<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GeNose Jadi Alat Cek Covid-19 di Piala Menpora 2021, IDI Tolak Berkomentar</title><description>Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pun mengaku tidak memiliki data ilmiah mengenai GeNose.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar"/><item><title>GeNose Jadi Alat Cek Covid-19 di Piala Menpora 2021, IDI Tolak Berkomentar</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2021 22:47 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar-sVlQfCY1rf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto/Kemenpora)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/25/49/2368481/genose-jadi-alat-cek-covid-19-di-piala-menpora-2021-idi-tolak-berkomentar-sVlQfCY1rf.jpg</image><title>Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto/Kemenpora)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menolak untuk mengomentari penggunaan GeNose di turnamen pramusim Piala Menpora 2021 sebelum adanya bukti ilmiah tentang efektivitas alat tes COVID-19 buatan UGM itu.
&quot;Saya tidak bisa menjawab sampai bisa ditunjukkan ini, lho, bukti ilmiahnya,&quot; ujar Zubairi kepada Antara di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pun mengaku tidak memiliki data ilmiah mengenai GeNose.
Baca juga:&amp;nbsp;Usai Perpanjang Kontrak, Aji Santoso Langsung Persiapkan Persebaya untuk Piala Menpora 2021
Padahal, Zubairi menegaskan, apapun yang berkaitan dengan kesehatan manusia, termasuk alat untuk mengecek COVID-19 seperti GeNose, idealnya harus melewati kajian ilmiah sebelum digunakan secara luas di ruang publik.
Baca juga:&amp;nbsp;Teguh Amiruddin Berpotensi Pindah, Arema FC Bidik Kiper Australia
&quot;Terus terang saya tidak tahu sudah ada uji klinisnya atau belum. Bagaimana hasilnya, saya juga tidak mempunyai datanya,&quot; tutur dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
GeNose merupakan alat pendeteksi cepat COVID-19 dengan memeriksa hembusan napas. Hanya dibutuhkan sekitar kurang dari dua menit sampai hasil pengecekan keluar.
GeNose sudah digunakan di stasiun-stasiun kereta api dan, mulai 1 April 2021, rencananya akan dipakai di bandar udara.Di turnamen pramusim sepak bola Piala Menpora 2021, PSSI dan LIB berencana menggunakan GeNose sebagai salah satu pilihan alat tes COVID-19, selain tes usap (swab) antigen serta PCR, yang ditujukan ke pemain, pelatih dan ofisial sebelum pertandingan.
Hal itu dimuat dalam presentasi PSSI-LIB kepada Menpora, KONI serta Polri dan telah dipublikasikan kepada khalayak umum.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebutkan uji usap antigen/PCR/GeNose dilakukan pukul 09.00 WIB pada hari pertandingan.
Sesuai dengan kesepakatan Polri, Kemenpora, PSSI dan LIB, Piala Menpora 2021 yang berlangsung pada 20 Maret-25 April 2021 akan digelar dengan penerapan ketat protokol kesehatan pencegahan COVID-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menolak untuk mengomentari penggunaan GeNose di turnamen pramusim Piala Menpora 2021 sebelum adanya bukti ilmiah tentang efektivitas alat tes COVID-19 buatan UGM itu.
&quot;Saya tidak bisa menjawab sampai bisa ditunjukkan ini, lho, bukti ilmiahnya,&quot; ujar Zubairi kepada Antara di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pun mengaku tidak memiliki data ilmiah mengenai GeNose.
Baca juga:&amp;nbsp;Usai Perpanjang Kontrak, Aji Santoso Langsung Persiapkan Persebaya untuk Piala Menpora 2021
Padahal, Zubairi menegaskan, apapun yang berkaitan dengan kesehatan manusia, termasuk alat untuk mengecek COVID-19 seperti GeNose, idealnya harus melewati kajian ilmiah sebelum digunakan secara luas di ruang publik.
Baca juga:&amp;nbsp;Teguh Amiruddin Berpotensi Pindah, Arema FC Bidik Kiper Australia
&quot;Terus terang saya tidak tahu sudah ada uji klinisnya atau belum. Bagaimana hasilnya, saya juga tidak mempunyai datanya,&quot; tutur dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
GeNose merupakan alat pendeteksi cepat COVID-19 dengan memeriksa hembusan napas. Hanya dibutuhkan sekitar kurang dari dua menit sampai hasil pengecekan keluar.
GeNose sudah digunakan di stasiun-stasiun kereta api dan, mulai 1 April 2021, rencananya akan dipakai di bandar udara.Di turnamen pramusim sepak bola Piala Menpora 2021, PSSI dan LIB berencana menggunakan GeNose sebagai salah satu pilihan alat tes COVID-19, selain tes usap (swab) antigen serta PCR, yang ditujukan ke pemain, pelatih dan ofisial sebelum pertandingan.
Hal itu dimuat dalam presentasi PSSI-LIB kepada Menpora, KONI serta Polri dan telah dipublikasikan kepada khalayak umum.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebutkan uji usap antigen/PCR/GeNose dilakukan pukul 09.00 WIB pada hari pertandingan.
Sesuai dengan kesepakatan Polri, Kemenpora, PSSI dan LIB, Piala Menpora 2021 yang berlangsung pada 20 Maret-25 April 2021 akan digelar dengan penerapan ketat protokol kesehatan pencegahan COVID-19.</content:encoded></item></channel></rss>
