<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bapuk di Chelsea Bikin Werner Sadar Dirinya Bukan Striker Super</title><description>Penyerang Chelsea, Timo Werner, kini menyadari bahwa dirinya bukanlah sosok striker super dan masih memiliki banyak kekurangan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super"/><item><title>Bapuk di Chelsea Bikin Werner Sadar Dirinya Bukan Striker Super</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super</guid><pubDate>Senin 22 Februari 2021 20:40 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super-wB5dvqNmFE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timo Werner (Foto: Premier League)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/22/45/2366468/bapuk-di-chelsea-bikin-werner-sadar-dirinya-bukan-striker-super-wB5dvqNmFE.jpg</image><title>Timo Werner (Foto: Premier League)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Penyerang Chelsea, Timo Werner, kini menyadari bahwa dirinya bukanlah sosok striker super dan masih memiliki banyak kekurangan. Werner pun mulai membumi setelah paham bahwa ia belum bisa memenuhi ekspektasi yang diberikan oleh banyak orang, utamanya para fans Chelsea.
Werner sejatinya direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020 dengan mahar 53 juta euro dari RB Leipzig. Melihat banderol yang dimiliki Werner, banyak yang berharap agar penyerang asal Jerman itu bisa menjadi mesin gol The Blues.
Baca juga: Gol Penalti Bruno Fernandes Lebih Banyak dari Chelsea
Pada awalnya, Werner merasa cukup percaya diri bisa memenuhi ekspektasi tersebut. Apalagi selama berkarier di Leipzig ia menampilkan performa yang ciamik, sehingga diminati oleh sejumlah klub top Eropa.

Kendati demikian, Werner tersadar bahwa Liga Inggris sangat berbeda dengan Liga Jerman. Diakui oleh penyerang 24 tahun tersebut bahwa bermain di Liga Inggris sangat menuntut fisik yang kuat dan ia cukup mengalami kesulitan karenanya.
Baca juga: Solskjaer Yakin Man United Masih Bisa Kudeta Man City dari Puncak Klasemen
Selain itu, Werner juga mengalami paceklik gol yang berkepanjangan. Pada akhirnya, hal ini membuat kepercayaan diri yang dimiliki Werner menghilang. Werner pun sadar bahwa ia bukanlah sosok penyerang super yang bisa selalu mencetak gol.
&quot;Pada awalnya, saya memiliki citra diri bahwa saya dapat terus melakukan pekerjaan saya di sini, tetapi dalam beberapa bulan terakhir saya telah dibawa ke bumi,&amp;rdquo; aku Werner, dikutip dari Goal, Senin (22/2/2021).
&amp;ldquo;Begitulah caranya di Inggris bahwa Anda tidak pernah memiliki  permainan yang tenang. Para pemain setinggi 1,9 meter, brutal secara  fisik dan sangat cepat - termasuk para pemain bertahan. Sungguh  mengesankan intensitas apa yang terjadi di Liga Inggris,&amp;rdquo; sambungnya.
Tidak hanya itu, kritik dari media-media Inggris yang terkenal pedas  juga membuat rasa percaya diri Werner semakin terkikis. Menurutnya,  satu-satunya cara untuk keluar dari situasi pelik ini adalah dengan  sesegera mungkin mencetak banyak gol.

Dengan begitu rasa percaya diri Werner akan kembali terangkat dan  kritik di media pun bakal menghilang. Maka dari itu, kini Werner tengah  fokus untuk meningkatkan performanya di atas lapangan.
&quot;Tentu saja saya perhatikan bahwa dalam situasi seperti itu Anda  tidak lagi harus disebut striker super. Saya hanya harus melepaskan  semua tekanan dari harus mencetak gol,&quot; tegas Werner.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Penyerang Chelsea, Timo Werner, kini menyadari bahwa dirinya bukanlah sosok striker super dan masih memiliki banyak kekurangan. Werner pun mulai membumi setelah paham bahwa ia belum bisa memenuhi ekspektasi yang diberikan oleh banyak orang, utamanya para fans Chelsea.
Werner sejatinya direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020 dengan mahar 53 juta euro dari RB Leipzig. Melihat banderol yang dimiliki Werner, banyak yang berharap agar penyerang asal Jerman itu bisa menjadi mesin gol The Blues.
Baca juga: Gol Penalti Bruno Fernandes Lebih Banyak dari Chelsea
Pada awalnya, Werner merasa cukup percaya diri bisa memenuhi ekspektasi tersebut. Apalagi selama berkarier di Leipzig ia menampilkan performa yang ciamik, sehingga diminati oleh sejumlah klub top Eropa.

Kendati demikian, Werner tersadar bahwa Liga Inggris sangat berbeda dengan Liga Jerman. Diakui oleh penyerang 24 tahun tersebut bahwa bermain di Liga Inggris sangat menuntut fisik yang kuat dan ia cukup mengalami kesulitan karenanya.
Baca juga: Solskjaer Yakin Man United Masih Bisa Kudeta Man City dari Puncak Klasemen
Selain itu, Werner juga mengalami paceklik gol yang berkepanjangan. Pada akhirnya, hal ini membuat kepercayaan diri yang dimiliki Werner menghilang. Werner pun sadar bahwa ia bukanlah sosok penyerang super yang bisa selalu mencetak gol.
&quot;Pada awalnya, saya memiliki citra diri bahwa saya dapat terus melakukan pekerjaan saya di sini, tetapi dalam beberapa bulan terakhir saya telah dibawa ke bumi,&amp;rdquo; aku Werner, dikutip dari Goal, Senin (22/2/2021).
&amp;ldquo;Begitulah caranya di Inggris bahwa Anda tidak pernah memiliki  permainan yang tenang. Para pemain setinggi 1,9 meter, brutal secara  fisik dan sangat cepat - termasuk para pemain bertahan. Sungguh  mengesankan intensitas apa yang terjadi di Liga Inggris,&amp;rdquo; sambungnya.
Tidak hanya itu, kritik dari media-media Inggris yang terkenal pedas  juga membuat rasa percaya diri Werner semakin terkikis. Menurutnya,  satu-satunya cara untuk keluar dari situasi pelik ini adalah dengan  sesegera mungkin mencetak banyak gol.

Dengan begitu rasa percaya diri Werner akan kembali terangkat dan  kritik di media pun bakal menghilang. Maka dari itu, kini Werner tengah  fokus untuk meningkatkan performanya di atas lapangan.
&quot;Tentu saja saya perhatikan bahwa dalam situasi seperti itu Anda  tidak lagi harus disebut striker super. Saya hanya harus melepaskan  semua tekanan dari harus mencetak gol,&quot; tegas Werner.
</content:encoded></item></channel></rss>
