<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Webinar Partai Perindo: Effendi Syahputra Ungkap Kunci Membangun Timnas Indonesia yang Hebat</title><description>Effendi Syahputra ungkap kunci membangun Timnas Indonesia yang Hebat.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat"/><item><title>Webinar Partai Perindo: Effendi Syahputra Ungkap Kunci Membangun Timnas Indonesia yang Hebat</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat</guid><pubDate>Jum'at 26 Agustus 2022 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat-uXMXiTmPGf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Webinar Partai Perindo membahas upaya membangun Timnas Indonesia yang hebat (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/26/51/2655353/webinar-partai-perindo-effendi-syahputra-ungkap-kunci-membangun-timnas-indonesia-yang-hebat-uXMXiTmPGf.jpeg</image><title>Webinar Partai Perindo membahas upaya membangun Timnas Indonesia yang hebat (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Pemuda Perindo,&amp;nbsp; Effendi Syahputra, menyatakan berbagai upaya perlu dilakukan untuk membangun Timnas Indonesia sebagai tim sepak bola yang hebat.
&quot;Pemilihan pemain Timnas harus lebih fokus dan teliliti lagi,&quot; kata Effendi saat didapuk sebagai pembicara di webinar Partai Perindo bertajuk 'Belajar dari Sukses Timnas U-16, Kita Bangun Tim Sepakbola yang Hebat', Jumat (26/8/2022).

Menurut Effendi, calon pemain timnas yang ditunjuk tidak hanya memiliki skill dan power yang mumpuni. Akan tetapi, pemain tersebut harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) ketika berada di lapangan hijau.
Ia menjelaskan, hasil psikotes ternyata rata-rata pemain timnas junior, yang dulu tidak masuk timnas senior sekarang, karena tingkat IQ-nya rendah sehingga kurang cerdas dalam bermain.
&quot;Punya skill, punya power, tetapi tidak punya kecerdasan, ya, sulit juga,&quot; ungkap Effendi yang merupakan mantan Manager PSIM Yogyakarta dan Semen Padang itu.
Selain itu, untuk mencetak pemain timnas mumpuni, harus dimulai dari pembinaan-pembinaan pemain yang dilakukan di akademi dan klub-klub sepak bola di seluruh Indonesia sedari dini dan tentunya terus mengikuti berbagai kompetisi.
BACA JUGA:Besok, Webinar Partai Perindo Bahas Upaya Membangun Timnas Indonesia yang Hebat

&quot;Kunci dari pembinaan sepak bola itu adalah kompetisi,&quot; tegas Effendi yang juga Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta itu.
Mantan CEO Bogor FC itu mencontohkan, dalam pola perekrutan pemain Timnas Vietnam, yakni dengan memilih pemain-pemain di klub sepak bola dan akademi profesional di Liga Vietnam.
&quot;Rata-rata pemain timnas mereka (Vietnam) berasal dari akademi itu, jadi pemain yang dikirim ke timnas tidak perlu lagi diajari passing yang benar, sundul yang benar, ini menjadi permasalahan,&quot; tegas dia.
&quot;Sekarang, timnas senior kita masih diajari hal-hal seperti itu, hal-hal seperti itu sudah selesai di tingkat akademi dan klub mereka masing-masing,&quot; tambah Effendi.
Soal pelatih, kata Effendi, Indonesia memang krisis pelatih. Pelatih, yang memiliki lisensi A PSSI Diploma di Indonesia, sangat kurang. Itu tidak sebanding dengan negara-negara di Eropa yang sudah banyak memiliki lisensi A Pro.
&quot;Kita masih kurang bangat apalagi A diploma. A diploma itu cuma hitungan cuma puluhan orang. (Pelatih) di negara-negara luar sudah lisensi A Pro, sementara kita sangat kurang sekali untuk pelatih lisensi A Pro,&quot; pungkas Effendi.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Pemuda Perindo,&amp;nbsp; Effendi Syahputra, menyatakan berbagai upaya perlu dilakukan untuk membangun Timnas Indonesia sebagai tim sepak bola yang hebat.
&quot;Pemilihan pemain Timnas harus lebih fokus dan teliliti lagi,&quot; kata Effendi saat didapuk sebagai pembicara di webinar Partai Perindo bertajuk 'Belajar dari Sukses Timnas U-16, Kita Bangun Tim Sepakbola yang Hebat', Jumat (26/8/2022).

Menurut Effendi, calon pemain timnas yang ditunjuk tidak hanya memiliki skill dan power yang mumpuni. Akan tetapi, pemain tersebut harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) ketika berada di lapangan hijau.
Ia menjelaskan, hasil psikotes ternyata rata-rata pemain timnas junior, yang dulu tidak masuk timnas senior sekarang, karena tingkat IQ-nya rendah sehingga kurang cerdas dalam bermain.
&quot;Punya skill, punya power, tetapi tidak punya kecerdasan, ya, sulit juga,&quot; ungkap Effendi yang merupakan mantan Manager PSIM Yogyakarta dan Semen Padang itu.
Selain itu, untuk mencetak pemain timnas mumpuni, harus dimulai dari pembinaan-pembinaan pemain yang dilakukan di akademi dan klub-klub sepak bola di seluruh Indonesia sedari dini dan tentunya terus mengikuti berbagai kompetisi.
BACA JUGA:Besok, Webinar Partai Perindo Bahas Upaya Membangun Timnas Indonesia yang Hebat

&quot;Kunci dari pembinaan sepak bola itu adalah kompetisi,&quot; tegas Effendi yang juga Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta itu.
Mantan CEO Bogor FC itu mencontohkan, dalam pola perekrutan pemain Timnas Vietnam, yakni dengan memilih pemain-pemain di klub sepak bola dan akademi profesional di Liga Vietnam.
&quot;Rata-rata pemain timnas mereka (Vietnam) berasal dari akademi itu, jadi pemain yang dikirim ke timnas tidak perlu lagi diajari passing yang benar, sundul yang benar, ini menjadi permasalahan,&quot; tegas dia.
&quot;Sekarang, timnas senior kita masih diajari hal-hal seperti itu, hal-hal seperti itu sudah selesai di tingkat akademi dan klub mereka masing-masing,&quot; tambah Effendi.
Soal pelatih, kata Effendi, Indonesia memang krisis pelatih. Pelatih, yang memiliki lisensi A PSSI Diploma di Indonesia, sangat kurang. Itu tidak sebanding dengan negara-negara di Eropa yang sudah banyak memiliki lisensi A Pro.
&quot;Kita masih kurang bangat apalagi A diploma. A diploma itu cuma hitungan cuma puluhan orang. (Pelatih) di negara-negara luar sudah lisensi A Pro, sementara kita sangat kurang sekali untuk pelatih lisensi A Pro,&quot; pungkas Effendi.</content:encoded></item></channel></rss>
