<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guardiola: Pemecatan Lampard Bikin Pelatih Lain Ketakutan</title><description>Guardiola tanggapi pemecatatn Frank Lampard dari kursi kepelatihan Chelsea</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan"/><item><title>Guardiola: Pemecatan Lampard Bikin Pelatih Lain Ketakutan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan</guid><pubDate>Selasa 26 Januari 2021 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan-U3Wz57u4ZL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Frank Lampard dan Pep Guardiola (Foto: Premier League)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/26/45/2350752/guardiola-pemecatan-lampard-bikin-pelatih-lain-ketakutan-U3Wz57u4ZL.jpg</image><title>Frank Lampard dan Pep Guardiola (Foto: Premier League)</title></images><description>MANCHESTER - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan komentar mengenai pemecatan Frank Lampard dari kursi kepelatihan Chelsea. Guardiola mengatakan situasi yang dialami Lampard membuat pelatih-pelatih di Liga Inggris lainnya ketakutan.
Menurutnya, persaingan ketat yang terjadi antar klub-klub Liga Inggris membuat para pelatih harus mencari formula tepat guna membawa timnya bisa terus meraih kemenangan. Sebab jika tidak, mereka bisa saja mengalami nasib seperti yang menimpa Lampard saat ini.

&quot;Manajer tua dan muda atau siapaun yang berkompetisi di sini, Anda harus menang. Orang-orang berbicara terus berbicara tentang proyek dan ide mereka. Tapi saya rasa semua rencana jangka panjang terasa seperti omong kosong karena Anda harus menang, jika tidak, Anda akan dipecat,&quot; ujar Guardiola seperti dilansir dari laman Goal International, Selasa (26/1/2021).
Saya menghormati keputusan dari Chelsea, tentu saja, tapi pelukan erat untuk Frank dan mudah-mudahan saya bisa melihatnya segera. Saat penguncian akan selesai, aku bisa pergi ke restoran untuk menemuinya lagi.
&amp;nbsp;Baca juga: Abramovich: Lampard Hebat, Tapi Pelatih Baru untuk Chelsea Lebih Tepat
&amp;ldquo;Dia ditunjuk di tim seperti Chelsea setelah pekerjaan bagus yang dia lakukan di Derby County, orang-orang ini pantas mendapatkannya. Tapi kami bergantung pada hasil, bukan cara kami bermain, bukan tentang filosofi atau hal-hal semacam ini atau proyek.
&quot;Kamu harus mendapatkan hasil. Jika tidak, kamu akan digantikan oleh manajer lain,&quot; lanjut mantan pelatih Barcelona tersebut.Keputusan Chelsea untuk memecat Lampard punya alasan yang cukup kuat.  Pria 42 tahun itu dinilai tak bisa memberikan peningkatan signifikan  bagi Chelsea untuk bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.
Sebenarnya, kiprah Lampard di musim perdananya sebagai pelatih  Chelsea berjalan positif. Berada di bawah asuhannya, Chelsea berhasil  finis di posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Inggris 2019-2020.

Selain itu, Lampard juga mampu membawa Chelsea lolos ke final Piala  FA 2019-2020, meski akhirnya kalah dari Arsenal. Situasi tersebut  membuat manajemen Chelsea menaruh kepercayaan lebih kepada Lampard salah  satunya dengan belanja pemain besar-besaran pada bursa transfer musim  panas 2020 kemarin.
Sayangnya Lampard gagal memaksimalkan fasilitas yang diberikan  Chelsea. Pasalnya di musim 2020-2021, Chelsea bermain begitu  inkonsisten. Bahkan Chelsea hanya mampu memetik satu kemenangan dari  enam laga terakhir mereka di Liga Inggris 2020-2021.</description><content:encoded>MANCHESTER - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan komentar mengenai pemecatan Frank Lampard dari kursi kepelatihan Chelsea. Guardiola mengatakan situasi yang dialami Lampard membuat pelatih-pelatih di Liga Inggris lainnya ketakutan.
Menurutnya, persaingan ketat yang terjadi antar klub-klub Liga Inggris membuat para pelatih harus mencari formula tepat guna membawa timnya bisa terus meraih kemenangan. Sebab jika tidak, mereka bisa saja mengalami nasib seperti yang menimpa Lampard saat ini.

&quot;Manajer tua dan muda atau siapaun yang berkompetisi di sini, Anda harus menang. Orang-orang berbicara terus berbicara tentang proyek dan ide mereka. Tapi saya rasa semua rencana jangka panjang terasa seperti omong kosong karena Anda harus menang, jika tidak, Anda akan dipecat,&quot; ujar Guardiola seperti dilansir dari laman Goal International, Selasa (26/1/2021).
Saya menghormati keputusan dari Chelsea, tentu saja, tapi pelukan erat untuk Frank dan mudah-mudahan saya bisa melihatnya segera. Saat penguncian akan selesai, aku bisa pergi ke restoran untuk menemuinya lagi.
&amp;nbsp;Baca juga: Abramovich: Lampard Hebat, Tapi Pelatih Baru untuk Chelsea Lebih Tepat
&amp;ldquo;Dia ditunjuk di tim seperti Chelsea setelah pekerjaan bagus yang dia lakukan di Derby County, orang-orang ini pantas mendapatkannya. Tapi kami bergantung pada hasil, bukan cara kami bermain, bukan tentang filosofi atau hal-hal semacam ini atau proyek.
&quot;Kamu harus mendapatkan hasil. Jika tidak, kamu akan digantikan oleh manajer lain,&quot; lanjut mantan pelatih Barcelona tersebut.Keputusan Chelsea untuk memecat Lampard punya alasan yang cukup kuat.  Pria 42 tahun itu dinilai tak bisa memberikan peningkatan signifikan  bagi Chelsea untuk bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.
Sebenarnya, kiprah Lampard di musim perdananya sebagai pelatih  Chelsea berjalan positif. Berada di bawah asuhannya, Chelsea berhasil  finis di posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Inggris 2019-2020.

Selain itu, Lampard juga mampu membawa Chelsea lolos ke final Piala  FA 2019-2020, meski akhirnya kalah dari Arsenal. Situasi tersebut  membuat manajemen Chelsea menaruh kepercayaan lebih kepada Lampard salah  satunya dengan belanja pemain besar-besaran pada bursa transfer musim  panas 2020 kemarin.
Sayangnya Lampard gagal memaksimalkan fasilitas yang diberikan  Chelsea. Pasalnya di musim 2020-2021, Chelsea bermain begitu  inkonsisten. Bahkan Chelsea hanya mampu memetik satu kemenangan dari  enam laga terakhir mereka di Liga Inggris 2020-2021.</content:encoded></item></channel></rss>
