawasan Stadion GBLA naik. Terlebih, wilayah Gedebage ini adalah salah satu daerah perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
&quot;Ketika ada masalah terkait tidak akan digunakannya lagi GBLA, maka harga tanah sempat turun. Nah setelah bisa digunakan lagi maka tanah di sini lumayan naik lagi,&quot; katanya.
Selain itu, Hasby juga menanyakan pada warganet mengapa mempermasalahkan spanduk tersebut. Padahal  dia sudah susah payah untuk memesan dan membelinya dengan warga sekitar lain.
&quot;Harganya mungkin tidak seberapa, tapi kami sebagai warga biasa, sepakbola adalah sebuah hiburan yang bisa membuat kami melupakan masalah yang sedang dihadapi,&quot; kata Hasby.</content:encoded></item></channel></rss>
