<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesulitan Bersinar, Thierry Henry Tahu Penyebab Utama Lionel Messi Melempem di PSG</title><description>Henry melihat PSG belum bisa memaksimalkan potensi kekuatan yang dimiliki Lionel Messi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg"/><item><title>Kesulitan Bersinar, Thierry Henry Tahu Penyebab Utama Lionel Messi Melempem di PSG</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg</guid><pubDate>Selasa 26 Oktober 2021 06:49 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Khoirul Huda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg-CThpAn9YxP.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pemain PSG, Lionel Messi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/26/51/2491692/kesulitan-bersinar-thierry-henry-tahu-penyebab-utama-lionel-messi-melempem-di-psg-CThpAn9YxP.JPG</image><title>Pemain PSG, Lionel Messi. (Foto: Reuters)</title></images><description>LES ULIS &amp;ndash; Lionel Messi sejauh ini masih belum bisa bersinar di Paris Saint-Germain (PSG). Menurut legenda Arsenal sekaligus asisten pelatih Timnas Belgia itu, penyebab utama Messi melempem di PSG karena tim tersebut tak bias memaksimalkan potensi yang dimiliki La Pulga.
Sebagaimana diketahui, La Pulga &amp;ndash;julukan Messi- masih belum bisa unjuk gigi di Liga Prancis 2021-2022 sejak bergabung dari Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Dia sama sekali belum berkontribusi lewat gol ataupun assist dalam empat pertandingan di kompetisi lokal.
Karena itu, Henry yang pernah menjadi rekan satu tim Messi di Barcelona selama tiga tahun pada 2007-2010, mengkritik strategi yang diterapkan Mauricio Pochettino untuk La Pulga di PSG. Menurutnya, Messi seperti terisolasi di sana karena jarang mendapatkan bola.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lagi-Lagi Tampil Melempem saat Bela PSG, Ada Apa dengan Lionel Messi?

Selain itu, pria asal Prancis itu mengatakan bahwa Messi akan lebih maksimal jika diletakkan di tengah dibanding ditempatkan di sisi kanan sebagai penyerang sayap seperti yang dilakukan Pochettino selama ini. Sebab, Messi akan mendapatkan lebih banyak bola untuk bisa mengatur tempo permainan.
&amp;ldquo;Dia (Messi) terisolasi, dia kurang menguasai bola. Saya tidak akan mengatakan dia sedih, tetapi dia terisolasi. Saya lebih suka dia di tengah,&amp;rdquo; kata Henry dilansir dari Marca, Selasa (26/10/2021).
&quot;Saya mengalami masalah dengan Leo di sisi kanan. Di tengah, dia bisa mengatur tempo. Sesuatu yang perlu ditemukan untuk membuat Kylian (Mbappe), Neyma (Jr.), dan Messi bermain bersama,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;ldquo;Saya tidak berpikir dia bisa membuat perbedaan di sebelah kanan. Saya tidak memiliki detail yang tepat dari sudut pandang taktis,&amp;rdquo; tuturnya.
Lebih lanjut, Henry mengatakan bahwa saat ini permainan Les Parisiens &amp;ndash;julukan PSG- fokus kepada Kylian Mbappe. Sebab, Mbappe adalah pemain yang paling menonjol dan bola selalu dialirkan kepadanya.
&quot;Messi tidak banyak bicara, dia berbicara dengan bola. Untuk saat ini, ini adalah tim Kylian. Kylian adalah orang yang paling membuatnya bersinar. Bola lebih mengarah ke dia,&amp;rdquo; jelas mantan pesepakbola yang kini berusia 44 tahun itu.

&quot;Setiap saat hanya boleh ada satu konduktor, jika tidak, anda tidak bisa bermain dengan tempo yang sama. Sementara di tim ini ada terlalu banyak konduktor,&amp;rdquo; pungkasnya.
Meski tak apik di Liga Prancis, performa Messi di Liga Champions jauh lebih baik. Dia telah mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingannya di kompetisi terelit antar klub-klub Eropa tersebut.
Tentunya banyak yang berharap Messi bisa bersinar seperti saat masih bermain untuk Barcelona. Kini Messi tampaknya masih memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dengan gaya dan permainan PSG serta Liga Prancis.</description><content:encoded>LES ULIS &amp;ndash; Lionel Messi sejauh ini masih belum bisa bersinar di Paris Saint-Germain (PSG). Menurut legenda Arsenal sekaligus asisten pelatih Timnas Belgia itu, penyebab utama Messi melempem di PSG karena tim tersebut tak bias memaksimalkan potensi yang dimiliki La Pulga.
Sebagaimana diketahui, La Pulga &amp;ndash;julukan Messi- masih belum bisa unjuk gigi di Liga Prancis 2021-2022 sejak bergabung dari Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Dia sama sekali belum berkontribusi lewat gol ataupun assist dalam empat pertandingan di kompetisi lokal.
Karena itu, Henry yang pernah menjadi rekan satu tim Messi di Barcelona selama tiga tahun pada 2007-2010, mengkritik strategi yang diterapkan Mauricio Pochettino untuk La Pulga di PSG. Menurutnya, Messi seperti terisolasi di sana karena jarang mendapatkan bola.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lagi-Lagi Tampil Melempem saat Bela PSG, Ada Apa dengan Lionel Messi?

Selain itu, pria asal Prancis itu mengatakan bahwa Messi akan lebih maksimal jika diletakkan di tengah dibanding ditempatkan di sisi kanan sebagai penyerang sayap seperti yang dilakukan Pochettino selama ini. Sebab, Messi akan mendapatkan lebih banyak bola untuk bisa mengatur tempo permainan.
&amp;ldquo;Dia (Messi) terisolasi, dia kurang menguasai bola. Saya tidak akan mengatakan dia sedih, tetapi dia terisolasi. Saya lebih suka dia di tengah,&amp;rdquo; kata Henry dilansir dari Marca, Selasa (26/10/2021).
&quot;Saya mengalami masalah dengan Leo di sisi kanan. Di tengah, dia bisa mengatur tempo. Sesuatu yang perlu ditemukan untuk membuat Kylian (Mbappe), Neyma (Jr.), dan Messi bermain bersama,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;ldquo;Saya tidak berpikir dia bisa membuat perbedaan di sebelah kanan. Saya tidak memiliki detail yang tepat dari sudut pandang taktis,&amp;rdquo; tuturnya.
Lebih lanjut, Henry mengatakan bahwa saat ini permainan Les Parisiens &amp;ndash;julukan PSG- fokus kepada Kylian Mbappe. Sebab, Mbappe adalah pemain yang paling menonjol dan bola selalu dialirkan kepadanya.
&quot;Messi tidak banyak bicara, dia berbicara dengan bola. Untuk saat ini, ini adalah tim Kylian. Kylian adalah orang yang paling membuatnya bersinar. Bola lebih mengarah ke dia,&amp;rdquo; jelas mantan pesepakbola yang kini berusia 44 tahun itu.

&quot;Setiap saat hanya boleh ada satu konduktor, jika tidak, anda tidak bisa bermain dengan tempo yang sama. Sementara di tim ini ada terlalu banyak konduktor,&amp;rdquo; pungkasnya.
Meski tak apik di Liga Prancis, performa Messi di Liga Champions jauh lebih baik. Dia telah mencatatkan tiga gol dari tiga pertandingannya di kompetisi terelit antar klub-klub Eropa tersebut.
Tentunya banyak yang berharap Messi bisa bersinar seperti saat masih bermain untuk Barcelona. Kini Messi tampaknya masih memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dengan gaya dan permainan PSG serta Liga Prancis.</content:encoded></item></channel></rss>
