<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain Liga Inggris Korban Rasisme, Marcus Rashford Paling Santai</title><description>Pemain Tottenham asal Korea Selatan itu diserang oleh berbagai komentar di media sosial</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai"/><item><title>5 Pemain Liga Inggris Korban Rasisme, Marcus Rashford Paling Santai</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai</guid><pubDate>Senin 12 April 2021 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Lestari Rahayuningtyas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai-yBoIAMeant.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marcus Rashford. (Foto/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/12/51/2393338/5-pemain-liga-inggris-korban-rasisme-marcus-rashford-paling-santai-yBoIAMeant.jpg</image><title>Marcus Rashford. (Foto/Reuters)</title></images><description>SERANGAN rasisme bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pesepakbola tersohor. Umpatan secara langsung atau dari media sosial kerap diterima para pemain sepakbola dari para penggemar tim lawan.
Sepakbola khususnya di Eropa mengkampanyekan tak ada ruang untuk rasisme dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para pesepakbola masih saja menjadi korban rasisme.
5. Son Heung-min
Pemain Tottenham asal Korea Selatan itu diserang oleh berbagai komentar di media sosial setelah timnya menderita kekalahan dari Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2020-2021.

Son mendapat pelecehan rasisme usai dia terlibat duel dengan gelandang Man United, Scott McTominay. Wasit yang meninjau melalui VAR, menilai McTominay melakukan pelanggaran, sehingga gol untuk Man United dari kaki Edinson Cavani dianulir.
&quot;Kembali satu matchday berlalu dan kembali serangan rasial mengerikan harus dialami oleh salah satu pemain kami,&quot; pernyataan resmi Tim Lilywhites membela Son.
4. Moise Kean
Kean mendapat serangan rasis saat dia membela Juventus. Ketika timnya menghadapi Cagliari, Moise berhasil mencetak gol.
Dia melakukan selebrasi di depan tribun fans Cagliari. Selebrasi Kean bertujuan membalas cemoohan yang diterimanya dari fans Cagliari sepanjang pertandingan.

Akan tetapi, selebrasi Kean dibalas juga dengan teriakan &amp;lsquo;buu&amp;rsquo; oleh fans Cagliari yang dianggap sebagai salah satu bentuk pelecehan rasisme di Liga Italia. Selain itu, terdengar pula suara-suara yang menirukan monyet dari fans Cagliari.3. Raheem Sterling
Penyerang Manchester City itu dilecehkan setelah di mencuit di Twitter menjelang timnya menghadapi Leeds United pada lanjutan Liga Inggris. &amp;ldquo;Satu untuk dilupakan,&amp;rdquo; tulis pemain Timnas Inggris tersebut.
Man biru kalah pada laga tersebut membuat seorang warganet mengunggah kata-kata rasis yang ditujukan pada Sterling. Menurut Twitter, pengguna tersebut telah menghapus pesan dan platform (media pengaduan) terkait telah mengambil tindakan terhadap oknum tersebut.

&quot;Tidak ada ruang untuk pelecehan rasis di Twitter dan kami bertekad dalam komitmen kami untuk memastikan percakapan sepakbola di layanan kami aman untuk para penggemar, pemain, dan semua orang yang terlibat dalam permainan. Peran kami dalam mengekang perilaku yang tidak dapat diterima ini-baik online maupun offline,&quot; pesan resmi twitter terhadap komentar rasis terkait.
4. Marcus Rashford
Pria berumur 23 tahun tersebut mengungkapkan cuitan di Twitter bahwa dirinya telah menjadi sasaran pelecehan dari warganet. Rashford mendapat pelecehan, usai Man United menahan imbang Arsenal di Emirates Stadium pada Minggu 31 Januari 2021 silam.
&quot;Saya seorang pria kulit hitam dan saya hidup setiap hari dengan bangga bahwa saya demikian,&quot; katanya di Twitter.

&quot;Tidak seorang pun, atau tidak ada apapun yang berkomentar, yang akan membuat saya merasa berbeda. Maaf jika Anda mencari reaksi keras, Anda tidak akan mendapatkannya di sini,&amp;rdquo; ujar anak muda kelahiran Manchester tersebut.1. Kepa Arrizabalaga
Kepa mendapat perlakuan rasis sangat keras. Dia dilempar botol minuman saat laga berjalan. Dikutip dari The Sun, pihak UEFA menyatakan bahwa sudah mengambil tindakan pada insiden yang terjadi saat pertandingan antara Tottenham Hotspurs dan Chelsea.
&quot;Kami mengetahui tentang insiden yang terjadi di laga antara Tottenham Hotspurs dan Chelsea. Kami bekerja sama dengan pejabat pertandingan,klub dan otoritas terkait untuk sepenuhnya menunjukan fakta dan mengambil langkah yang tepat,&quot; tutur perwakilan UEFA.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>SERANGAN rasisme bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pesepakbola tersohor. Umpatan secara langsung atau dari media sosial kerap diterima para pemain sepakbola dari para penggemar tim lawan.
Sepakbola khususnya di Eropa mengkampanyekan tak ada ruang untuk rasisme dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para pesepakbola masih saja menjadi korban rasisme.
5. Son Heung-min
Pemain Tottenham asal Korea Selatan itu diserang oleh berbagai komentar di media sosial setelah timnya menderita kekalahan dari Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2020-2021.

Son mendapat pelecehan rasisme usai dia terlibat duel dengan gelandang Man United, Scott McTominay. Wasit yang meninjau melalui VAR, menilai McTominay melakukan pelanggaran, sehingga gol untuk Man United dari kaki Edinson Cavani dianulir.
&quot;Kembali satu matchday berlalu dan kembali serangan rasial mengerikan harus dialami oleh salah satu pemain kami,&quot; pernyataan resmi Tim Lilywhites membela Son.
4. Moise Kean
Kean mendapat serangan rasis saat dia membela Juventus. Ketika timnya menghadapi Cagliari, Moise berhasil mencetak gol.
Dia melakukan selebrasi di depan tribun fans Cagliari. Selebrasi Kean bertujuan membalas cemoohan yang diterimanya dari fans Cagliari sepanjang pertandingan.

Akan tetapi, selebrasi Kean dibalas juga dengan teriakan &amp;lsquo;buu&amp;rsquo; oleh fans Cagliari yang dianggap sebagai salah satu bentuk pelecehan rasisme di Liga Italia. Selain itu, terdengar pula suara-suara yang menirukan monyet dari fans Cagliari.3. Raheem Sterling
Penyerang Manchester City itu dilecehkan setelah di mencuit di Twitter menjelang timnya menghadapi Leeds United pada lanjutan Liga Inggris. &amp;ldquo;Satu untuk dilupakan,&amp;rdquo; tulis pemain Timnas Inggris tersebut.
Man biru kalah pada laga tersebut membuat seorang warganet mengunggah kata-kata rasis yang ditujukan pada Sterling. Menurut Twitter, pengguna tersebut telah menghapus pesan dan platform (media pengaduan) terkait telah mengambil tindakan terhadap oknum tersebut.

&quot;Tidak ada ruang untuk pelecehan rasis di Twitter dan kami bertekad dalam komitmen kami untuk memastikan percakapan sepakbola di layanan kami aman untuk para penggemar, pemain, dan semua orang yang terlibat dalam permainan. Peran kami dalam mengekang perilaku yang tidak dapat diterima ini-baik online maupun offline,&quot; pesan resmi twitter terhadap komentar rasis terkait.
4. Marcus Rashford
Pria berumur 23 tahun tersebut mengungkapkan cuitan di Twitter bahwa dirinya telah menjadi sasaran pelecehan dari warganet. Rashford mendapat pelecehan, usai Man United menahan imbang Arsenal di Emirates Stadium pada Minggu 31 Januari 2021 silam.
&quot;Saya seorang pria kulit hitam dan saya hidup setiap hari dengan bangga bahwa saya demikian,&quot; katanya di Twitter.

&quot;Tidak seorang pun, atau tidak ada apapun yang berkomentar, yang akan membuat saya merasa berbeda. Maaf jika Anda mencari reaksi keras, Anda tidak akan mendapatkannya di sini,&amp;rdquo; ujar anak muda kelahiran Manchester tersebut.1. Kepa Arrizabalaga
Kepa mendapat perlakuan rasis sangat keras. Dia dilempar botol minuman saat laga berjalan. Dikutip dari The Sun, pihak UEFA menyatakan bahwa sudah mengambil tindakan pada insiden yang terjadi saat pertandingan antara Tottenham Hotspurs dan Chelsea.
&quot;Kami mengetahui tentang insiden yang terjadi di laga antara Tottenham Hotspurs dan Chelsea. Kami bekerja sama dengan pejabat pertandingan,klub dan otoritas terkait untuk sepenuhnya menunjukan fakta dan mengambil langkah yang tepat,&quot; tutur perwakilan UEFA.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
