<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cristiano Ronaldo Egois, Bakal Sulit Bermain di Bawah Asuhan Pirlo</title><description>Mantan penyerang Timnas Italia, Antonio Cassano, memandang megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sebagai pemain yang egois.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo"/><item><title>Cristiano Ronaldo Egois, Bakal Sulit Bermain di Bawah Asuhan Pirlo</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2021 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo-9tEg94ZQxy.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Cristiano Ronaldo dan Adrien Rabiot (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/19/261/2364704/cristiano-ronaldo-egois-bakal-sulit-bermain-di-bawah-asuhan-pirlo-9tEg94ZQxy.JPG</image><title>Cristiano Ronaldo dan Adrien Rabiot (Foto: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Mantan penyerang Timnas Italia, Antonio Cassano, memandang megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sebagai pemain yang egois. Maka dari itu, Cassano tak terlalu heran ketika saat ini Juventus mengalami kesulitan.
Paling terbaru, Juventus menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Dalam pertandingan tersebut, Cristiano Ronaldo yang sudah memenangkan lima trofi Ballon d&amp;rsquo;Or justru dibuat tak berdaya.
Baca juga: Dipaksa Main, Alvaro Morata Nyaris Pingsan di Ruang Ganti 
Cristiano Ronaldo sebenarnya adalah pemain yang mencetak gol paling banyak untuk Bianconeri di musim kompetisi 2020-2021. Tercatat, kapten Timnas Portugal itu telah melesakkan 23 gol dari 27 pertandingan untuk Juventus sepanjang musim ini.

Catatan tersebut tentunya bisa dibilang sangat fantastis. Apalagi kini CR7 sudah berusia 36 tahun. Akan tetapi, Cassano melihat Cristiano Ronaldo tidak bermain untuk tim. Inilah yang membuatnya terkadang kesulitan tampil bagus di bawah asuhan Andrea Pirlo.
Baca juga: Juventus Disikat Porto, Pirlo Langsung Alihkan Fokus ke Leg Kedua
&quot;Saya selalu mengatakan, meskipun dia adalah fenomena dan telah mencetak satu miliar gol, namun dengan ide sepakbola Andrea Pirlo dia bisa mengalami kesulitan,&quot; kata Cassano, dikutip dari Goal, Jumat (19/2/2021).
&quot;Dia mencetak gol per pertandingan. Itu benar, tapi dia kesulitan dengan ide Andrea. Dia selalu agak egois, dia tidak peduli tentang orang lain yang mencetak gol,&amp;rdquo; lanjut mantan penyerang AC Milan dan Real Madrid tersebut.
&quot;Dia tipe pemain yang hidup untuk mencetak gol, bukan untuk pertandingan, untuk laga besar. Dia hidup untuk mencetak gol dan pada saat ini situasinya semakin buruk. Tahun-tahun berlalu untuk semua orang dan dia mengalami kesulitan,&amp;rdquo; terang Cassano.
Juventus sendiri sebenarnya merekrut Cristiano Ronaldo demi bisa  meraih gelar juara Liga Champions. Sebab, sebelum bergabung dengan  Bianconeri, CR7 sudah sebanyak lima kali memenangkan trofi si Kuping  Lebar, bahkan sampai membuatnya dijuluki Mr. Champions League.
Kendati demikian, Juventus tetap saja mengalami kegagalan di Liga  Champions meski sudah ada Cristiano Ronaldo sekalipun. Di musim  2018-2019, Bianconeri hanya bisa melaju sampai perempatfinal. Sedangkan  musim lalu gugur di babak 16 besar.

&amp;ldquo;Paradoksnya adalah Juventus telah membeli pemain yang telah  memenangkan lima Liga Champions tetapi mengalami banyak kesulitan di  Liga Champions,&amp;rdquo; ujar Cassano.
&quot;Ini karena, sejak era (Maurizio) Sarri, Juventus berusaha untuk  menunjukkan gaya yang berbeda dengan sejarahnya. Jelas bahwa Pirlo harus  dinilai dalam empat atau lima tahun, tetapi Juventus menginginkan  semuanya segera,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Mantan penyerang Timnas Italia, Antonio Cassano, memandang megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sebagai pemain yang egois. Maka dari itu, Cassano tak terlalu heran ketika saat ini Juventus mengalami kesulitan.
Paling terbaru, Juventus menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Dalam pertandingan tersebut, Cristiano Ronaldo yang sudah memenangkan lima trofi Ballon d&amp;rsquo;Or justru dibuat tak berdaya.
Baca juga: Dipaksa Main, Alvaro Morata Nyaris Pingsan di Ruang Ganti 
Cristiano Ronaldo sebenarnya adalah pemain yang mencetak gol paling banyak untuk Bianconeri di musim kompetisi 2020-2021. Tercatat, kapten Timnas Portugal itu telah melesakkan 23 gol dari 27 pertandingan untuk Juventus sepanjang musim ini.

Catatan tersebut tentunya bisa dibilang sangat fantastis. Apalagi kini CR7 sudah berusia 36 tahun. Akan tetapi, Cassano melihat Cristiano Ronaldo tidak bermain untuk tim. Inilah yang membuatnya terkadang kesulitan tampil bagus di bawah asuhan Andrea Pirlo.
Baca juga: Juventus Disikat Porto, Pirlo Langsung Alihkan Fokus ke Leg Kedua
&quot;Saya selalu mengatakan, meskipun dia adalah fenomena dan telah mencetak satu miliar gol, namun dengan ide sepakbola Andrea Pirlo dia bisa mengalami kesulitan,&quot; kata Cassano, dikutip dari Goal, Jumat (19/2/2021).
&quot;Dia mencetak gol per pertandingan. Itu benar, tapi dia kesulitan dengan ide Andrea. Dia selalu agak egois, dia tidak peduli tentang orang lain yang mencetak gol,&amp;rdquo; lanjut mantan penyerang AC Milan dan Real Madrid tersebut.
&quot;Dia tipe pemain yang hidup untuk mencetak gol, bukan untuk pertandingan, untuk laga besar. Dia hidup untuk mencetak gol dan pada saat ini situasinya semakin buruk. Tahun-tahun berlalu untuk semua orang dan dia mengalami kesulitan,&amp;rdquo; terang Cassano.
Juventus sendiri sebenarnya merekrut Cristiano Ronaldo demi bisa  meraih gelar juara Liga Champions. Sebab, sebelum bergabung dengan  Bianconeri, CR7 sudah sebanyak lima kali memenangkan trofi si Kuping  Lebar, bahkan sampai membuatnya dijuluki Mr. Champions League.
Kendati demikian, Juventus tetap saja mengalami kegagalan di Liga  Champions meski sudah ada Cristiano Ronaldo sekalipun. Di musim  2018-2019, Bianconeri hanya bisa melaju sampai perempatfinal. Sedangkan  musim lalu gugur di babak 16 besar.

&amp;ldquo;Paradoksnya adalah Juventus telah membeli pemain yang telah  memenangkan lima Liga Champions tetapi mengalami banyak kesulitan di  Liga Champions,&amp;rdquo; ujar Cassano.
&quot;Ini karena, sejak era (Maurizio) Sarri, Juventus berusaha untuk  menunjukkan gaya yang berbeda dengan sejarahnya. Jelas bahwa Pirlo harus  dinilai dalam empat atau lima tahun, tetapi Juventus menginginkan  semuanya segera,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
