<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guardiola Klaim Penampilan Man City Lebih Baik di Liga Champions 2020-2021</title><description>Laga tersebut berlangsung di Stadion Puskas Arena, Hungaria pada Kamis 25 Februari 2021.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021"/><item><title>Guardiola Klaim Penampilan Man City Lebih Baik di Liga Champions 2020-2021</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2021 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021-zEVruMsWjA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Man City merayakan gol. (Foto/UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/24/261/2367702/guardiola-klaim-penampilan-man-city-lebih-baik-di-liga-champions-2020-2021-zEVruMsWjA.jpg</image><title>Skuad Man City merayakan gol. (Foto/UEFA)</title></images><description>BUDAPEST &amp;ndash; Pep Guardiola mengklaim penampilan Manchester City di Liga Champions 2020-2021 lebih baik dibanding musim sebelum-sebelumnya. Pernyataannya disampaikan menjelang laga leg pertama 16 besar melawan wakil Jerman, Borussia Monchengladbach.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Puskas Arena, Hungaria pada Kamis 25 Februari 2021. Lokasi terpaksa dipindah dari Jerman karena pemerintah Jerman melarang kedatangan siapa pun dari Inggris terkait varian baru covid-19.

Selama melatih Man City sejak 2016 silam, Guardiola tak mampu membawa timnya meraih trofi si kuping besar (sebutan piala Liga Chmpions). Dia hanya bisa mengupayakan Man City melaju hingga perempat final.
Baca juga:&amp;nbsp;Man City Lagi Garang, Rose: Monchengladbach Nothing to Lose
Dalam perempatfinal musim lalu mislnya. Man City terhenti oleh Lyon dengan skor 3-1 leat laga tunggal karena pandemi virus corona. Pada musim 2018-2019, tim asuhan Guardiola tersingkir oleh Tottenham lewat selisih gol tandang.
Baca juga:&amp;nbsp;Gladbach vs Man City, Guardiola Abaikan Pertandingan Lainnya
Meski demikian, Guardiola percaya diri dengan kemmpuan pasukannya sat ini. Dia meyakini bahw penampilannya Man City musim ini lebih baik di Liga Chmpions.
&amp;ldquo;Kami kalah tapi kami bermain lebih baik. Kami akan mencoba untuk bermain lebih baik dan memenangkan pertandingan (melawan Monchengladbach),&amp;rdquo; ujarnya mengutip Guardian, Rabu (24/2/2021).&amp;ldquo;Melawan Tottenham dan Lyon kami lebih baik, dalam 180 menit [dua leg] versus Tottenham dan 90 versus Lyon, tapi kami tersingkir. Sepanjang waktu ketika kami keluar, kami bermain di level tinggi. Kami hampir saja lolos,&quot; tambahnya.
Penampilan Man City memang sedang berjaya. Mereka tak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meskipun demikian, Guardiola menilai, timnya bisa saja kalah saat menghadapi Monchengladbach, yang berada di urutan kedelapan di Liga Jerman musim ini.

&amp;ldquo;Sepakbola adalah permainan yang paling tidak dapat diprediksi, jika Anda yakin segalanya terkendali, Anda tidak dapat melakukannya [sukses]. Kami harus bermain bagus dan ada keinginan untuk melakukan ini,&quot; tuturnya.
&amp;ldquo;Sepakbola menunjukkan jutaan contoh bagaimana tim yang memenangkan Liga Champions dengan pengalaman 29 atau 30 tahun bisa tetap kalah. Anda harus fokus selama 90 menit, seperti Liga Inggris, tidak ada yang istimewa atau berbeda,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>BUDAPEST &amp;ndash; Pep Guardiola mengklaim penampilan Manchester City di Liga Champions 2020-2021 lebih baik dibanding musim sebelum-sebelumnya. Pernyataannya disampaikan menjelang laga leg pertama 16 besar melawan wakil Jerman, Borussia Monchengladbach.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Puskas Arena, Hungaria pada Kamis 25 Februari 2021. Lokasi terpaksa dipindah dari Jerman karena pemerintah Jerman melarang kedatangan siapa pun dari Inggris terkait varian baru covid-19.

Selama melatih Man City sejak 2016 silam, Guardiola tak mampu membawa timnya meraih trofi si kuping besar (sebutan piala Liga Chmpions). Dia hanya bisa mengupayakan Man City melaju hingga perempat final.
Baca juga:&amp;nbsp;Man City Lagi Garang, Rose: Monchengladbach Nothing to Lose
Dalam perempatfinal musim lalu mislnya. Man City terhenti oleh Lyon dengan skor 3-1 leat laga tunggal karena pandemi virus corona. Pada musim 2018-2019, tim asuhan Guardiola tersingkir oleh Tottenham lewat selisih gol tandang.
Baca juga:&amp;nbsp;Gladbach vs Man City, Guardiola Abaikan Pertandingan Lainnya
Meski demikian, Guardiola percaya diri dengan kemmpuan pasukannya sat ini. Dia meyakini bahw penampilannya Man City musim ini lebih baik di Liga Chmpions.
&amp;ldquo;Kami kalah tapi kami bermain lebih baik. Kami akan mencoba untuk bermain lebih baik dan memenangkan pertandingan (melawan Monchengladbach),&amp;rdquo; ujarnya mengutip Guardian, Rabu (24/2/2021).&amp;ldquo;Melawan Tottenham dan Lyon kami lebih baik, dalam 180 menit [dua leg] versus Tottenham dan 90 versus Lyon, tapi kami tersingkir. Sepanjang waktu ketika kami keluar, kami bermain di level tinggi. Kami hampir saja lolos,&quot; tambahnya.
Penampilan Man City memang sedang berjaya. Mereka tak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meskipun demikian, Guardiola menilai, timnya bisa saja kalah saat menghadapi Monchengladbach, yang berada di urutan kedelapan di Liga Jerman musim ini.

&amp;ldquo;Sepakbola adalah permainan yang paling tidak dapat diprediksi, jika Anda yakin segalanya terkendali, Anda tidak dapat melakukannya [sukses]. Kami harus bermain bagus dan ada keinginan untuk melakukan ini,&quot; tuturnya.
&amp;ldquo;Sepakbola menunjukkan jutaan contoh bagaimana tim yang memenangkan Liga Champions dengan pengalaman 29 atau 30 tahun bisa tetap kalah. Anda harus fokus selama 90 menit, seperti Liga Inggris, tidak ada yang istimewa atau berbeda,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
