<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Penyesalan Terbesar dalam Karier Cristiano Ronaldo, Nomor 1 soal Gengsi</title><description>Berikut lima penyesalan terbesar dalam karier Ronaldo.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi"/><item><title>5 Penyesalan Terbesar dalam Karier Cristiano Ronaldo, Nomor 1 soal Gengsi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi</guid><pubDate>Selasa 30 Maret 2021 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi-lrVoDTNpQ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cristiano Ronaldo (Foto: Massimo Pinca/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/30/51/2386418/5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-cristiano-ronaldo-nomor-1-soal-gengsi-lrVoDTNpQ7.jpg</image><title>Cristiano Ronaldo (Foto: Massimo Pinca/REUTERS)</title></images><description>CRISTIANO Ronaldo memang bisa dikatakan merupakan salah satu pesepakbola terhebat dalam sejarah. Hal itu memang tidak berlebihan, mengingat Ronaldo selalu sukses memberikan trofi untuk yang dibelanya. Selain itu, Ronaldo juga sukses menghadirkan gelar juara untuk tim nasional (Timnas) Portugal.
Tidak hanya di level klub dan Timnas, Ronaldo juga mampu menorehkan serangkaian rekor individu yang hampir sulit dipecahkan oleh pemain lainnya di masa depan. Meski begitu perjalanan karier Ronaldo tidak selalu mulus, bahkan setidaknya ada lima penyesalan terbesar yang dirasakan olehnya.
Berikut lima penyesalan terbesar dalam karier Ronaldo:
 
5. Kalah dari Barcelona di Final Liga Champions 2008-2009

Musim 2008-2009 bisa dikatakan salah satu musim terbaik Ronaldo bersama Manchester United. Ronaldo pun berharap bisa menyudahi musim tersebut dengan membawa Man United mempertahankan gelar juara Liga Champions.
Akan tetapi nasib kurang beruntung dialami Ronaldo kala tampil bersama Man United di final Liga Champions 2008-2009. Ya, Ronaldo gagal menghadirkan trofi Liga Champions untuk Man United, usai dikalahkan Barcelona dengan skor akhir 0-2. Itu pun menjadi satu-satunya kekalahan Ronaldo di final Liga Champions sepanjang kariernya.
4. Mengalami Cedera di Final Piala Eropa 2016

Tidak ada yang memprediksi bahwa Timnas Portugal bisa melangkah jauh di Piala Eropa 2016 Prancis. Akan tetapi berkat kematangan dan kemampuan Ronaldo, Timnas Portugal mampu membuat kejutan di turnamen empat tahunan tersebut.
Ronaldo sendiri memang jadi pemain yang paling menonjol dalam langkah Timnas Portugal mencapai final Piala Eropa 2016. Namun sebuah nasib sial dialami Ronaldo kala tampil di partai final. Ya, Ronaldo mengalami cedera, sehingga harus diganti pemain lain. Beruntung, Timnas Portugal bisa tetap tampil apik dengan mengalahkan Prancis 1-0 dan jadi juara Piala Eropa 2016.3. Belum Mampu Membawa Portugal Juarai Piala Dunia

Memenangkan gelar Piala Dunia memang menjadi impian setiap pemain,  tidak terkecuali Ronaldo. Ya, Ronaldo memang sangat berharap untuk bisa  membawa negaranya tersebut menjadi yang terbaik di dunia.
Akan tetapi dalam empat kesempatan tampil di Piala Dunia, Ronaldo  masih belum mampu membawa Portugal keluar sebagai juara. Prestasi  terbaik Ronaldo bersama Portugal di Piala Dunia hadir pada edisi 2006,  yang mana mereka mampu mencapai babak semifinal.
2. Gagal Menginspirasi Juventus untuk Merengkuh Titel Liga Champions

Tujuan utama Juventus merekrut Cristiano Ronaldo pada bursa transfer  musim panas 2018 adalah untuk membantu mereka menjuarai Liga Champions.  Sebab, Ronaldo memang memiliki segudang pengalaman memenangkan gelar  Liga Champions bersama Man United atau Real Madrid.
Akan tetapi semenjak Ronaldo tiba ke Turin, Juve justru semakin  kesulitan untuk bisa berbicara banyak di Liga Champions. Bahkan di musim  2020-2021, Ronaldo kembali gagal membawa Juve menjuarai di Liga  Champions usai disingkirkan FC Porto di babak 16 Besar.1. Tidak Mampu Meraih Gelar Ballo dOr Lebih Banyak daripada Lionel Messi

Rivalitas antara Ronaldo dan Lionel Messi memang sudah tersaji dalam   satu dekade terakhir. Keduanya pun bersaing untuk bisa menjadi yang   terbaik di dunia dengan membawa klubnya masing-masing menorehkan   prestasi gemilang, serta mencatatkan rekor individu mengesankan.
Rivalitas antara Ronaldo dan Messi sendiri bertujuan satu, yakni   meraih gelar individu Ballon dOr, sebanyak mungkin. Namun Ronaldo pun   akhirnya harus mengakui keunggulan Messi dengan koleksi enam gelar,   sementara Ronaldo tertahan di lima trofi.</description><content:encoded>CRISTIANO Ronaldo memang bisa dikatakan merupakan salah satu pesepakbola terhebat dalam sejarah. Hal itu memang tidak berlebihan, mengingat Ronaldo selalu sukses memberikan trofi untuk yang dibelanya. Selain itu, Ronaldo juga sukses menghadirkan gelar juara untuk tim nasional (Timnas) Portugal.
Tidak hanya di level klub dan Timnas, Ronaldo juga mampu menorehkan serangkaian rekor individu yang hampir sulit dipecahkan oleh pemain lainnya di masa depan. Meski begitu perjalanan karier Ronaldo tidak selalu mulus, bahkan setidaknya ada lima penyesalan terbesar yang dirasakan olehnya.
Berikut lima penyesalan terbesar dalam karier Ronaldo:
 
5. Kalah dari Barcelona di Final Liga Champions 2008-2009

Musim 2008-2009 bisa dikatakan salah satu musim terbaik Ronaldo bersama Manchester United. Ronaldo pun berharap bisa menyudahi musim tersebut dengan membawa Man United mempertahankan gelar juara Liga Champions.
Akan tetapi nasib kurang beruntung dialami Ronaldo kala tampil bersama Man United di final Liga Champions 2008-2009. Ya, Ronaldo gagal menghadirkan trofi Liga Champions untuk Man United, usai dikalahkan Barcelona dengan skor akhir 0-2. Itu pun menjadi satu-satunya kekalahan Ronaldo di final Liga Champions sepanjang kariernya.
4. Mengalami Cedera di Final Piala Eropa 2016

Tidak ada yang memprediksi bahwa Timnas Portugal bisa melangkah jauh di Piala Eropa 2016 Prancis. Akan tetapi berkat kematangan dan kemampuan Ronaldo, Timnas Portugal mampu membuat kejutan di turnamen empat tahunan tersebut.
Ronaldo sendiri memang jadi pemain yang paling menonjol dalam langkah Timnas Portugal mencapai final Piala Eropa 2016. Namun sebuah nasib sial dialami Ronaldo kala tampil di partai final. Ya, Ronaldo mengalami cedera, sehingga harus diganti pemain lain. Beruntung, Timnas Portugal bisa tetap tampil apik dengan mengalahkan Prancis 1-0 dan jadi juara Piala Eropa 2016.3. Belum Mampu Membawa Portugal Juarai Piala Dunia

Memenangkan gelar Piala Dunia memang menjadi impian setiap pemain,  tidak terkecuali Ronaldo. Ya, Ronaldo memang sangat berharap untuk bisa  membawa negaranya tersebut menjadi yang terbaik di dunia.
Akan tetapi dalam empat kesempatan tampil di Piala Dunia, Ronaldo  masih belum mampu membawa Portugal keluar sebagai juara. Prestasi  terbaik Ronaldo bersama Portugal di Piala Dunia hadir pada edisi 2006,  yang mana mereka mampu mencapai babak semifinal.
2. Gagal Menginspirasi Juventus untuk Merengkuh Titel Liga Champions

Tujuan utama Juventus merekrut Cristiano Ronaldo pada bursa transfer  musim panas 2018 adalah untuk membantu mereka menjuarai Liga Champions.  Sebab, Ronaldo memang memiliki segudang pengalaman memenangkan gelar  Liga Champions bersama Man United atau Real Madrid.
Akan tetapi semenjak Ronaldo tiba ke Turin, Juve justru semakin  kesulitan untuk bisa berbicara banyak di Liga Champions. Bahkan di musim  2020-2021, Ronaldo kembali gagal membawa Juve menjuarai di Liga  Champions usai disingkirkan FC Porto di babak 16 Besar.1. Tidak Mampu Meraih Gelar Ballo dOr Lebih Banyak daripada Lionel Messi

Rivalitas antara Ronaldo dan Lionel Messi memang sudah tersaji dalam   satu dekade terakhir. Keduanya pun bersaing untuk bisa menjadi yang   terbaik di dunia dengan membawa klubnya masing-masing menorehkan   prestasi gemilang, serta mencatatkan rekor individu mengesankan.
Rivalitas antara Ronaldo dan Messi sendiri bertujuan satu, yakni   meraih gelar individu Ballon dOr, sebanyak mungkin. Namun Ronaldo pun   akhirnya harus mengakui keunggulan Messi dengan koleksi enam gelar,   sementara Ronaldo tertahan di lima trofi.</content:encoded></item></channel></rss>
