<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Bek Liverpool Ceritakan Pengalamannya Usai Peluk Agama Islam</title><description>Abel Xavier merasa tenang setelah memeluk agama islam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam"/><item><title>Mantan Bek Liverpool Ceritakan Pengalamannya Usai Peluk Agama Islam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam</guid><pubDate>Selasa 26 Januari 2021 05:11 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam-9PJV3Sy1Vm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan penggawa Liverpool, Abel Xavier (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/26/51/2350755/mantan-bek-liverpool-ceritakan-pengalamannya-usai-peluk-agama-islam-9PJV3Sy1Vm.jpg</image><title>Mantan penggawa Liverpool, Abel Xavier (Foto: Reuters)</title></images><description>MANTAN pemain bertahan Liverpool, Abel Xavier, menceritakan pengalamannya setelah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Abel Xavier yang lahir di Nampula, 30 November 1972 itu bahkan mengganti namanya dengan Faisal Xavier.
Pria berpaspor  Portugal itu mengaku lebih tenang usai memutuskan untuk memeluk agama Islam. Hal itulah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2009 lalu.

&quot;Islam membuatku bangkit dari keterpurukan,&quot; ungkap Xavier yang berasal dari Portugal ini.
Baca juga: Cerita Shkodran Mustafi Menjadi Seorang Pesepakbola Muslim di Eropa
Ketika masih aktif berkarier di lapangan hijau, Xavier tercatat pernah memperkuat sejumlah klub elite Eropa, termasuk PSV Eindhoven, AS Roma, Everton, Liverpool, hingga Galatasaray.
&amp;nbsp;Usai lama berkarier di beberapa klub Eropa, Xavier akhirnya memutuskan bergabung dengan LA Galaxy di Amerika Serikat. Ini menjadi klub terakhirnya sebagai pemain sebelum menyatakan pensiun pada 2008.
Xavier sendiri dikenal sebagai sosok berpenampilan eksentrik di  lapangan, terutama pada bagian rambut. Dia sempat tampil dengan rambut  vysvetlennye dan jambang berwarna pirang.
Ia juga menjadi pemain yang memiliki banyak kontroversi. Di antaranya  dinyatakan bersalah atas penggunaan doping jenis methandienone untuk  meningkatkan stamina di lapangan.

Xavier pun menerima sanksi larangan bermain selama 18 bulan dari  UEFA, kemudian dikurangi hanya selama 12 bulan setelah banding ke  Pengadilan Arbitrase Olahraga atau The CAS.
Berbagai masalah terus terjadi saat ia memperkuat LA Galaxy. Xavier  sempat bersitegang dengan legenda sepakbola Belanda Ruud Gullit. Xavier  menganggap Gullit yang saat itu menjabat pelatih LA Galaxy terlalu pilih  kasih dalam memainkan pemainnya.
</description><content:encoded>MANTAN pemain bertahan Liverpool, Abel Xavier, menceritakan pengalamannya setelah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Abel Xavier yang lahir di Nampula, 30 November 1972 itu bahkan mengganti namanya dengan Faisal Xavier.
Pria berpaspor  Portugal itu mengaku lebih tenang usai memutuskan untuk memeluk agama Islam. Hal itulah yang membuatnya memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2009 lalu.

&quot;Islam membuatku bangkit dari keterpurukan,&quot; ungkap Xavier yang berasal dari Portugal ini.
Baca juga: Cerita Shkodran Mustafi Menjadi Seorang Pesepakbola Muslim di Eropa
Ketika masih aktif berkarier di lapangan hijau, Xavier tercatat pernah memperkuat sejumlah klub elite Eropa, termasuk PSV Eindhoven, AS Roma, Everton, Liverpool, hingga Galatasaray.
&amp;nbsp;Usai lama berkarier di beberapa klub Eropa, Xavier akhirnya memutuskan bergabung dengan LA Galaxy di Amerika Serikat. Ini menjadi klub terakhirnya sebagai pemain sebelum menyatakan pensiun pada 2008.
Xavier sendiri dikenal sebagai sosok berpenampilan eksentrik di  lapangan, terutama pada bagian rambut. Dia sempat tampil dengan rambut  vysvetlennye dan jambang berwarna pirang.
Ia juga menjadi pemain yang memiliki banyak kontroversi. Di antaranya  dinyatakan bersalah atas penggunaan doping jenis methandienone untuk  meningkatkan stamina di lapangan.

Xavier pun menerima sanksi larangan bermain selama 18 bulan dari  UEFA, kemudian dikurangi hanya selama 12 bulan setelah banding ke  Pengadilan Arbitrase Olahraga atau The CAS.
Berbagai masalah terus terjadi saat ia memperkuat LA Galaxy. Xavier  sempat bersitegang dengan legenda sepakbola Belanda Ruud Gullit. Xavier  menganggap Gullit yang saat itu menjabat pelatih LA Galaxy terlalu pilih  kasih dalam memainkan pemainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
