<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Klub Top Eropa yang Tampil Buruk di Liga Domestik Musim 2022-2023, Nomor 1 Raksasa Liga Inggris</title><description>Berikut Lima Klub Top Eropa yang Tampil Buruk di Liga Domestik Musim 2022-2023.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris"/><item><title>5 Klub Top Eropa yang Tampil Buruk di Liga Domestik Musim 2022-2023, Nomor 1 Raksasa Liga Inggris</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris</guid><pubDate>Senin 19 September 2022 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris-KHkYOtyJMy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berikut lima klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/19/51/2670564/5-klub-top-eropa-yang-tampil-buruk-di-liga-domestik-musim-2022-2023-nomor-1-raksasa-liga-inggris-KHkYOtyJMy.jpg</image><title>Berikut lima klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023 (Foto: Reuters)</title></images><description>5 klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023, akan dibahas Okezone. Sebagaimana diektahui, liga-liga top Eropa tengah memasukan jeda internasional.
Sebelum jeda internasional, liga-liga top Eropa telah menyajikan banyak pertandingan menarik. Selain pertandingan menarik, ada juga kejutan yang melibatkan klub-klub besar. Berikut lima klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023:
5. Bayern Munich

Bayern Munich dapat dikatakan sebagai raja kompetisi domestik Jerman. Akan tetapi, performa Thomas Muller dan kolega tidak konsisten pada musim ini.
Setelah menjalani tujuh pertandingan, Bayern baru menang tiga kali, imbang tiga kali, dan sekali kalah. Oleh sebab itu, Bayern pun ada di posisi lima klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Mereka tertinggal lima angka dari Union Berlin yang memimpin klasemen sementara.
Tampaknya, kepergian Robert Lewandowski belum bisa diisi oleh Sadio Mane yang dibeli dari Liverpool pada musim panas 2022. Bayern punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin menjadi juara Liga Jerman lagi.
4. Juventus

Juventus pun masuk dalam daftar ini. Performa Bianconeri di Liga Italia musim ini begitu mengecewakan. Bagaimana tidak, Juventus baru dua kali menang, empat kali imbang, dan sekali kalah dari tujuh pertandingan. Teranyar, Juventus kalah 0-1 dari AC Monza.
Juventus pun terjerembab di posisi delapan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Napoli di posisi pertama. Hasil buruk ini adalah buah dari permainan Juventus yang mudah ditebak lawan. Tekanan kepada pelatih Massimiliano Allegri pun makin besar.
3. Inter Milan

Wakil Liga Italia tidak hanya Juventus, tetapi ada juga Inter Milan dalam daftar ini. I Nerazzurri secara mengejutkan terpuruk pada musim ini. Setelah tampil kompetitif di kompetisi domestik dalam tiga musim terakhir, Inter kini kehilangan taringnya.
Inter bahkan terjebak di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Inter baru menang empat kali dan kalah tiga kali. Teranyar, Inter dibantai 1-3 oleh Udinese. Kekalahan itu menegaskan performa Inter yang inkonsisten pada musim ini.
2. Chelsea

Chelsea ada di posisi kedua dalam daftar ini. The Blues tidak berdaya di Liga Inggris musim ini setelah hanya mampu menuai tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Akibatnya, manajeman pun memecat Thomas Tuchel, lalu menggantinya dengan Graham Potter.
Namun, Potter belum debut di Liga Inggris setelah pertandingannya ditunda karena Ratu Elizabeth II meninggal dunia. Hingga kini, The Blues ada di posisi tujuh klasemen sementara.
1. Liverpool

Posisi pertama ditempati oleh Liverpool yang musim lalu hampir menyapu bersih semua gelar juara. Meski akhirnya cuma mampu meraih dua gelar juara, Liverpool tetap dipuji atas performa konsistennya. Sayang, performa apik itu belum terlihat pada awal musim ini.
Liverpool bahkan baru mengoleksi sembilan poin sehingga ada di posisi delapan klasemen sementara. Hasil dua kemenangan, tiga imbang, dan sekali kalah jelas bukan awal yang bagus untuk The Reds. Performa kurang apik Liverpool diduga karena badai cedera dan Mane yang pindah ke Bayern.  Liverpool harus menemukan formula terbaik untuk mengembalikan performa mereka sehingga kembali kukuh di pertahanan, tangguh di lini tengah, dan tajam di lini depan.
</description><content:encoded>5 klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023, akan dibahas Okezone. Sebagaimana diektahui, liga-liga top Eropa tengah memasukan jeda internasional.
Sebelum jeda internasional, liga-liga top Eropa telah menyajikan banyak pertandingan menarik. Selain pertandingan menarik, ada juga kejutan yang melibatkan klub-klub besar. Berikut lima klub top Eropa yang tampil buruk di liga domestik musim 2022-2023:
5. Bayern Munich

Bayern Munich dapat dikatakan sebagai raja kompetisi domestik Jerman. Akan tetapi, performa Thomas Muller dan kolega tidak konsisten pada musim ini.
Setelah menjalani tujuh pertandingan, Bayern baru menang tiga kali, imbang tiga kali, dan sekali kalah. Oleh sebab itu, Bayern pun ada di posisi lima klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Mereka tertinggal lima angka dari Union Berlin yang memimpin klasemen sementara.
Tampaknya, kepergian Robert Lewandowski belum bisa diisi oleh Sadio Mane yang dibeli dari Liverpool pada musim panas 2022. Bayern punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin menjadi juara Liga Jerman lagi.
4. Juventus

Juventus pun masuk dalam daftar ini. Performa Bianconeri di Liga Italia musim ini begitu mengecewakan. Bagaimana tidak, Juventus baru dua kali menang, empat kali imbang, dan sekali kalah dari tujuh pertandingan. Teranyar, Juventus kalah 0-1 dari AC Monza.
Juventus pun terjerembab di posisi delapan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Napoli di posisi pertama. Hasil buruk ini adalah buah dari permainan Juventus yang mudah ditebak lawan. Tekanan kepada pelatih Massimiliano Allegri pun makin besar.
3. Inter Milan

Wakil Liga Italia tidak hanya Juventus, tetapi ada juga Inter Milan dalam daftar ini. I Nerazzurri secara mengejutkan terpuruk pada musim ini. Setelah tampil kompetitif di kompetisi domestik dalam tiga musim terakhir, Inter kini kehilangan taringnya.
Inter bahkan terjebak di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Inter baru menang empat kali dan kalah tiga kali. Teranyar, Inter dibantai 1-3 oleh Udinese. Kekalahan itu menegaskan performa Inter yang inkonsisten pada musim ini.
2. Chelsea

Chelsea ada di posisi kedua dalam daftar ini. The Blues tidak berdaya di Liga Inggris musim ini setelah hanya mampu menuai tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Akibatnya, manajeman pun memecat Thomas Tuchel, lalu menggantinya dengan Graham Potter.
Namun, Potter belum debut di Liga Inggris setelah pertandingannya ditunda karena Ratu Elizabeth II meninggal dunia. Hingga kini, The Blues ada di posisi tujuh klasemen sementara.
1. Liverpool

Posisi pertama ditempati oleh Liverpool yang musim lalu hampir menyapu bersih semua gelar juara. Meski akhirnya cuma mampu meraih dua gelar juara, Liverpool tetap dipuji atas performa konsistennya. Sayang, performa apik itu belum terlihat pada awal musim ini.
Liverpool bahkan baru mengoleksi sembilan poin sehingga ada di posisi delapan klasemen sementara. Hasil dua kemenangan, tiga imbang, dan sekali kalah jelas bukan awal yang bagus untuk The Reds. Performa kurang apik Liverpool diduga karena badai cedera dan Mane yang pindah ke Bayern.  Liverpool harus menemukan formula terbaik untuk mengembalikan performa mereka sehingga kembali kukuh di pertahanan, tangguh di lini tengah, dan tajam di lini depan.
</content:encoded></item></channel></rss>
