<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Roma Jumpa Inter Milan di Perempatfinal Coppa Italia, Perasaan Jose Mourinho Campur Aduk</title><description>Mourinho akan berusaha kesampingkan perasaannya kala AS Roma berlaga melawan Inter Milan di perempatfinal Coppa Italia</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk"/><item><title>AS Roma Jumpa Inter Milan di Perempatfinal Coppa Italia, Perasaan Jose Mourinho Campur Aduk</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk</guid><pubDate>Jum'at 21 Januari 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Khoirul Huda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk-7YJujdhsaC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jose Mourinho kala mendampingi AS Roma berlaga. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/21/47/2535619/as-roma-jumpa-inter-milan-di-perempatfinal-coppa-italia-perasaan-jose-mourinho-campur-aduk-7YJujdhsaC.jpg</image><title>Jose Mourinho kala mendampingi AS Roma berlaga. (Foto: Reuters)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, mengomentari hasil undian perempatfinal Coppa Italia 2021-2022. Harus bersua Inter Milan, perasaan Mourinho campur aduk.
Sebagaimana diketahui, Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma- baru saja meraih kemenangan 3-1 atas Lecce di babak 16 besar Coppa Italia 2021-2022. Alhasil, sesuai undian, mereka bakal berhadapan dengan Inter di perempatfinal.

Tentu saja, laga tersebut nanti cukup emosional bagi Mourinho. Pasalnya, entrenador asal Portugal itu punya kenangan manis bersama Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter.
BACA JUGA: Selamatkan Inter Milan di 16 Besar Coppa Italia, Simone Inzaghi Makin Yakin Pertahankan Stefano Sensi
Terutama pada musim 2009-2010, The Special One &amp;ndash;julukan Mourinho- membawa Inter meraih treble winner. Tak tanggung-tanggung, tiga trofi bergengsi disabet sekaligus oleh Samuel Etoo dkk, yakni juara Liga Italia, Liga Champions, dan Coppa Italia.
BACA JUGA: Hasil AS Roma vs Lecce di 16 Besar Coppa Italia 2021-2022: Giallorossi Tembus Perempatfinal Usai Menang 3-1
Kendati demikian, Mourinho mengaku akan mengesampingkan perasaannya kepada Inter ketika timnya bertandang ke San Siro alias Giuseppe Meazza. Dia mengatakan bakal menganggap pertandingan tersebut sama seperti laga lainnya.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya berada di San Siro. Saya harus mempersiapkan diri secara emosional, seperti yang saya lakukan saat Roma menjamu Inter,&amp;rdquo; kata Mourinho, dilansir dari Football Italia, Jumat (21/1/2022).
&amp;ldquo;Saya harus mencoba untuk tidak memiliki emosi dan mencoba untuk membuat permainan seperti yang lain,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Saya kembali ke San Siro untuk bermain melawan Milan dan menerima segala macam hinaan! Orang-orang tidak akan melakukannya kali ini, tapi kita lihat saja,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Jelas, niat saya adalah mencoba memenangkan pertandingan dan penggemar Inter akan mendukung tim dan pelatih mereka, tetapi rasa hormat selalu ada karena saya tidak akan lupa dengan kenangan bersama Inter,&amp;rdquo; jelas Mourinho.
Sekadar informasi, Mourinho menukangi Nerazzuri selama dua musim sejak 2008 hingga 2010. Selain treble winner pada musim 2009-2010, pelatih berusia 58 tahun itu juga mempersembahkan Scudetto dan Piala Super Italia pada tahun pertamanya, alias satu musim sebelum tri gelar tersebut.</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, mengomentari hasil undian perempatfinal Coppa Italia 2021-2022. Harus bersua Inter Milan, perasaan Mourinho campur aduk.
Sebagaimana diketahui, Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma- baru saja meraih kemenangan 3-1 atas Lecce di babak 16 besar Coppa Italia 2021-2022. Alhasil, sesuai undian, mereka bakal berhadapan dengan Inter di perempatfinal.

Tentu saja, laga tersebut nanti cukup emosional bagi Mourinho. Pasalnya, entrenador asal Portugal itu punya kenangan manis bersama Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter.
BACA JUGA: Selamatkan Inter Milan di 16 Besar Coppa Italia, Simone Inzaghi Makin Yakin Pertahankan Stefano Sensi
Terutama pada musim 2009-2010, The Special One &amp;ndash;julukan Mourinho- membawa Inter meraih treble winner. Tak tanggung-tanggung, tiga trofi bergengsi disabet sekaligus oleh Samuel Etoo dkk, yakni juara Liga Italia, Liga Champions, dan Coppa Italia.
BACA JUGA: Hasil AS Roma vs Lecce di 16 Besar Coppa Italia 2021-2022: Giallorossi Tembus Perempatfinal Usai Menang 3-1
Kendati demikian, Mourinho mengaku akan mengesampingkan perasaannya kepada Inter ketika timnya bertandang ke San Siro alias Giuseppe Meazza. Dia mengatakan bakal menganggap pertandingan tersebut sama seperti laga lainnya.
&amp;ldquo;Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya berada di San Siro. Saya harus mempersiapkan diri secara emosional, seperti yang saya lakukan saat Roma menjamu Inter,&amp;rdquo; kata Mourinho, dilansir dari Football Italia, Jumat (21/1/2022).
&amp;ldquo;Saya harus mencoba untuk tidak memiliki emosi dan mencoba untuk membuat permainan seperti yang lain,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Saya kembali ke San Siro untuk bermain melawan Milan dan menerima segala macam hinaan! Orang-orang tidak akan melakukannya kali ini, tapi kita lihat saja,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Jelas, niat saya adalah mencoba memenangkan pertandingan dan penggemar Inter akan mendukung tim dan pelatih mereka, tetapi rasa hormat selalu ada karena saya tidak akan lupa dengan kenangan bersama Inter,&amp;rdquo; jelas Mourinho.
Sekadar informasi, Mourinho menukangi Nerazzuri selama dua musim sejak 2008 hingga 2010. Selain treble winner pada musim 2009-2010, pelatih berusia 58 tahun itu juga mempersembahkan Scudetto dan Piala Super Italia pada tahun pertamanya, alias satu musim sebelum tri gelar tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
