<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Dituding Sewa Buzzer, Kantor Barcelona Kini Digerebek Polisi</title><description>Kantor Barcelona digerebek oleh Kepolisian Catalunya guna menyelidiki skandal Barcagate.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi"/><item><title>Setelah Dituding Sewa Buzzer, Kantor Barcelona Kini Digerebek Polisi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi</guid><pubDate>Senin 01 Maret 2021 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi-naMM730GV1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Barcelona (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/01/46/2370386/setelah-dituding-sewa-buzzer-kantor-barcelona-kini-digerebek-polisi-naMM730GV1.jpg</image><title>Para pemain Barcelona (Foto: Reuters)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Kantor Barcelona digerebek oleh Kepolisian Catalunya guna menyelidiki skandal Barcagate. Hal ini tentunya membuat reputasi Barcelona semakin tercemar setelah klub berjuluk Blaugrana itu dilaporkan menyewa buzzer beberapa waktu lalu.
Saat ini Barcelona sejatinya sedang dalam investigasi polisi. Pasalnya, ada laporan yang menyebut bahwa telah terjadi korupsi di kubu Barcelona yang kemudian disebut dengan istilah Barcagate.
Baca juga: Lautaro Martinez Ungkap Penyebab Batal Gabung Barcelona 
Pada 2020, ketika Josep Maria Bartomeu masih menjabat sebagai Presiden klub,  Barcelona dilaporkan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan konsultan media, I3 Ventures. Disebutkan bahwa hal itu dilakukan untuk memantau pemberitaan terkait klub di dunia maya.

Bisa dibilang, tugas I3 Ventures adalah memastikan agar reputasi dan citra yang dimiliki Barcelona selalu baik di mata masyarakat. Akan tetapi, Cadena SER melaporkan bahwa I3 Ventures juga disewa untuk menyerang pihak-pihak yang menentang kebijakan klub.
Baca juga: Depak Ronald Koeman, Barcalona Tunjuk Mikel Arteta sebagai Pelatih Anyar
Para pemain seperti Gerard Pique dan Lionel Messi, kemudian Xavi Hernandez selaku legenda klub, telah menjadi korban dari keganasan buzzer tersebut. Sebab, mereka beberapa kali mengkritik kebijakan klub.
Tidak hanya itu, Bartomeu juga disebut menyewa buzzer untuk melawan para kandidat Presiden Barcelona, seperti Joan Laporta dan Victor Font. Sebagaimana diketahui, pemilihan Presiden Barcelona yang baru rencananya dilangsungkan pada 2021 ini.
Tudingan menyewa buzzer tersebut tentunya dibantah oleh Bartomeu. Ia  menjelaskan bahwa tujuannya menjalin kerja sama dengan I3 Ventures hanya  untuk melakukan analisis di media sosial.
Sedangkan mengenai pihak-pihak yang menyerang Messi, Xavi, dan  tokoh-tokoh lainnya, Bartomeu mengaku tidak tahu. Akan tetapi, delapan  anggota klub melancarkan pengaduan resmi ke polisi, sehingga mendorong  penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pada Senin (1/3/2021), Cadena SER melaporkan bahwa polisi telah  melakukan penggerebekan di kantor Barcelona. Dokumen terkait kasus itu  juga dibawa dalam penggeledahan yang dilakukan Juli lalu.
Tuduhan resmi terhadap mereka yang terlibat pun belum dikesampingkan,  karena administrasi yang tidak adil dan korupsi antar-individu. Hingga  saat ini polisi masih melakukan  penyelidikan untuk mencari bukti-bukti  yang lebih kuat.
</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Kantor Barcelona digerebek oleh Kepolisian Catalunya guna menyelidiki skandal Barcagate. Hal ini tentunya membuat reputasi Barcelona semakin tercemar setelah klub berjuluk Blaugrana itu dilaporkan menyewa buzzer beberapa waktu lalu.
Saat ini Barcelona sejatinya sedang dalam investigasi polisi. Pasalnya, ada laporan yang menyebut bahwa telah terjadi korupsi di kubu Barcelona yang kemudian disebut dengan istilah Barcagate.
Baca juga: Lautaro Martinez Ungkap Penyebab Batal Gabung Barcelona 
Pada 2020, ketika Josep Maria Bartomeu masih menjabat sebagai Presiden klub,  Barcelona dilaporkan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan konsultan media, I3 Ventures. Disebutkan bahwa hal itu dilakukan untuk memantau pemberitaan terkait klub di dunia maya.

Bisa dibilang, tugas I3 Ventures adalah memastikan agar reputasi dan citra yang dimiliki Barcelona selalu baik di mata masyarakat. Akan tetapi, Cadena SER melaporkan bahwa I3 Ventures juga disewa untuk menyerang pihak-pihak yang menentang kebijakan klub.
Baca juga: Depak Ronald Koeman, Barcalona Tunjuk Mikel Arteta sebagai Pelatih Anyar
Para pemain seperti Gerard Pique dan Lionel Messi, kemudian Xavi Hernandez selaku legenda klub, telah menjadi korban dari keganasan buzzer tersebut. Sebab, mereka beberapa kali mengkritik kebijakan klub.
Tidak hanya itu, Bartomeu juga disebut menyewa buzzer untuk melawan para kandidat Presiden Barcelona, seperti Joan Laporta dan Victor Font. Sebagaimana diketahui, pemilihan Presiden Barcelona yang baru rencananya dilangsungkan pada 2021 ini.
Tudingan menyewa buzzer tersebut tentunya dibantah oleh Bartomeu. Ia  menjelaskan bahwa tujuannya menjalin kerja sama dengan I3 Ventures hanya  untuk melakukan analisis di media sosial.
Sedangkan mengenai pihak-pihak yang menyerang Messi, Xavi, dan  tokoh-tokoh lainnya, Bartomeu mengaku tidak tahu. Akan tetapi, delapan  anggota klub melancarkan pengaduan resmi ke polisi, sehingga mendorong  penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pada Senin (1/3/2021), Cadena SER melaporkan bahwa polisi telah  melakukan penggerebekan di kantor Barcelona. Dokumen terkait kasus itu  juga dibawa dalam penggeledahan yang dilakukan Juli lalu.
Tuduhan resmi terhadap mereka yang terlibat pun belum dikesampingkan,  karena administrasi yang tidak adil dan korupsi antar-individu. Hingga  saat ini polisi masih melakukan  penyelidikan untuk mencari bukti-bukti  yang lebih kuat.
</content:encoded></item></channel></rss>
