<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juarai Liga Italia 2020-2021, Bukti Inter Milan Bukan Tim Tempat Sampah</title><description>Keberhasilan Inter menjuarai Liga Italia 2020-2021 jadi bukti bahwa mereka bukan tim tempat sampah.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah"/><item><title>Juarai Liga Italia 2020-2021, Bukti Inter Milan Bukan Tim Tempat Sampah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah-bLmLK2eQdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para Pemain Inter Milan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/47/2404917/juarai-liga-italia-2020-2021-bukti-inter-milan-bukan-tim-tempat-sampah-bLmLK2eQdX.jpg</image><title>Para Pemain Inter Milan (Foto: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, benar-benar bangga dengan perjuangan skuad asuhannya untuk menjuarai Liga Italia musim 2020-2021. Conte juga menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Inter bukanlah tim tempat sampah seperti yang dikatakan para penggemar rival mereka.
Sebagaimana diketahui, manajemen Inter memang menerapkan kebijakan transfer yang aneh dalam dua musim terakhir. Ya, mereka lebih gemar mengumpulkan pemain-pemain senior yang mulai kehilangan tempat di tim sebelumnya.

Beberapa nama pemain uzur yang diboyong Inter dalam dua musim terakhir adalah Ashley Young, Alexis Sanchez, Arturo Vidal, Aleksandar Kolarov, dan Ivan Perisic. Nama-nama tersebut dinilai sudah habis dari masa-masa keemasan mereka.
Bahkan kebijakan transfer Inter tersebut mendapatkan mendapatkan protes dari para pendukungnya sendiri. Tidak sedikit dari mereka yang merasa pesimis soal peluang Inter menjadi kampiun Liga Italia musim ini.
Baca Juga:   Antonio Conte, Sosok yang Memulai dan Menyudahi Dominasi Juventus di Liga Italia
Akan tetapi kenyataannya, para pemain yang awalnya disebut sudah habis itu justru berhasil memberikan kontribusi luar biasa. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berhasil menjadi pembeda ketika Inter sedang dalam kondisi deadlock.Conte sendiri mengaku memang menaruh kepercayaan tinggi kepada para  pemain-pemain senior tersebut. Pasalnya Conte sadar bahwa untuk bisa  membawa kesuksesan ke Inter, maka ia butuh pemain dengan mental juara  seperti nama-nama tersebut.
&amp;ldquo;Mereka merupakan tim pemenang. Mereka memiliki keseimbangan antara  menyerang dan bertahan yang sama baiknya,&amp;rdquo; jelas Conte, sebagaimana  dilaporkan oleh Football Italia, Senin (3/5/2021).

&amp;ldquo;Para pemain terus belajar membaca permainan dan kapan waktunya untuk  menekan lawan, serta kapan untuk lebih santai di area kami sendiri dan  menunggu. Itu merupakan sebuah tanda dari tim yang berpengalaman,&amp;rdquo;  sambung eks pelatih Chelsea tersebut.
Baca Juga:  Trappatoni Balik ke Juventus Usai Bawa Inter Milan Juara Liga Italia, Bagaimana Conte?
&amp;ldquo;Seorang pelatih harus mengerti bagaimana cara menyakiti lawan, tapi  juga tidak kehilangan jati diri. Kami tidak pernah kehilangan identitas  kami, karena ketika kami menguasai bola, kami tahu persis apa yang harus  kami lakukan. Kami juga tahu persis apa yang harus dilakukan saat kami  tidak menguasai bola,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, benar-benar bangga dengan perjuangan skuad asuhannya untuk menjuarai Liga Italia musim 2020-2021. Conte juga menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Inter bukanlah tim tempat sampah seperti yang dikatakan para penggemar rival mereka.
Sebagaimana diketahui, manajemen Inter memang menerapkan kebijakan transfer yang aneh dalam dua musim terakhir. Ya, mereka lebih gemar mengumpulkan pemain-pemain senior yang mulai kehilangan tempat di tim sebelumnya.

Beberapa nama pemain uzur yang diboyong Inter dalam dua musim terakhir adalah Ashley Young, Alexis Sanchez, Arturo Vidal, Aleksandar Kolarov, dan Ivan Perisic. Nama-nama tersebut dinilai sudah habis dari masa-masa keemasan mereka.
Bahkan kebijakan transfer Inter tersebut mendapatkan mendapatkan protes dari para pendukungnya sendiri. Tidak sedikit dari mereka yang merasa pesimis soal peluang Inter menjadi kampiun Liga Italia musim ini.
Baca Juga:   Antonio Conte, Sosok yang Memulai dan Menyudahi Dominasi Juventus di Liga Italia
Akan tetapi kenyataannya, para pemain yang awalnya disebut sudah habis itu justru berhasil memberikan kontribusi luar biasa. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berhasil menjadi pembeda ketika Inter sedang dalam kondisi deadlock.Conte sendiri mengaku memang menaruh kepercayaan tinggi kepada para  pemain-pemain senior tersebut. Pasalnya Conte sadar bahwa untuk bisa  membawa kesuksesan ke Inter, maka ia butuh pemain dengan mental juara  seperti nama-nama tersebut.
&amp;ldquo;Mereka merupakan tim pemenang. Mereka memiliki keseimbangan antara  menyerang dan bertahan yang sama baiknya,&amp;rdquo; jelas Conte, sebagaimana  dilaporkan oleh Football Italia, Senin (3/5/2021).

&amp;ldquo;Para pemain terus belajar membaca permainan dan kapan waktunya untuk  menekan lawan, serta kapan untuk lebih santai di area kami sendiri dan  menunggu. Itu merupakan sebuah tanda dari tim yang berpengalaman,&amp;rdquo;  sambung eks pelatih Chelsea tersebut.
Baca Juga:  Trappatoni Balik ke Juventus Usai Bawa Inter Milan Juara Liga Italia, Bagaimana Conte?
&amp;ldquo;Seorang pelatih harus mengerti bagaimana cara menyakiti lawan, tapi  juga tidak kehilangan jati diri. Kami tidak pernah kehilangan identitas  kami, karena ketika kami menguasai bola, kami tahu persis apa yang harus  kami lakukan. Kami juga tahu persis apa yang harus dilakukan saat kami  tidak menguasai bola,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
