<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antonio Conte Akui Sempat Ragu Terima Pinangan Inter Milan</title><description>Conte akui sempat ragu terima tawaran latih Inter.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan"/><item><title>Antonio Conte Akui Sempat Ragu Terima Pinangan Inter Milan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan</guid><pubDate>Minggu 02 Mei 2021 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan-JwGI7W13lA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte (Foto: Massimo Pinca/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/02/47/2404268/antonio-conte-akui-sempat-ragu-terima-pinangan-inter-milan-JwGI7W13lA.jpg</image><title>Antonio Conte (Foto: Massimo Pinca/REUTERS)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Antonio Conte mengenang kembali masa-masa awal pendekatan yang dilakukan oleh manajemen Inter Milan kepadanya. Conte sendiri tak menampik dirinya sempat ragu menerima pinangan sebagai pelatih Inter.
Sebagaimana diketahui, Conte memang diangkat sebagai pelatih Inter sebelum musim 2019-2020 bergulir. Ya, manajemen Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter&amp;ndash; menunjuk Conte sebagai pengganti Luciano Spalletti yang dinilai gagal mengangkat prestasi klub.

Conte sendiri sempat membuat gebrakan di awal-awal masa kepemimpinannya di Inter. Conte sempat membawa Inter melakoni sejumlah pertandingannya di Liga Italia 2019-2020 dengan catatan sempurna alias selalu menang.
Akan tetapi sejak paruh musim, performa Inter mengalami penurunan sehingga gagal menjuarai Liga Italia 2019-2020. Situasi tersebut sempat membuat masa depan Conte di Inter kencang dispekulasikan. Meski pada akhirnya manajemen Inter dan Conte bersepakat untuk terus melanjutkan kerja samanya.
Baca Juga:  Inter Milan Scudetto, Dominasi Juventus di Liga Italia Resmi Berakhir
Sementara pada musim 2020-2021, Inter arahan Conte sempat juga menunjukkan performa yang inkonsisten. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Conte berhasil membawa Inter tampil membaik dan bahkan kini berpeluang besar menjadi kampiun Liga Italia 2020-2021.
Conte pun lantas bercerita kembali pada saat awal-awal manajemen Inter memintanya menggantikan Spalletti. Pada saat itu, Conte mengaku sempat ragu menerima tawaran Inter, mengingat dirinya memang sangat identik dengan Juventus.Ya, Conte merasa ragu bahwa kehadirannya bakal diterima dengan baik  oleh para penggemar Inter yang memang memiliki hubungan kurang baik  dengan Juve. Namun pada akhirnya Conte menerima tawaran itu, lantaran  merasa tertantang untuk bisa merebut hati para penggemar Inter.
&amp;ldquo;Saya membuat keputusan yang menantang dengan melatih Inter. Banyak  yang akan bersembunyi di balik sejarah dan itu sempat membuat saya ragu.  Namun saya suka tantangan dan datang ke sini untuk menantang diri  sendiri,&amp;rdquo; jelas Conte, seperti dirangkum dari Football Italia, Minggu  (2/5/2021).

&amp;ldquo;Saya senantiasa jadi suporter semua klub tempat saya pernah  berkerja, tapi yang utama adalah saya selalu menjadi suporter klub  tempat saya bekerja pada saat ini. Saya tahu takkan mudah buat diri saya  untuk memasuki hati seluruh pendukung Inter,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga:  Gara-Gara Warna Biru, Barcelona Juara Liga Spanyol dan Ikuti Sukses Inter Milan Serta Man City?
&amp;ldquo;Akan tetapi saya selalu mengerahkan segala usaha buat tim tempat  saya bekerja. Menurutku, kali ini aku benar-benar sudah menantang diriku  sendiri dan aku dianugerahi sebuah tim yang mampu tampil dengan luar  biasa,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 51 tahun tersebut.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Antonio Conte mengenang kembali masa-masa awal pendekatan yang dilakukan oleh manajemen Inter Milan kepadanya. Conte sendiri tak menampik dirinya sempat ragu menerima pinangan sebagai pelatih Inter.
Sebagaimana diketahui, Conte memang diangkat sebagai pelatih Inter sebelum musim 2019-2020 bergulir. Ya, manajemen Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter&amp;ndash; menunjuk Conte sebagai pengganti Luciano Spalletti yang dinilai gagal mengangkat prestasi klub.

Conte sendiri sempat membuat gebrakan di awal-awal masa kepemimpinannya di Inter. Conte sempat membawa Inter melakoni sejumlah pertandingannya di Liga Italia 2019-2020 dengan catatan sempurna alias selalu menang.
Akan tetapi sejak paruh musim, performa Inter mengalami penurunan sehingga gagal menjuarai Liga Italia 2019-2020. Situasi tersebut sempat membuat masa depan Conte di Inter kencang dispekulasikan. Meski pada akhirnya manajemen Inter dan Conte bersepakat untuk terus melanjutkan kerja samanya.
Baca Juga:  Inter Milan Scudetto, Dominasi Juventus di Liga Italia Resmi Berakhir
Sementara pada musim 2020-2021, Inter arahan Conte sempat juga menunjukkan performa yang inkonsisten. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Conte berhasil membawa Inter tampil membaik dan bahkan kini berpeluang besar menjadi kampiun Liga Italia 2020-2021.
Conte pun lantas bercerita kembali pada saat awal-awal manajemen Inter memintanya menggantikan Spalletti. Pada saat itu, Conte mengaku sempat ragu menerima tawaran Inter, mengingat dirinya memang sangat identik dengan Juventus.Ya, Conte merasa ragu bahwa kehadirannya bakal diterima dengan baik  oleh para penggemar Inter yang memang memiliki hubungan kurang baik  dengan Juve. Namun pada akhirnya Conte menerima tawaran itu, lantaran  merasa tertantang untuk bisa merebut hati para penggemar Inter.
&amp;ldquo;Saya membuat keputusan yang menantang dengan melatih Inter. Banyak  yang akan bersembunyi di balik sejarah dan itu sempat membuat saya ragu.  Namun saya suka tantangan dan datang ke sini untuk menantang diri  sendiri,&amp;rdquo; jelas Conte, seperti dirangkum dari Football Italia, Minggu  (2/5/2021).

&amp;ldquo;Saya senantiasa jadi suporter semua klub tempat saya pernah  berkerja, tapi yang utama adalah saya selalu menjadi suporter klub  tempat saya bekerja pada saat ini. Saya tahu takkan mudah buat diri saya  untuk memasuki hati seluruh pendukung Inter,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga:  Gara-Gara Warna Biru, Barcelona Juara Liga Spanyol dan Ikuti Sukses Inter Milan Serta Man City?
&amp;ldquo;Akan tetapi saya selalu mengerahkan segala usaha buat tim tempat  saya bekerja. Menurutku, kali ini aku benar-benar sudah menantang diriku  sendiri dan aku dianugerahi sebuah tim yang mampu tampil dengan luar  biasa,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 51 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
