<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Alasan Kroasia Bisa Hantam Spanyol di 16 Besar Piala Eropa 2020, Nomor 1 Belum Apik</title><description>Laga Timnas Kroasia vs Spanyol&amp;nbsp;akan berlangsung di Parken Stadium, Kopenhagen, Denmark</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik"/><item><title>3 Alasan Kroasia Bisa Hantam Spanyol di 16 Besar Piala Eropa 2020, Nomor 1 Belum Apik</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik</guid><pubDate>Minggu 27 Juni 2021 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Quadiliba Al-Farabi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik-Rlh3EZU1VW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Timnas Kroasia merayakan gol ke gawang Skotlandia. (Foto/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/27/51/2431718/3-alasan-kroasia-bisa-hantam-spanyol-di-16-besar-piala-eropa-2020-nomor-1-belum-apik-Rlh3EZU1VW.jpg</image><title>Skuad Timnas Kroasia merayakan gol ke gawang Skotlandia. (Foto/Reuters)</title></images><description>TIMNAS Kroasia akan menghadapi Spanyol pada 16 Besar Piala Eropa 2020. Laga akan berlangsung di Parken Stadium, Kopenhagen, Denmark, pada Senin, 23 Juni 2021 pukul 23.00 WIB.
Melihat rekor pertemuan antar kedua tim, Spanyol lebuh superior. Dari 8 kali pertemuan, Kroasia mampu menang 3 kali, imbang 1 kali, dan kalah sebanyak 4 kali. Pada aja ajang UEFA Nations League 2008, Kroasia dibantai Spanyol dengan skor mencolok 6-0.
Hanya saja, Kroasia bukan tim yang mudah dikalahkan. Apalagi performa Tim Matador asuhan Luis Enrique masih belum gemilang. Mereka seri pada dua laga di fase grup (Swedia dan Polandi), dan hanya meraih kemenangan saat melawan Slovakia
Baca juga:&amp;nbsp;David Alaba Masih Tak Terima Timnas Austria Dikalahkan Italia
Catatan Timnas Spanyol itu bisa menjadi modal yang baik bai Kroasia. Berikut tiga alasan Kroasi bisa kalahkan Spanyol di babak 16 Besar Piala Eropa 2020
3. Skuad Spanyol 2018 berbeda 99% dibanding 2021
Fakta yang didapat dari laman resmi UEFA  dikutip dari surat kabar Marca ini menyebutkan Luis Enrique membesut tim yang sangat berbeda dibanding 2018. Tahun di mana mereka dengan mudah menekuk pasukan Vatreni 6-0.
Baca juga:&amp;nbsp;Kabar Buruk! Kroasia Tanpa Ivan Perisic saat Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Eropa 2020

Dari susunan pemain yang juga dipublikasikan terpantau hanya nama Sergio Busquets yang masih berada di starting XI tahun ini. Sisanya merupakan pemain-pemain yang tak dipanggil maupun sudah pensiun, seperti Sergio Ramos, Isco, Asensio, hingga Isco.
Artinya, Timnas Spanyol menghadapi Kroasia dengan amunisi baru yang belum pernah menjajal permainan Luca Modric dkk sejauh ini. Ini dapat dimanfaatkan baik sang pelatih Zlatko Dalic.2. Skuad Kroasia Lebih Senior dibanding Spanyol
Belum lagi terdapat fakta bahwa Timnas Spanyol di Piala Eropa 2021 ini menurunkan skuad termuda semenjak 2008. Secara rata-rata usia pemain tim Matador yakni 26 tahun dan Kroasia berusia 27,8 tahun.

Artinya, hal ini menunjukkan dari segi per individu pemain, Kroasia jauh memiliki pengalaman. Katakanlah sang kapten Luca Modric yang masih dipercaya sang pelatih meski di umurnya yang 35 tahun tersebut.
1. Alvaro Morata Belum Apik
Satu hal lain yang dapat dimanfaatkan Kroasia yakni sang penyerang Spanyol, Alvaro Morata masih belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Sepanjang fase grup yang mereka lakoni, Morata baru satu kali mencetak gol saat menghadapi Polandia.
Hal ini pun membuat pemain berusia 28 tahun itu dikritik sejumlah pihak lantaran tak memberi kontribusi signifikan bagi tim. Artinya, secara performa belum sepenuhnya pulih, Morata juga menanggung beban mental yang berat.
1. Alvaro Morata Belum Apik
Satu hal lain yang dapat dimanfaatkan Kroasia yakni sang penyerang Spanyol, Alvaro Morata masih belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Sepanjang fase grup yang mereka lakoni, Morata baru satu kali mencetak gol saat menghadapi Polandia.
Hal ini pun membuat pemain berusia 28 tahun itu dikritik sejumlah pihak lantaran tak memberi kontribusi signifikan bagi tim. Artinya, secara performa belum sepenuhnya pulih, Morata juga menanggung beban mental yang berat.
</description><content:encoded>TIMNAS Kroasia akan menghadapi Spanyol pada 16 Besar Piala Eropa 2020. Laga akan berlangsung di Parken Stadium, Kopenhagen, Denmark, pada Senin, 23 Juni 2021 pukul 23.00 WIB.
Melihat rekor pertemuan antar kedua tim, Spanyol lebuh superior. Dari 8 kali pertemuan, Kroasia mampu menang 3 kali, imbang 1 kali, dan kalah sebanyak 4 kali. Pada aja ajang UEFA Nations League 2008, Kroasia dibantai Spanyol dengan skor mencolok 6-0.
Hanya saja, Kroasia bukan tim yang mudah dikalahkan. Apalagi performa Tim Matador asuhan Luis Enrique masih belum gemilang. Mereka seri pada dua laga di fase grup (Swedia dan Polandi), dan hanya meraih kemenangan saat melawan Slovakia
Baca juga:&amp;nbsp;David Alaba Masih Tak Terima Timnas Austria Dikalahkan Italia
Catatan Timnas Spanyol itu bisa menjadi modal yang baik bai Kroasia. Berikut tiga alasan Kroasi bisa kalahkan Spanyol di babak 16 Besar Piala Eropa 2020
3. Skuad Spanyol 2018 berbeda 99% dibanding 2021
Fakta yang didapat dari laman resmi UEFA  dikutip dari surat kabar Marca ini menyebutkan Luis Enrique membesut tim yang sangat berbeda dibanding 2018. Tahun di mana mereka dengan mudah menekuk pasukan Vatreni 6-0.
Baca juga:&amp;nbsp;Kabar Buruk! Kroasia Tanpa Ivan Perisic saat Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Eropa 2020

Dari susunan pemain yang juga dipublikasikan terpantau hanya nama Sergio Busquets yang masih berada di starting XI tahun ini. Sisanya merupakan pemain-pemain yang tak dipanggil maupun sudah pensiun, seperti Sergio Ramos, Isco, Asensio, hingga Isco.
Artinya, Timnas Spanyol menghadapi Kroasia dengan amunisi baru yang belum pernah menjajal permainan Luca Modric dkk sejauh ini. Ini dapat dimanfaatkan baik sang pelatih Zlatko Dalic.2. Skuad Kroasia Lebih Senior dibanding Spanyol
Belum lagi terdapat fakta bahwa Timnas Spanyol di Piala Eropa 2021 ini menurunkan skuad termuda semenjak 2008. Secara rata-rata usia pemain tim Matador yakni 26 tahun dan Kroasia berusia 27,8 tahun.

Artinya, hal ini menunjukkan dari segi per individu pemain, Kroasia jauh memiliki pengalaman. Katakanlah sang kapten Luca Modric yang masih dipercaya sang pelatih meski di umurnya yang 35 tahun tersebut.
1. Alvaro Morata Belum Apik
Satu hal lain yang dapat dimanfaatkan Kroasia yakni sang penyerang Spanyol, Alvaro Morata masih belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Sepanjang fase grup yang mereka lakoni, Morata baru satu kali mencetak gol saat menghadapi Polandia.
Hal ini pun membuat pemain berusia 28 tahun itu dikritik sejumlah pihak lantaran tak memberi kontribusi signifikan bagi tim. Artinya, secara performa belum sepenuhnya pulih, Morata juga menanggung beban mental yang berat.
1. Alvaro Morata Belum Apik
Satu hal lain yang dapat dimanfaatkan Kroasia yakni sang penyerang Spanyol, Alvaro Morata masih belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Sepanjang fase grup yang mereka lakoni, Morata baru satu kali mencetak gol saat menghadapi Polandia.
Hal ini pun membuat pemain berusia 28 tahun itu dikritik sejumlah pihak lantaran tak memberi kontribusi signifikan bagi tim. Artinya, secara performa belum sepenuhnya pulih, Morata juga menanggung beban mental yang berat.
</content:encoded></item></channel></rss>
