<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Latih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti Buka-bukaan Soal Tantangan Terberatnya</title><description>Bima Sakti buka-bukaan soal tantangan terberat yang dihadapi saat melatih Timnas Indonesia U-16.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya"/><item><title>Latih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti Buka-bukaan Soal Tantangan Terberatnya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya</guid><pubDate>Jum'at 19 Agustus 2022 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya-7hJ1nWnVDt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bima Sakti beberkan tantangan terberat latih Timnas Indonesia U-16. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/19/51/2650661/latih-timnas-indonesia-u-16-bima-sakti-buka-bukaan-soal-tantangan-terberatnya-7hJ1nWnVDt.jpg</image><title>Bima Sakti beberkan tantangan terberat latih Timnas Indonesia U-16. (Foto: PSSI)</title></images><description>BIMA Sakti buka-bukaan soal tantangan terberat yang dihadapi saat melatih Timnas Indonesia U-16. Menurutnya, melatih tim muda memang butuh kejelian dalam melihat pemain dari segala aspek.
Eks asisten Luis Milla itu mengatakan menjadi pelatih pemain usia muda memiliki beban yang cukup besar.  Sebab, tidak hanya membentuk keahlian para pemain, tetapi juga karakter.

Mantan pemain Indonesia itu mengatakan dirinya menanamkan pondasi yang baik dan benar untuk para pemain Timnas Indonesia U-16. Hal itu untuk bermanfaat kelak buat para pemain.
&quot;Ini tantangan besar buat saya. Sebab, ini bekal buat mereka nanti usia 19, 23, dan senior,&quot; ucap Bima Sakti dilansir dari Youtube sport77 official, Jumat (19/8/2022).
BACA JUGA:Pemain Timnas Indonesia U-16 Kebanjiran Tawaran Iklan, Bima Sakti Tegaskan Hal Ini!

Bima Sakti mengatakan seorang pelatih pemain muda harus mengenal lebih jauh setiap para pemainnya. Tujuannya agar pelatih dan pemain punya ikatan yang kuat.&quot;Kami melihat bukan hanya penampilan pemain di lapangan saja. Akan tetapi, juga latar belakang keluarga dan daerah asal,&quot; ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan pola pendekatan antar pemain pun berbeda-beda. Itu ditentukan dengan latar belakang keluarga dan daerah.

&quot;Mohon maaf, contoh pemain Papua penanganan berbeda. Kami tidak marah di depan umum, tetapi dengan memanggilnya. Kalau pemain Medan dan Sumatera beda lagi, bisa (di depan umum),&quot; ujarnya.
Ia mengatakan cara-cara itu pun berdampak langsung kepada diri pemain. Alhasil, tim berjuluk Garuda Asia bisa menjadi juara Piala AFF U-16 2022.
&quot;Kami harus mengerti karakter itu. Jadi, bagian psikologis agar pemain lebih baik ke depan,&quot; katanya</description><content:encoded>BIMA Sakti buka-bukaan soal tantangan terberat yang dihadapi saat melatih Timnas Indonesia U-16. Menurutnya, melatih tim muda memang butuh kejelian dalam melihat pemain dari segala aspek.
Eks asisten Luis Milla itu mengatakan menjadi pelatih pemain usia muda memiliki beban yang cukup besar.  Sebab, tidak hanya membentuk keahlian para pemain, tetapi juga karakter.

Mantan pemain Indonesia itu mengatakan dirinya menanamkan pondasi yang baik dan benar untuk para pemain Timnas Indonesia U-16. Hal itu untuk bermanfaat kelak buat para pemain.
&quot;Ini tantangan besar buat saya. Sebab, ini bekal buat mereka nanti usia 19, 23, dan senior,&quot; ucap Bima Sakti dilansir dari Youtube sport77 official, Jumat (19/8/2022).
BACA JUGA:Pemain Timnas Indonesia U-16 Kebanjiran Tawaran Iklan, Bima Sakti Tegaskan Hal Ini!

Bima Sakti mengatakan seorang pelatih pemain muda harus mengenal lebih jauh setiap para pemainnya. Tujuannya agar pelatih dan pemain punya ikatan yang kuat.&quot;Kami melihat bukan hanya penampilan pemain di lapangan saja. Akan tetapi, juga latar belakang keluarga dan daerah asal,&quot; ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan pola pendekatan antar pemain pun berbeda-beda. Itu ditentukan dengan latar belakang keluarga dan daerah.

&quot;Mohon maaf, contoh pemain Papua penanganan berbeda. Kami tidak marah di depan umum, tetapi dengan memanggilnya. Kalau pemain Medan dan Sumatera beda lagi, bisa (di depan umum),&quot; ujarnya.
Ia mengatakan cara-cara itu pun berdampak langsung kepada diri pemain. Alhasil, tim berjuluk Garuda Asia bisa menjadi juara Piala AFF U-16 2022.
&quot;Kami harus mengerti karakter itu. Jadi, bagian psikologis agar pemain lebih baik ke depan,&quot; katanya</content:encoded></item></channel></rss>
