<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Shkodran Mustafi Tetap Jadi Pemeluk Agama Islam</title><description>Mustafi ungkap alasannya tetap pilih Islam sebagai agamanya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/31/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/31/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam"/><item><title>Ini Alasan Shkodran Mustafi Tetap Jadi Pemeluk Agama Islam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/31/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/31/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 05:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam-pbikR5Zo7F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shkodran Mustafi (Foto: Instagram Shkodran Mustafi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/45/2353643/ini-alasan-shkodran-mustafi-tetap-jadi-pemeluk-agama-islam-pbikR5Zo7F.jpg</image><title>Shkodran Mustafi (Foto: Instagram Shkodran Mustafi)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Shkodran Mustafi menceritakan pengalamannya berstatus sebagai pesepakbola beragama Islam di Eropa. Mustafi mengaku bahwa memeluk agama Islam telah banyak membantunya dalam menjalankan peran sebagai pesepakbola profesional.
Sebagaimana diketahui, Mustafi memang menjadi salah satu pesepakbola Muslim yang kini tersebar di Eropa. Ya, pada saat ini Mustafi sendiri merupakan salah satu pemain yang tengah membela salah satu tim papan atas Eropa, yakni Arsenal.
Mustafi sendiri yang lahir di Bad Hersfeld, Jerman, tanggal 17 April 1992, Shkodran Mustafi adalah Muslim berdarah Albania-Makedonia. Ia mengenal sepakbola dari sang ayah, Kujtim Mustafi, yang sempat berkarier di lapangan hijau sebagai penjaga gawang sejumlah klub amatir di Jerman.

Selama perjalanan kariernya sebagai pesepakbola Muslim di Eropa, Mustafi memang mendapatkan banyak cobaan. Salah satunya adalah kritikan-kritikan yang selalu mengincar Mustafi setiap beraksi di atas lapangan.
Baca Juga:  Model Seksi Asal Spanyol Ini Akui Tak Bisa Berhenti Mengenang Cristiano Ronaldo
Terlebih, Mustafi sendiri memang dikenal sebagai pemain yang gemar melakukan blunder baik bersama tim nasional (Timnas) Jerman maupun Arsenal. Bahkan karena hal itu, Mustafi mulai kehilangan kepercayaan tampil di tim utama Arsenal, dan tak pernah lagi dipanggil Timnas Jerman.
Meski begitu, sebagai seorang Muslim, Mustafi merupakan seoraang yang taat dan selalu mengerjakan ajaran agamanya tersebut. Mustafi pun lantas membeberkan alasan dirinya untuk terus memilih Islam sebagai agama yang dipeluknya.&amp;ldquo;Saya pulang dan berpikir, itu (alasan untuk tetap memeluk agama  Islam) merupakan sebuah pertanyaan bagus karena saya tidak pernah  menanyakan kepada diri saya,&amp;rdquo; jelas Mustafi, sebagaimana dilaporkan oleh  Goal, Minggu (31/1/2021).
&amp;ldquo;Ini (memeluk agama Islam) adalah sesuatu yang orangtua ajarkan pada  Anda tetapi Anda tidak pernah tahu apakah itu bagus atau buruk, mengapa  saya tidak minum, mengapa saya tidak makan babi, mengapa saya shalat  lima waktu sehari,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Saya mulai membaca Al-Quran dan bertanya: &amp;lsquo;Apa pemikiran di balik  semua itu?&amp;rsquo; dan itu menjadi semakin menarik. Hal itu banyak membantu  saya.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Bagi saya, agama melepas semua beban. Agama saya mengajarkan untuk  bersyukur atas apa yang Anda miliki, kemudian Anda akan mendapatkan  lebih banyak,&amp;rdquo; tuntas pemain yang kini berusia 28 tahun tersebut.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Shkodran Mustafi menceritakan pengalamannya berstatus sebagai pesepakbola beragama Islam di Eropa. Mustafi mengaku bahwa memeluk agama Islam telah banyak membantunya dalam menjalankan peran sebagai pesepakbola profesional.
Sebagaimana diketahui, Mustafi memang menjadi salah satu pesepakbola Muslim yang kini tersebar di Eropa. Ya, pada saat ini Mustafi sendiri merupakan salah satu pemain yang tengah membela salah satu tim papan atas Eropa, yakni Arsenal.
Mustafi sendiri yang lahir di Bad Hersfeld, Jerman, tanggal 17 April 1992, Shkodran Mustafi adalah Muslim berdarah Albania-Makedonia. Ia mengenal sepakbola dari sang ayah, Kujtim Mustafi, yang sempat berkarier di lapangan hijau sebagai penjaga gawang sejumlah klub amatir di Jerman.

Selama perjalanan kariernya sebagai pesepakbola Muslim di Eropa, Mustafi memang mendapatkan banyak cobaan. Salah satunya adalah kritikan-kritikan yang selalu mengincar Mustafi setiap beraksi di atas lapangan.
Baca Juga:  Model Seksi Asal Spanyol Ini Akui Tak Bisa Berhenti Mengenang Cristiano Ronaldo
Terlebih, Mustafi sendiri memang dikenal sebagai pemain yang gemar melakukan blunder baik bersama tim nasional (Timnas) Jerman maupun Arsenal. Bahkan karena hal itu, Mustafi mulai kehilangan kepercayaan tampil di tim utama Arsenal, dan tak pernah lagi dipanggil Timnas Jerman.
Meski begitu, sebagai seorang Muslim, Mustafi merupakan seoraang yang taat dan selalu mengerjakan ajaran agamanya tersebut. Mustafi pun lantas membeberkan alasan dirinya untuk terus memilih Islam sebagai agama yang dipeluknya.&amp;ldquo;Saya pulang dan berpikir, itu (alasan untuk tetap memeluk agama  Islam) merupakan sebuah pertanyaan bagus karena saya tidak pernah  menanyakan kepada diri saya,&amp;rdquo; jelas Mustafi, sebagaimana dilaporkan oleh  Goal, Minggu (31/1/2021).
&amp;ldquo;Ini (memeluk agama Islam) adalah sesuatu yang orangtua ajarkan pada  Anda tetapi Anda tidak pernah tahu apakah itu bagus atau buruk, mengapa  saya tidak minum, mengapa saya tidak makan babi, mengapa saya shalat  lima waktu sehari,&amp;rdquo; sambungnya.

&amp;ldquo;Saya mulai membaca Al-Quran dan bertanya: &amp;lsquo;Apa pemikiran di balik  semua itu?&amp;rsquo; dan itu menjadi semakin menarik. Hal itu banyak membantu  saya.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Bagi saya, agama melepas semua beban. Agama saya mengajarkan untuk  bersyukur atas apa yang Anda miliki, kemudian Anda akan mendapatkan  lebih banyak,&amp;rdquo; tuntas pemain yang kini berusia 28 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
