<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihina Fans karena Timnas Indonesia, Alexandre Polking Tinggalkan Timnas Thailand?</title><description>Alexandre Polking berpotensi meninggalkan Thailand setelah dihina fans mereka sendiri.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand"/><item><title>Dihina Fans karena Timnas Indonesia, Alexandre Polking Tinggalkan Timnas Thailand?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand</guid><pubDate>Rabu 05 Januari 2022 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand-5eyut6UNgv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alexandre Polking berpotensi tinggalkan Timnas Thailand. (Foto: Twitter/@Changsuek_TH)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/01/05/51/2527590/dihina-fans-karena-timnas-indonesia-alexandre-polking-tinggalkan-timnas-thailand-5eyut6UNgv.jpg</image><title>Alexandre Polking berpotensi tinggalkan Timnas Thailand. (Foto: Twitter/@Changsuek_TH)</title></images><description>ALEXANDRE Polking mendapat hinaan setelah membawa Timnas Thailand juara Piala AFF 2020. Ironisnya, hinaan itu diberikan fans Thailand sendiri, bukan dari suporter negara lain. Apakah hinaan ini membuat pelatih berpaspor Brasil tersebut memilih meninggalkan Thailand?
Juru taktik 45 tahun ini membuat Thailand tampil impresif di Piala AFF 2020. Dari delapan pertandingan yang dijalani, skuad Gajah Perang mendapatkan enam menang dan dua imbang.

(Alexandre Polking bisa tinggalkan Thailand)
Hebatnya dalam pertandingan itu, Thailand hanya kemasukan tiga gol. Dari tiga gol yang bersarang, dua di antaranya diciptakan Timnas Indonesia di leg II final Piala AFF 2020, yang mana skor sama kuat 2-2.
Meski Thailand menang agregat 6-2, fans mereka tidak puas. Sejumlah suporter mengkritik permainan keras Thailand.
Dalam laga leg II final Piala AFF 2020, ada empat pemain Thailand yang terkena kartu kuning. Fans meyakini jika ada Video Assistant Referee (VAR) saat itu, sejumlah pemain Thailand dipastikan bakal terkena kartu merah.
BACA JUGA: Kesulitan Habisi Timnas Indonesia di Leg II Final Piala AFF 2020, Alexandre Polking Panen Hujatan dari Fans Thailand
&amp;ldquo;Dua kali kebobolan oleh skuad muda Indonesia, saya hanya beri nilai 10 dari 100 kepada Mano, karena saya belum melihat gaya bermain yang jelas, mengubah taktik setiap laga hanya untuk hasil jangka pendek,&amp;rdquo; kata salah seorang pendukung Thailand mengutip dari media Vietnam, Bogda24h.&amp;ldquo;Setiap kartu kuning bukan untuk kebaikan tim, tetapi karena niat mereka untuk menyakiti pemain lawan. Kebiasaan yang hilang beberapa waktu silam ini muncul kembali,&amp;rdquo; kata pendukung Thailand yang lain.

&amp;ldquo;Jika pertandingan Asia Tenggara memiliki VAR, maka kami akan kehilangan pemain,&amp;rdquo; lanjut suporter tersebut.
Sebelumnya, kritikan juga menerpa pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, setelah timnya dikalahkan Thailand 0-2 di fase grup. Saat itu, cemoohan yang dilontarkan fans membuat Tatsuma Yoshida menangis di konferensi pers pascalaga.
Pada akhirnya setelah Singapura tersingkir di semifinal Piala AFF 2020, Tatsuma Yoshida memilih mengundurkan diri. Ia kemudian menangani klub kasta kedua Liga Jepang, Ventrofet Kofu.
Karena itu, langkah serupa bukan tak mungkin diambil Alexandre Polking. Terlebih, kontrak Alexandre Polking bersama Thailand telah berakhir kelar leg II final Piala AFF 2020.
Menurut laporan Siam Sport, Thailand menawarkan perpapanjangan kontrak satu tahun kepada Alexandre Polking. Namun, pelatih 45 tahun itu bisa saja menolak tawaran tersebut karena dicap buruk oleh suporter skuad Gajah Perang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMi8xLzE0MzQ0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>ALEXANDRE Polking mendapat hinaan setelah membawa Timnas Thailand juara Piala AFF 2020. Ironisnya, hinaan itu diberikan fans Thailand sendiri, bukan dari suporter negara lain. Apakah hinaan ini membuat pelatih berpaspor Brasil tersebut memilih meninggalkan Thailand?
Juru taktik 45 tahun ini membuat Thailand tampil impresif di Piala AFF 2020. Dari delapan pertandingan yang dijalani, skuad Gajah Perang mendapatkan enam menang dan dua imbang.

(Alexandre Polking bisa tinggalkan Thailand)
Hebatnya dalam pertandingan itu, Thailand hanya kemasukan tiga gol. Dari tiga gol yang bersarang, dua di antaranya diciptakan Timnas Indonesia di leg II final Piala AFF 2020, yang mana skor sama kuat 2-2.
Meski Thailand menang agregat 6-2, fans mereka tidak puas. Sejumlah suporter mengkritik permainan keras Thailand.
Dalam laga leg II final Piala AFF 2020, ada empat pemain Thailand yang terkena kartu kuning. Fans meyakini jika ada Video Assistant Referee (VAR) saat itu, sejumlah pemain Thailand dipastikan bakal terkena kartu merah.
BACA JUGA: Kesulitan Habisi Timnas Indonesia di Leg II Final Piala AFF 2020, Alexandre Polking Panen Hujatan dari Fans Thailand
&amp;ldquo;Dua kali kebobolan oleh skuad muda Indonesia, saya hanya beri nilai 10 dari 100 kepada Mano, karena saya belum melihat gaya bermain yang jelas, mengubah taktik setiap laga hanya untuk hasil jangka pendek,&amp;rdquo; kata salah seorang pendukung Thailand mengutip dari media Vietnam, Bogda24h.&amp;ldquo;Setiap kartu kuning bukan untuk kebaikan tim, tetapi karena niat mereka untuk menyakiti pemain lawan. Kebiasaan yang hilang beberapa waktu silam ini muncul kembali,&amp;rdquo; kata pendukung Thailand yang lain.

&amp;ldquo;Jika pertandingan Asia Tenggara memiliki VAR, maka kami akan kehilangan pemain,&amp;rdquo; lanjut suporter tersebut.
Sebelumnya, kritikan juga menerpa pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, setelah timnya dikalahkan Thailand 0-2 di fase grup. Saat itu, cemoohan yang dilontarkan fans membuat Tatsuma Yoshida menangis di konferensi pers pascalaga.
Pada akhirnya setelah Singapura tersingkir di semifinal Piala AFF 2020, Tatsuma Yoshida memilih mengundurkan diri. Ia kemudian menangani klub kasta kedua Liga Jepang, Ventrofet Kofu.
Karena itu, langkah serupa bukan tak mungkin diambil Alexandre Polking. Terlebih, kontrak Alexandre Polking bersama Thailand telah berakhir kelar leg II final Piala AFF 2020.
Menurut laporan Siam Sport, Thailand menawarkan perpapanjangan kontrak satu tahun kepada Alexandre Polking. Namun, pelatih 45 tahun itu bisa saja menolak tawaran tersebut karena dicap buruk oleh suporter skuad Gajah Perang.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMi8xLzE0MzQ0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
