<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Enrique Berang Spanyol Hanya Mampu Imbang Kontra Yunani </title><description>Luis Enrique kesal dengan hasil imbang antara Spanyol vs Yunani.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani"/><item><title>Enrique Berang Spanyol Hanya Mampu Imbang Kontra Yunani </title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani</guid><pubDate>Jum'at 26 Maret 2021 05:40 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani-yjT8lQHMLW.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Luis Enrique memegangi bola (Foto: Reuters/Jon Nazca)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/26/51/2384249/enrique-berang-spanyol-hanya-mampu-imbang-kontra-yunani-yjT8lQHMLW.JPG</image><title>Luis Enrique memegangi bola (Foto: Reuters/Jon Nazca)</title></images><description>GRANADA &amp;ndash; Pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Luis Enrique, kecewa berat dengan hasil imbang 1-1 melawan Yunani. Menurutnya, La Furia Roja tampil kurang efektif dan tajam setelah mampu unggul 1-0.
Start kurang apik dilakoni Spanyol pada matchday satu Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Menjamu Yunani di Stadion Los Carmenes, Granada, Alvaro Morata dan kawan-kawan harus puas berbagi satu angka.
Baca juga:&amp;nbsp;Spanyol vs Yunani Berakhir 1-1, Penalti Batalkan Kemenangan Tuan Rumah
Padahal, Spanyol mampu tampil dominan dan unggul lebih dulu lewat gol Alvaro Morata (33&amp;rsquo;). Sayangnya, sebuah kesalahan fatal dari Inigo Martinez di babak kedua, membuyarkan kemenangan tuan rumah.

Wasit Marco Guida menunjuk titik putih dan Tasos Bakasetas sukses mengonversi penalti menjadi gol (57&amp;rsquo;). Setelah kedudukan sama kuat, Spanyol terus mengurung Ethniki di wilayah pertahanan sendiri.
Baca juga:&amp;nbsp;Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa: Spanyol Gagal Menang, Inggris-Jerman Berpesta
Namun, kerja keras mereka tidak berbuah hasil manis. Spanyol gagal mencetak gol kemenangan dan harus puas berbagi satu angka. Hasil tersebut sungguh membuat Luis Enrique kecewa.
&amp;ldquo;Saya tidak menyukai hasil ini sama sekali. Saya menyukai ritme permainan anak-anak. Sayangnya, ketika kami mendekati wilayah pertahanan Yunani, kami kurang tajam dan efisien,&amp;rdquo; tegas Luis Enrique, sebagaimana dimuat laman resmi UEFA, Jumat (26/3/2021).
Eks Pelatih Barcelona itu tak mau mengundang kontroversi dengan mengomentari hadiah penalti untuk Yunani. Baginya, evaluasi soal kurang tajamnya penyelesaian akhir jauh lebih penting daripada melontarkan kalimat-kalimat provokatif.
&amp;ldquo;Setelah unggul 1-0, tim bermain seperti biasa. Kami berusaha mencari gol kedua dan ketiga. Saya tidak mau berbicara soal hal-hal kontroversial,&amp;rdquo; tukas Enrique, dikutip dari AS.

&amp;ldquo;Agar penguasaan bola menjadi bahaya, kami harus terus menekan lawan di area mereka sendiri. Yang kami butuhkan hanya penyelesaian akhir. Kami harus mampu mengonversi peluang-peluang yang tercipta,&amp;rdquo; sesal pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Hasil pahit tersebut wajib dilupakan Spanyol. Sebab, mereka harus bertandang ke markas Georgia pada Minggu 28 Maret 2021 malam WIB untuk matchday kedua.
</description><content:encoded>GRANADA &amp;ndash; Pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Luis Enrique, kecewa berat dengan hasil imbang 1-1 melawan Yunani. Menurutnya, La Furia Roja tampil kurang efektif dan tajam setelah mampu unggul 1-0.
Start kurang apik dilakoni Spanyol pada matchday satu Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Menjamu Yunani di Stadion Los Carmenes, Granada, Alvaro Morata dan kawan-kawan harus puas berbagi satu angka.
Baca juga:&amp;nbsp;Spanyol vs Yunani Berakhir 1-1, Penalti Batalkan Kemenangan Tuan Rumah
Padahal, Spanyol mampu tampil dominan dan unggul lebih dulu lewat gol Alvaro Morata (33&amp;rsquo;). Sayangnya, sebuah kesalahan fatal dari Inigo Martinez di babak kedua, membuyarkan kemenangan tuan rumah.

Wasit Marco Guida menunjuk titik putih dan Tasos Bakasetas sukses mengonversi penalti menjadi gol (57&amp;rsquo;). Setelah kedudukan sama kuat, Spanyol terus mengurung Ethniki di wilayah pertahanan sendiri.
Baca juga:&amp;nbsp;Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa: Spanyol Gagal Menang, Inggris-Jerman Berpesta
Namun, kerja keras mereka tidak berbuah hasil manis. Spanyol gagal mencetak gol kemenangan dan harus puas berbagi satu angka. Hasil tersebut sungguh membuat Luis Enrique kecewa.
&amp;ldquo;Saya tidak menyukai hasil ini sama sekali. Saya menyukai ritme permainan anak-anak. Sayangnya, ketika kami mendekati wilayah pertahanan Yunani, kami kurang tajam dan efisien,&amp;rdquo; tegas Luis Enrique, sebagaimana dimuat laman resmi UEFA, Jumat (26/3/2021).
Eks Pelatih Barcelona itu tak mau mengundang kontroversi dengan mengomentari hadiah penalti untuk Yunani. Baginya, evaluasi soal kurang tajamnya penyelesaian akhir jauh lebih penting daripada melontarkan kalimat-kalimat provokatif.
&amp;ldquo;Setelah unggul 1-0, tim bermain seperti biasa. Kami berusaha mencari gol kedua dan ketiga. Saya tidak mau berbicara soal hal-hal kontroversial,&amp;rdquo; tukas Enrique, dikutip dari AS.

&amp;ldquo;Agar penguasaan bola menjadi bahaya, kami harus terus menekan lawan di area mereka sendiri. Yang kami butuhkan hanya penyelesaian akhir. Kami harus mampu mengonversi peluang-peluang yang tercipta,&amp;rdquo; sesal pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Hasil pahit tersebut wajib dilupakan Spanyol. Sebab, mereka harus bertandang ke markas Georgia pada Minggu 28 Maret 2021 malam WIB untuk matchday kedua.
</content:encoded></item></channel></rss>
