<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diserang Netizen karena Mencela JIS, Sekjen PSSI: Kritikan Ini untuk Kebaikan Bersama</title><description>Diserang Netizen karena Mencela JIS, Sekjen PSSI: Kritikan Ini untuk Kebaikan Bersama.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama"/><item><title>Diserang Netizen karena Mencela JIS, Sekjen PSSI: Kritikan Ini untuk Kebaikan Bersama</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama</guid><pubDate>Selasa 13 September 2022 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama-SIUR9wyxmW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Yunus Nusi sebut kritikan PSSI terhadap JIS demi kebaikan bersama (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/13/51/2666372/diserang-netizen-karena-mencela-jis-sekjen-pssi-kritikan-ini-untuk-kebaikan-bersama-SIUR9wyxmW.jpeg</image><title>Yunus Nusi sebut kritikan PSSI terhadap JIS demi kebaikan bersama (Foto: PSSI)</title></images><description>DISERANG netizen karena mencela JIS, Sekjen PSSI sebut kritikannya untuk kebaikan bersama. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kisruh polemik Jakarta International Stadium (JIS) yang belakangan ramai diperbincangkan insan sepakbola Tanah Air.
JIS tadinya diharapkan untuk menggelar pertandingan Timnas Indonesia kontra Curacao dalam FIFA Matchday September ini. Namun, hal itu ditolak oleh PSSI dengan alasan JIS belum layak 100 persen untuk dipakai.

Berdasarkan hasil inspeksi yang dilakukan, PSSI menilai JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur seperti area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara. Kemudian mereka juga menilai concourse timur belum dapat digunakan.
Menurut PSSI, perimeter tribun perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh dan sarana prasarana pendukung seperti parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar. Sehingga dengan alasan tersebut, JIS tidak jadi dipakai untuk laga kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday melawan Curacao.
BACA JUGA:Sekjen PSSI Sebut Timnas Indonesia Pasti Akan Main di JIS
Alhasil, PSSI memutuskan untuk memakai Stadion Pakansari, Bogor, sebagai opsi penggantinya. Padahal, sebelumnya PSSI mengatakan kalau TImnas Indonesia akan memakai JIS untuk laga kedua atau tepatnya pada 27 September mendatang.Namun karena dinilai belum layak, maka mereka tidak jadi memakai JIS. Statement PSSI itu langsung menjadi buah bibir netizen. Kebanyakan dari mereka mengkritik dan terheran-heran bagaimana bisa stadion megah yang memiliki kapasitas 82 ribu penonton dianggap tidak layak menggelar pertandingan selevel FIFA Matchday.
&amp;nbsp;
Yunus pun memberikan tanggapannya. Dia mengakui kalau kemegahan JIS tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, tidak untuk sarana dan prasarananya. Maka dari itu, dia meminta kepada para netizen untuk tidak gaduh berkepanjangan soal hal tersebut.
&amp;ldquo;Kalau soal stadion harus kita akui. Itu megah layaknya stadion di Eropa. Demikian juga rumput stadion. Semua berstandar FIFA. Namun, yang kita soroti itu sarana dan prasarana perimeter stadion yang belum selesai 100 persen,&amp;rdquo; ungkap Yunus, dilansir dari situs resmi PSSI, Selasa (13/9/2022).
&amp;ldquo;Jadi netizen, pelaku sepakbola, atau siapapun yang senang dengan sepakbola jangan salah sangka atau menuduh PSSI yang bukan-bukan. Kritikan PSSI ini untuk kebaikan bersama,&amp;rsquo;&amp;rsquo; sambungnya.</description><content:encoded>DISERANG netizen karena mencela JIS, Sekjen PSSI sebut kritikannya untuk kebaikan bersama. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menanggapi kisruh polemik Jakarta International Stadium (JIS) yang belakangan ramai diperbincangkan insan sepakbola Tanah Air.
JIS tadinya diharapkan untuk menggelar pertandingan Timnas Indonesia kontra Curacao dalam FIFA Matchday September ini. Namun, hal itu ditolak oleh PSSI dengan alasan JIS belum layak 100 persen untuk dipakai.

Berdasarkan hasil inspeksi yang dilakukan, PSSI menilai JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur seperti area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara. Kemudian mereka juga menilai concourse timur belum dapat digunakan.
Menurut PSSI, perimeter tribun perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh dan sarana prasarana pendukung seperti parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar. Sehingga dengan alasan tersebut, JIS tidak jadi dipakai untuk laga kedua Timnas Indonesia di FIFA Matchday melawan Curacao.
BACA JUGA:Sekjen PSSI Sebut Timnas Indonesia Pasti Akan Main di JIS
Alhasil, PSSI memutuskan untuk memakai Stadion Pakansari, Bogor, sebagai opsi penggantinya. Padahal, sebelumnya PSSI mengatakan kalau TImnas Indonesia akan memakai JIS untuk laga kedua atau tepatnya pada 27 September mendatang.Namun karena dinilai belum layak, maka mereka tidak jadi memakai JIS. Statement PSSI itu langsung menjadi buah bibir netizen. Kebanyakan dari mereka mengkritik dan terheran-heran bagaimana bisa stadion megah yang memiliki kapasitas 82 ribu penonton dianggap tidak layak menggelar pertandingan selevel FIFA Matchday.
&amp;nbsp;
Yunus pun memberikan tanggapannya. Dia mengakui kalau kemegahan JIS tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, tidak untuk sarana dan prasarananya. Maka dari itu, dia meminta kepada para netizen untuk tidak gaduh berkepanjangan soal hal tersebut.
&amp;ldquo;Kalau soal stadion harus kita akui. Itu megah layaknya stadion di Eropa. Demikian juga rumput stadion. Semua berstandar FIFA. Namun, yang kita soroti itu sarana dan prasarana perimeter stadion yang belum selesai 100 persen,&amp;rdquo; ungkap Yunus, dilansir dari situs resmi PSSI, Selasa (13/9/2022).
&amp;ldquo;Jadi netizen, pelaku sepakbola, atau siapapun yang senang dengan sepakbola jangan salah sangka atau menuduh PSSI yang bukan-bukan. Kritikan PSSI ini untuk kebaikan bersama,&amp;rsquo;&amp;rsquo; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
