<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guardiola Ngaku Ketagihan Menang Jelang Duel Man City Kontra Burnley</title><description>Guardiola masih ingin terus mengantarkan Man City meraih kesuksesan besar lainnya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley"/><item><title>Guardiola Ngaku Ketagihan Menang Jelang Duel Man City Kontra Burnley</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley-LmvxLbk8yR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Josep Guardiola. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/45/2355891/guardiola-ngaku-ketagihan-menang-jelang-duel-man-city-kontra-burnley-LmvxLbk8yR.jpg</image><title>Josep Guardiola. (Foto: Reuters)</title></images><description>BURNLEY &amp;ndash; Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mengaku terus merasa lapar meraih hasil manis dan ketagihan meraih kemenangan. Karena sikap itu, Guardiola pun turut membidik kemenangan dalam pertandingan berikutnya yang akan dijalani Man City, yakni melawan Burnley di pekan ke-22 Liga Inggris 2020-2021.
Guardiola memang berhasil membawa Man City terus menorehkan prestasi manis sejak menduduki jabatan sebagai pelatih. Sederet trofi bergengsi sudah diraih, termasuk di pentas Liga Inggris.

Meski telah membuat pencapaian manis, Guardiola belum sepenuhnya merasa puas. Ia masih terus merasa lapar dalam meraih kesuksesan sehingga ingin membantu Man City meraih lebih banyak trofi juara.
BACA JUGA: Bagi Neville, Man United Tak Punya Mental Juara seperti Liverpool dan Man City
Hal itu siap dilakukan Guardiola pada musim ini termasuk di pentas Liga Inggris. Terlebih, di ajang tersebut, Man City tengah berada dalam kondisi yang begitu positif. Man City yang terus meraih kemenangan tengah menduduki posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris 2020-2021.
BACA JUGA: Merasa Cukup, Guardiola Tolak Kesempatan Rekrut Dzeko
Man City total telah mengemas 44 poin usai mentas di 20 pertandingan. Kondisi yang apik ini tentu saja diharapkan berlanjut ke pertandingan berikutnya, yakni melawan Burnley.Laga itu akan digelar di markas Burnley, yakni Turf Moor, pada Kamis 4 Februari 2021 dini hari WIB. Lantaran ketagihan untuk terus meraih kemenangan, Guardiola pun siap berjuang meraih hasil terbaik dalam pertandingan itu juga.
&amp;ldquo;Anda merasa lebih baik saat menang. Ketika Anda menang, itu sangat membuat ketagihan dan Anda ingin menang lagi, lagi, dan lagi. Dalam hal gelar, Anda menginginkan lebih. Terutama karena para pemainnya bagus dan klub tempat saya bekerja sangat bagus,&amp;rdquo; ujar Guardiola, sebagaimana dikutip dari laman resmi Man City, Rabu (3/2/2021).

&amp;ldquo;Ini satu-satunya alasan. Semua atlet lebih memilih menang daripada kalah. Itu berasal dari sana. Saya selalu merasa bisa kalah dalam pertandingan. Itulah yang mendorong Anda,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Ketidakamanan dan ketakutan bahwa Anda bisa kalah dalam permainan. Setiap orang sama. Mengapa Anda harus berhenti jika Anda mampu menang? Itu datang dari sana,&amp;rdquo; tukas Guardiola.</description><content:encoded>BURNLEY &amp;ndash; Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mengaku terus merasa lapar meraih hasil manis dan ketagihan meraih kemenangan. Karena sikap itu, Guardiola pun turut membidik kemenangan dalam pertandingan berikutnya yang akan dijalani Man City, yakni melawan Burnley di pekan ke-22 Liga Inggris 2020-2021.
Guardiola memang berhasil membawa Man City terus menorehkan prestasi manis sejak menduduki jabatan sebagai pelatih. Sederet trofi bergengsi sudah diraih, termasuk di pentas Liga Inggris.

Meski telah membuat pencapaian manis, Guardiola belum sepenuhnya merasa puas. Ia masih terus merasa lapar dalam meraih kesuksesan sehingga ingin membantu Man City meraih lebih banyak trofi juara.
BACA JUGA: Bagi Neville, Man United Tak Punya Mental Juara seperti Liverpool dan Man City
Hal itu siap dilakukan Guardiola pada musim ini termasuk di pentas Liga Inggris. Terlebih, di ajang tersebut, Man City tengah berada dalam kondisi yang begitu positif. Man City yang terus meraih kemenangan tengah menduduki posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris 2020-2021.
BACA JUGA: Merasa Cukup, Guardiola Tolak Kesempatan Rekrut Dzeko
Man City total telah mengemas 44 poin usai mentas di 20 pertandingan. Kondisi yang apik ini tentu saja diharapkan berlanjut ke pertandingan berikutnya, yakni melawan Burnley.Laga itu akan digelar di markas Burnley, yakni Turf Moor, pada Kamis 4 Februari 2021 dini hari WIB. Lantaran ketagihan untuk terus meraih kemenangan, Guardiola pun siap berjuang meraih hasil terbaik dalam pertandingan itu juga.
&amp;ldquo;Anda merasa lebih baik saat menang. Ketika Anda menang, itu sangat membuat ketagihan dan Anda ingin menang lagi, lagi, dan lagi. Dalam hal gelar, Anda menginginkan lebih. Terutama karena para pemainnya bagus dan klub tempat saya bekerja sangat bagus,&amp;rdquo; ujar Guardiola, sebagaimana dikutip dari laman resmi Man City, Rabu (3/2/2021).

&amp;ldquo;Ini satu-satunya alasan. Semua atlet lebih memilih menang daripada kalah. Itu berasal dari sana. Saya selalu merasa bisa kalah dalam pertandingan. Itulah yang mendorong Anda,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Ketidakamanan dan ketakutan bahwa Anda bisa kalah dalam permainan. Setiap orang sama. Mengapa Anda harus berhenti jika Anda mampu menang? Itu datang dari sana,&amp;rdquo; tukas Guardiola.</content:encoded></item></channel></rss>
