<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alvaro Morata dan Romelu Lukaku Bobol Gawang Italia, Bakal Dipecat Juventus dan Inter Milan?</title><description>Jangan sampai Morata dan Lukaku mengalami nasib seperti yang dialami Ahn Jung-hwan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan"/><item><title>Alvaro Morata dan Romelu Lukaku Bobol Gawang Italia, Bakal Dipecat Juventus dan Inter Milan?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan-TYU1USoRms.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Morata saat hendak mengeksekusi penalti di laga Italia vs Spanyol. (Foto: REUTERS/Carl Recine)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/51/2436716/alvaro-morata-dan-romelu-lukaku-bobol-gawang-italia-bakal-dipecat-juventus-dan-inter-milan-TYU1USoRms.jpg</image><title>Morata saat hendak mengeksekusi penalti di laga Italia vs Spanyol. (Foto: REUTERS/Carl Recine)</title></images><description>ALVARO Morata dan  Romelu Lukaku merasakan kegetiran yang sama. Tim mereka sama-sama disingkirkan Italia di Piala Eropa 2020.
Belgia yang diperkuat Romelu Lukaku, dikalahkan Italia dengan skor 1-2 di perempatfinal Piala Eropa 2020. Sementara Spanyol yang diperkuat Morata, dikalahkan Italia dengan skor 2-4 via adu penalti di semifinal, setelah sebelumnya bermain 1-1 di waktu normal.

Namun, ada kesamaan di antara keduanya, yakni sama-sama membobol gawang Italia. Lukaku mencetak gol tunggal Belgia ke gawang Italia, begitu juga Alvaro Morata.
Keberhasilan membobol gawang Italia, apakah berpengaruh terhadap masa depannya bersama klubnya masing-masing? Sekada informasi, baik Romelu Lukaku dan Alvaro Morata sama-sama merumput di Liga Italia.
Romelu Lukaku berseragam Inter Milan, sedangkan Juventus berstatus pemain Juventus. Akankah mereka dipecat seperti yang pernah dialami penyerang asal Korea Selatan, Ahn Jung-hwan?
Bagi Anda yang mengikuti sepakbola dunia minimal sejak awal 2000-an, pasti tak asing dengan sosok Ahn Jung-hwan. Pesepakbola asal Korea Selatan ini pernah dipecat klub asal Italia, Perugia.
BACA JUGA: 5 Rekor yang Tercipta di Laga Italia vs Spanyol pada Semifinal Piala Eropa 2020, Nomor 1 Mengejutkan
Alasannya bukan karena performa buruk Ahn Jung-hwan, melainkan karena sang pemain telah menyingkirkan Italia di babak 16 besar Piala Dunia 2002. Sekadar informasi, Korea Selatan dan Italia bertemu di Stadion Daejeon World Cup di babak 16 besar Piala Dunia 2002.Saat itu, Korea Selatan yang berstatus tuan rumah tampil penuh percaya diri meski dihadapkan Italia yang saat itu berstatus tiga kali juara Piala Dunia. Terbukti, semangat skuad Korea Selatan tidak kendur meski tertinggal 0-1 hingga menit 87. Ketika pertandingan memasuki menit 88, Korea Selatan menyamakan kedudukan lewat aksi Seol Ki-hyeon. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga waktu normal usai.

(Ahn Jung-hwan saat bobol gawang Italia di Piala Dunia 2002)
Di babak perpanjangan waktu inilah, Ahn Jung-hwan mencetak gol kemenangan Korea Selatan via sundulan di menit 117. Dalam laga tersebut, Korea Selatan menang 2-1 atas Italia.
Sehari setelah pertandingan, presiden Perugia, Luciano Gaucci, membatalkan kontrak Ahn Jung-hwan. Saat itu, ia berkata tak mau mengontrak pemain yang merusak sepakbola Italia.
Setelah mendapat kritikan, Luciano Gaucci sebenarnya mencabut ucapannya di atas. Namun, Ahn Jung-hwan yang terlanjur sakit hati menolak kembali ke Perugia dan memilih gabung klub Korea Selatan, Shimizu S-Pulse.
Jadi, bagaimana  presiden Inter Milan dan Juventus? Di era modern seperti sekarang, kecil kemungkinan Lukaku dan Morata dipecat gara-gara  hal di atas.</description><content:encoded>ALVARO Morata dan  Romelu Lukaku merasakan kegetiran yang sama. Tim mereka sama-sama disingkirkan Italia di Piala Eropa 2020.
Belgia yang diperkuat Romelu Lukaku, dikalahkan Italia dengan skor 1-2 di perempatfinal Piala Eropa 2020. Sementara Spanyol yang diperkuat Morata, dikalahkan Italia dengan skor 2-4 via adu penalti di semifinal, setelah sebelumnya bermain 1-1 di waktu normal.

Namun, ada kesamaan di antara keduanya, yakni sama-sama membobol gawang Italia. Lukaku mencetak gol tunggal Belgia ke gawang Italia, begitu juga Alvaro Morata.
Keberhasilan membobol gawang Italia, apakah berpengaruh terhadap masa depannya bersama klubnya masing-masing? Sekada informasi, baik Romelu Lukaku dan Alvaro Morata sama-sama merumput di Liga Italia.
Romelu Lukaku berseragam Inter Milan, sedangkan Juventus berstatus pemain Juventus. Akankah mereka dipecat seperti yang pernah dialami penyerang asal Korea Selatan, Ahn Jung-hwan?
Bagi Anda yang mengikuti sepakbola dunia minimal sejak awal 2000-an, pasti tak asing dengan sosok Ahn Jung-hwan. Pesepakbola asal Korea Selatan ini pernah dipecat klub asal Italia, Perugia.
BACA JUGA: 5 Rekor yang Tercipta di Laga Italia vs Spanyol pada Semifinal Piala Eropa 2020, Nomor 1 Mengejutkan
Alasannya bukan karena performa buruk Ahn Jung-hwan, melainkan karena sang pemain telah menyingkirkan Italia di babak 16 besar Piala Dunia 2002. Sekadar informasi, Korea Selatan dan Italia bertemu di Stadion Daejeon World Cup di babak 16 besar Piala Dunia 2002.Saat itu, Korea Selatan yang berstatus tuan rumah tampil penuh percaya diri meski dihadapkan Italia yang saat itu berstatus tiga kali juara Piala Dunia. Terbukti, semangat skuad Korea Selatan tidak kendur meski tertinggal 0-1 hingga menit 87. Ketika pertandingan memasuki menit 88, Korea Selatan menyamakan kedudukan lewat aksi Seol Ki-hyeon. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga waktu normal usai.

(Ahn Jung-hwan saat bobol gawang Italia di Piala Dunia 2002)
Di babak perpanjangan waktu inilah, Ahn Jung-hwan mencetak gol kemenangan Korea Selatan via sundulan di menit 117. Dalam laga tersebut, Korea Selatan menang 2-1 atas Italia.
Sehari setelah pertandingan, presiden Perugia, Luciano Gaucci, membatalkan kontrak Ahn Jung-hwan. Saat itu, ia berkata tak mau mengontrak pemain yang merusak sepakbola Italia.
Setelah mendapat kritikan, Luciano Gaucci sebenarnya mencabut ucapannya di atas. Namun, Ahn Jung-hwan yang terlanjur sakit hati menolak kembali ke Perugia dan memilih gabung klub Korea Selatan, Shimizu S-Pulse.
Jadi, bagaimana  presiden Inter Milan dan Juventus? Di era modern seperti sekarang, kecil kemungkinan Lukaku dan Morata dipecat gara-gara  hal di atas.</content:encoded></item></channel></rss>
