<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Senang Menjadi Seorang Muslim, Anelka: Ini Agama yang Damai</title><description>Nicolas Anelka menceritakan pengalamannya menjadi mualaf.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai"/><item><title>Senang Menjadi Seorang Muslim, Anelka: Ini Agama yang Damai</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai-UAVFU23KTq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nicolas Anelka</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/51/2349495/senang-menjadi-seorang-muslim-anelka-ini-agama-yang-damai-UAVFU23KTq.jpg</image><title>Nicolas Anelka</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Nicolas Anelka merupakan salah satu pesepakbola Muslim yang namanya tersohor. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Anelka sebenarnya tidak terlahir sebagai pemeluk agam Islam.
Latar belakang keluarga Anelka adalah beragama Nasrani. Tak ayal, pemain berpaspor Prancis itu pun mengikuti keyakinan yang dianut oleh kedua orang tuanya.
Kendati demikian, ketika Anelka berusia 16 tahun ia memutuskan untuk hijrah menjadi mualaf alias masuk ke dalam agama Islam. Sebab, Anelka memiliki keinginan menjadi orang yang benar dan ia merasa Islam mengajarkan berbagai hal tentang kebenaran tersebut.
Baca juga: Ketika Paul Pogba Bicara soal Islam, Terorisme dan Ketenangan Hati

Semakin Anelka mendalami Islam semakin ia merasa bahwa agama tersebut memang ditujukan untuknya. Meski marak terjadi Islamophobia di Eropa, utamanya Prancis, namun Anelka justru memandang Islam sebagai agama yang damai.
&amp;ldquo;Saya berusia 16 tahun ketika saya masuk Islam, di luar aspek persaudaraan, konversi saya tidak mengubah hidup saya. Saya sudah hidup dengan prinsip yang sama - menjadi orang benar, memiliki nilai,&amp;rdquo; ujar Anelka, dikutip dari Sportszion, Ssabtu (23/1/2021).
&amp;ldquo;Apa yang membuat saya masuk Islam adalah bahwa saya memiliki keyakinan bahwa Islam adalah untuk saya. Saya merasakan hubungan ini dengan Tuhan, dan itu mencerahkan hidup saya,&amp;rdquo; lanjut pria yang kini berusia 41 tahun tersebut.
&amp;ldquo;Saya memiliki keyakinan di hati saya bahwa itu adalah agama saya.  Saya senang menjadi seorang Muslim, agama damai, dan saya belajar banyak  dari Islam,&amp;rdquo; paparnya.
Selama berkarier sebagai pesepakbola, Anelka telah membela banyak  klub besar seperti Arsenal, Real Madrid, Liverpool, hingga Chelsea.  Meski begitu, Anelka sedikit menyesali karena ia bergabung dengan Madrid  di usia yang masih muda.

Anelka diboyong Madrid pada musim panas 2000 ketika usianya masih 20  tahun. Kala itu Anelka dianggap sebagai pemain muda berbakat. Sayangnya,  Anelka masih kurang pengalaman yang membuatnya kalah bersaing dan  tersingkirkan dari skuad Los Blancos.
&amp;ldquo;Bermain di Real Madrid memang membutuhkan pengorbanan. Nampaknya  saya terlalu muda untuk memahami itu. Saya melakukan hal-hal yang tidak  seharusnya. Mungkin, itu karena saya masih terlalu dini,&amp;rdquo; jelas Anelka.
</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Nicolas Anelka merupakan salah satu pesepakbola Muslim yang namanya tersohor. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Anelka sebenarnya tidak terlahir sebagai pemeluk agam Islam.
Latar belakang keluarga Anelka adalah beragama Nasrani. Tak ayal, pemain berpaspor Prancis itu pun mengikuti keyakinan yang dianut oleh kedua orang tuanya.
Kendati demikian, ketika Anelka berusia 16 tahun ia memutuskan untuk hijrah menjadi mualaf alias masuk ke dalam agama Islam. Sebab, Anelka memiliki keinginan menjadi orang yang benar dan ia merasa Islam mengajarkan berbagai hal tentang kebenaran tersebut.
Baca juga: Ketika Paul Pogba Bicara soal Islam, Terorisme dan Ketenangan Hati

Semakin Anelka mendalami Islam semakin ia merasa bahwa agama tersebut memang ditujukan untuknya. Meski marak terjadi Islamophobia di Eropa, utamanya Prancis, namun Anelka justru memandang Islam sebagai agama yang damai.
&amp;ldquo;Saya berusia 16 tahun ketika saya masuk Islam, di luar aspek persaudaraan, konversi saya tidak mengubah hidup saya. Saya sudah hidup dengan prinsip yang sama - menjadi orang benar, memiliki nilai,&amp;rdquo; ujar Anelka, dikutip dari Sportszion, Ssabtu (23/1/2021).
&amp;ldquo;Apa yang membuat saya masuk Islam adalah bahwa saya memiliki keyakinan bahwa Islam adalah untuk saya. Saya merasakan hubungan ini dengan Tuhan, dan itu mencerahkan hidup saya,&amp;rdquo; lanjut pria yang kini berusia 41 tahun tersebut.
&amp;ldquo;Saya memiliki keyakinan di hati saya bahwa itu adalah agama saya.  Saya senang menjadi seorang Muslim, agama damai, dan saya belajar banyak  dari Islam,&amp;rdquo; paparnya.
Selama berkarier sebagai pesepakbola, Anelka telah membela banyak  klub besar seperti Arsenal, Real Madrid, Liverpool, hingga Chelsea.  Meski begitu, Anelka sedikit menyesali karena ia bergabung dengan Madrid  di usia yang masih muda.

Anelka diboyong Madrid pada musim panas 2000 ketika usianya masih 20  tahun. Kala itu Anelka dianggap sebagai pemain muda berbakat. Sayangnya,  Anelka masih kurang pengalaman yang membuatnya kalah bersaing dan  tersingkirkan dari skuad Los Blancos.
&amp;ldquo;Bermain di Real Madrid memang membutuhkan pengorbanan. Nampaknya  saya terlalu muda untuk memahami itu. Saya melakukan hal-hal yang tidak  seharusnya. Mungkin, itu karena saya masih terlalu dini,&amp;rdquo; jelas Anelka.
</content:encoded></item></channel></rss>
