<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ian Wright, Legenda Arsenal yang Ditransfer Hanya dengan Mahar Satu Set Alat Timbangan</title><description>Kisah unik trasnfer Ian Wright</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan"/><item><title>Ian Wright, Legenda Arsenal yang Ditransfer Hanya dengan Mahar Satu Set Alat Timbangan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2022 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Asthesia Dhea Cantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan-8xqhYL6IUt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ian Wright, salah satu legenda Arsenal (Foto: Instagram/@ianwright)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/15/51/2579603/ian-wright-legenda-arsenal-yang-ditransfer-hanya-dengan-mahar-satu-set-alat-timbangan-8xqhYL6IUt.jpg</image><title>Ian Wright, salah satu legenda Arsenal (Foto: Instagram/@ianwright)</title></images><description>ADA kisah unik soal Ian Wright yang mungkin belum banyak diketahui. Ya, legenda klub Arsenal itu pernah mengalami kejadian unik, ketika kepindahannya dari Greenwich Borough menuju Crystal Palace.
Alih-alih ditebus dengan mahar tinggi, Ian Wright hanya dibayar dengan satu set alat timbangan! Ya, itu benar-benar terjadi 37 tahun silam, ketika Ian Wright remaja, masih berusia 22 tahun.
Lantas, bagaimana sebenarnya karier Ian Wright hingga menjadi seorang legenda? Mari simak ulasan berikut ini:
Perjalanan Karier Ian Wright
Jika menelusuri kariernya Ian Wright termasuk aktor lapangan hijau yang suka berkelana. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya klub yang pernah ia bela.
Tercatat, dalam perjalanannya menjadi terdapat enam klub Inggris dan satu kesebelasan asal Skotlandia yang pernah ia perkuat. Dimulai dari Greenwich Borough F.C (1985). Kemudian, Crystal Palace (1985-1991).

Berlanjut ke raksasa London, Arsenal (1991-1998). Lalu, Ian Wright hijrah ke West Ham United pada 1998-1999.
Kemudian, Ian Wright senpat dipinjamkan ke Nottingham Forest pada 1999, sebelum akhirnya keluar dari Inggris menuju Celtic pada 1999-2000. Tak bertahan lama di Skotlandia, ia kembali ke Inggris, membela Burnley pada tahun 2000 sekaligus jadi akhir perjalanan karier sepakbolanya.Selain sudah melanglag buana ke banyak klub Inggris, Ian Wright juga dikenal sebagai aktor lapangan hijau yang menuai banyak prestasi. Bahkan, prestasi itu meliputi gelar individu maupun bersama klub.
Untuk prestasi dengan klub, kariernya bersama Arsenal paling gemilang. Bersama The Gunners (julukan Arsenal) ia merasakan mencicipi gelar Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris, dan UEFA Cup Winner&amp;rsquo;s Cup.

Sedangkan capaian individu, pria berposisi penyerang ini sempat mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak pada 1991-1992. Selain itu, pria asli Woowich, Inggirs ini juga pernah menjadi pemain terbaik Liga Inggris pada musim 1996-1997.
Sebagai seorang ia begitu mengerikan Dirinya dikenal sebagai predator kotak penalti. Setiap kali ia berada di kotak penalti, hampir dipastikan dirinya bisa mencetak gol.
Sepanjang kariernya ia sudah bermain sebanyak 501 kali dan sukses membukukan 239 gol. Ian Wright paling moncer ketika berseragam Arsenal. Kala singgah di London, ia sukses menorehkan 128 gol dari total penampilan 221 pertandingan.
Darah sepakbolanya mengalir di dalam tubuh anaknya. Kedua anak Ian Wright juga sempat berkarier di sepakbola. Mereka adalah Shaun Wright-Phillips dan Bradley Wright-Phillips.
Shaun Wright-Phillips sendiri pernah membela Manchester City sejak 1990-2005. Kemudian, Shaun Wright-Philips pindah ke sejumlah tim Inggris lainnya. Di antaranya, Chelsea dan Queens Park Rangers.
Sementara itu, Bradley-Wright Philips juga sempat meniti karier di Liga Inggris. Ia sempat membela Manchester City, Southampton, Charlton Athletic, maupun Brentford.
Sayangnya, karier mereka tak secemerlang Ian Wright. Keduanya memilih berkarier di klub Amerika Serikat hingga gantung sepatu dari lapangan hijau.</description><content:encoded>ADA kisah unik soal Ian Wright yang mungkin belum banyak diketahui. Ya, legenda klub Arsenal itu pernah mengalami kejadian unik, ketika kepindahannya dari Greenwich Borough menuju Crystal Palace.
Alih-alih ditebus dengan mahar tinggi, Ian Wright hanya dibayar dengan satu set alat timbangan! Ya, itu benar-benar terjadi 37 tahun silam, ketika Ian Wright remaja, masih berusia 22 tahun.
Lantas, bagaimana sebenarnya karier Ian Wright hingga menjadi seorang legenda? Mari simak ulasan berikut ini:
Perjalanan Karier Ian Wright
Jika menelusuri kariernya Ian Wright termasuk aktor lapangan hijau yang suka berkelana. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya klub yang pernah ia bela.
Tercatat, dalam perjalanannya menjadi terdapat enam klub Inggris dan satu kesebelasan asal Skotlandia yang pernah ia perkuat. Dimulai dari Greenwich Borough F.C (1985). Kemudian, Crystal Palace (1985-1991).

Berlanjut ke raksasa London, Arsenal (1991-1998). Lalu, Ian Wright hijrah ke West Ham United pada 1998-1999.
Kemudian, Ian Wright senpat dipinjamkan ke Nottingham Forest pada 1999, sebelum akhirnya keluar dari Inggris menuju Celtic pada 1999-2000. Tak bertahan lama di Skotlandia, ia kembali ke Inggris, membela Burnley pada tahun 2000 sekaligus jadi akhir perjalanan karier sepakbolanya.Selain sudah melanglag buana ke banyak klub Inggris, Ian Wright juga dikenal sebagai aktor lapangan hijau yang menuai banyak prestasi. Bahkan, prestasi itu meliputi gelar individu maupun bersama klub.
Untuk prestasi dengan klub, kariernya bersama Arsenal paling gemilang. Bersama The Gunners (julukan Arsenal) ia merasakan mencicipi gelar Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga Inggris, dan UEFA Cup Winner&amp;rsquo;s Cup.

Sedangkan capaian individu, pria berposisi penyerang ini sempat mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak pada 1991-1992. Selain itu, pria asli Woowich, Inggirs ini juga pernah menjadi pemain terbaik Liga Inggris pada musim 1996-1997.
Sebagai seorang ia begitu mengerikan Dirinya dikenal sebagai predator kotak penalti. Setiap kali ia berada di kotak penalti, hampir dipastikan dirinya bisa mencetak gol.
Sepanjang kariernya ia sudah bermain sebanyak 501 kali dan sukses membukukan 239 gol. Ian Wright paling moncer ketika berseragam Arsenal. Kala singgah di London, ia sukses menorehkan 128 gol dari total penampilan 221 pertandingan.
Darah sepakbolanya mengalir di dalam tubuh anaknya. Kedua anak Ian Wright juga sempat berkarier di sepakbola. Mereka adalah Shaun Wright-Phillips dan Bradley Wright-Phillips.
Shaun Wright-Phillips sendiri pernah membela Manchester City sejak 1990-2005. Kemudian, Shaun Wright-Philips pindah ke sejumlah tim Inggris lainnya. Di antaranya, Chelsea dan Queens Park Rangers.
Sementara itu, Bradley-Wright Philips juga sempat meniti karier di Liga Inggris. Ia sempat membela Manchester City, Southampton, Charlton Athletic, maupun Brentford.
Sayangnya, karier mereka tak secemerlang Ian Wright. Keduanya memilih berkarier di klub Amerika Serikat hingga gantung sepatu dari lapangan hijau.</content:encoded></item></channel></rss>
