<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blak-blakan Mauricio Pochettino Usai Dipecat, Sebut PSG Terlalu Ambisius Juara Liga Champions</title><description>Mauricio Pochettino buka suara tentang obsesi mantan timnya PSG</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/03/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/08/03/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions"/><item><title>Blak-blakan Mauricio Pochettino Usai Dipecat, Sebut PSG Terlalu Ambisius Juara Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/08/03/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/08/03/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions</guid><pubDate>Rabu 03 Agustus 2022 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fitradian Dimas Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/02/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions-7Zf4Fo6s0D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mauricio Pohettino ungkap obsesi PSG raih juara Liga Champions (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/02/51/2640911/blak-blakan-mauricio-pochettino-usai-dipecat-sebut-psg-terlalu-ambisius-juara-liga-champions-7Zf4Fo6s0D.jpg</image><title>Mauricio Pohettino ungkap obsesi PSG raih juara Liga Champions (Foto: Reuters)</title></images><description>EKS pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino sedang gencar-gencarnya buka suara terkait kehidupannya selama di Paris. Menurut Mauricio Pochettino, mantan klubnya itu terlalu ambisius mendapatkan Liga Champions, sampai gelar juara domestik tidak dihargai oleh pihak klub.
Ya, seperti diketahui, Mauricio Pochettino dan PSG telah resmi berpisah sejak 5 Juli 2022 silam. Pihak klub tampak tidak puas selama pelatih asal Argentina itu berlabuh di Paris sejak Januari 2021.

Hal itu disebabkan beberapa target klub tak terpenuhi dengan baik oleh Mauricio Pochettino. Sekadar informasi, di musim lalu, PSG memang mengalami pasang surut di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Walaupun berhasil meraih gelar juara Liga Prancis 2021-2022, Mauricio Pochettino gagal mempersembahkan gelar Liga Champions, yang telah lama diimpikan petinggi klub PSG. Tidak puas dengan hasil yang didapatkan, PSG pun akhirnya memilih untuk memecat Mauricio Pochettino.
Sebagai penggantinya, Les Parisiens (julukan PSG) menunjuk Christophe Galtier, untuk dapat meraih hasil maksimal musim depan. Mengenai hal tersebut, Mauricio Pochettino pun mengaku jika fokus utama PSG selama ini adalah Liga Champions.
BACA JUGA:Bela Langkah PSG Perpanjang Kontrak Kylian Mbappe, Mauricio Pochettino: Dia Pemain Terbaik Dunia!

Hal itu dianggap membuat perhatiannya terdistraksi. Mengingat PSG pun berlaga di sejumlah kompetisi domestik. Akan tetapi, menurutnya, pihak klub terus menuntut trofi Liga Champions selama ia berada di sana.&amp;ldquo;Semua di PSG terfokuskan dengan Liga Champions. Terkadang, hal itu juga mengalihkan perhatian. Tuntutan yang mereka minta hanya ada di pertandingan tingkat Eropa,&amp;rdquo; aku Mauricio Pochettino dikutip Marca.

Bukan hanya itu, PSG dianggap terlalu terobsesi dengan Liga Champions. Hal itu pula yang akhirnya membuat Mauricio Pochettino dipecat. Apalagi Les Parisiens menganggap kompetisi domestik biasa saja.
&amp;ldquo;Kompetisi lain dianggap biasa saja, dikarenakan superioritas PSG. Mereka begitu terobsesi dengan Liga Champions. Tidak menang di Liga Champions sama dengan kegagalan,&amp;rdquo; timpalnya.
Saat ini pelatih 50 tahun tersebut masih berstatus free agent. Ia belum memilih atau dipinang oleh klub manapun, meski kompetisi musim baru di Eropa segera bergulir.</description><content:encoded>EKS pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino sedang gencar-gencarnya buka suara terkait kehidupannya selama di Paris. Menurut Mauricio Pochettino, mantan klubnya itu terlalu ambisius mendapatkan Liga Champions, sampai gelar juara domestik tidak dihargai oleh pihak klub.
Ya, seperti diketahui, Mauricio Pochettino dan PSG telah resmi berpisah sejak 5 Juli 2022 silam. Pihak klub tampak tidak puas selama pelatih asal Argentina itu berlabuh di Paris sejak Januari 2021.

Hal itu disebabkan beberapa target klub tak terpenuhi dengan baik oleh Mauricio Pochettino. Sekadar informasi, di musim lalu, PSG memang mengalami pasang surut di bawah asuhan Mauricio Pochettino.
Walaupun berhasil meraih gelar juara Liga Prancis 2021-2022, Mauricio Pochettino gagal mempersembahkan gelar Liga Champions, yang telah lama diimpikan petinggi klub PSG. Tidak puas dengan hasil yang didapatkan, PSG pun akhirnya memilih untuk memecat Mauricio Pochettino.
Sebagai penggantinya, Les Parisiens (julukan PSG) menunjuk Christophe Galtier, untuk dapat meraih hasil maksimal musim depan. Mengenai hal tersebut, Mauricio Pochettino pun mengaku jika fokus utama PSG selama ini adalah Liga Champions.
BACA JUGA:Bela Langkah PSG Perpanjang Kontrak Kylian Mbappe, Mauricio Pochettino: Dia Pemain Terbaik Dunia!

Hal itu dianggap membuat perhatiannya terdistraksi. Mengingat PSG pun berlaga di sejumlah kompetisi domestik. Akan tetapi, menurutnya, pihak klub terus menuntut trofi Liga Champions selama ia berada di sana.&amp;ldquo;Semua di PSG terfokuskan dengan Liga Champions. Terkadang, hal itu juga mengalihkan perhatian. Tuntutan yang mereka minta hanya ada di pertandingan tingkat Eropa,&amp;rdquo; aku Mauricio Pochettino dikutip Marca.

Bukan hanya itu, PSG dianggap terlalu terobsesi dengan Liga Champions. Hal itu pula yang akhirnya membuat Mauricio Pochettino dipecat. Apalagi Les Parisiens menganggap kompetisi domestik biasa saja.
&amp;ldquo;Kompetisi lain dianggap biasa saja, dikarenakan superioritas PSG. Mereka begitu terobsesi dengan Liga Champions. Tidak menang di Liga Champions sama dengan kegagalan,&amp;rdquo; timpalnya.
Saat ini pelatih 50 tahun tersebut masih berstatus free agent. Ia belum memilih atau dipinang oleh klub manapun, meski kompetisi musim baru di Eropa segera bergulir.</content:encoded></item></channel></rss>
