<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda AC Milan Nilai Nasib Romelu Lukaku Sama Seperti Dirinya Dulu</title><description>George Weah berikan sanjungnnya untuk Lukaku.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu"/><item><title>Legenda AC Milan Nilai Nasib Romelu Lukaku Sama Seperti Dirinya Dulu</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu-ks9bxAwGQI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Romelu Lukaku (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/47/2349547/legenda-ac-milan-nilai-nasib-romelu-lukaku-sama-seperti-dirinya-dulu-ks9bxAwGQI.jpg</image><title>Romelu Lukaku (Foto: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Romelu Lukaku saat ini merupakan senjata utama Inter Milan dalam menjebol gawang lawan. Meski baru bergabung dengan Inter pada bursa transfer musim panas 2019, namun Lukaku bisa beradaptasi dengan cepat dan menampilkan performa terbaiknya.
Sejak mengenakan seragam Nerazzurri, Lukaku tercatat telah tampil sebanyak 74 kali di semua kompetisi. Dalam periode tersebut, bomber berpaspor Belgia itu berhasil membukukan 51 gol dan sembilan assist.
Menanggapi kesuksesan Lukaku tersebut, legenda AC Milan, George Weah, merasa senang. Weah pun merasa bahwa nasib yang dialami Lukaku sedikit mirip dengan dirinya.
Baca juga: Gasperini Keluhkan AC Milan Sering Dihadiahi Penalti, Pioli Tidak Peduli

Saat Weah bergabung dengan AC Milan pada musim panas 1995, ia sempat diragukan bakal bersinar. Sebab, saat itu Liga Italia merupakan kompetisi terbaik di dunia dan dipenuhi oleh banyak pemain top.
Kendati demikian, Weah nyatanya mampu membuktikan diri. Selama empat setengah musim membela panji Rossoneri, pria yang kini menjadi Presiden Liberia itu membantu Milan dua kali juara Liga Italia dan ia sendiri mendapatkan satu trofi Ballon d&amp;rsquo;Or.
Sama halnya dengan Weah, Lukaku juga sempat diragukan pada awalnya untuk bisa bersinar bersama Inter Milan. Terlebih karena sebelum hengkang ke Inter, Lukaku sempat hanya dijadikan penghangat bangku cadangan di Manchester United.
&amp;ldquo;Dia (Lukaku) membuktikan betapa kuatnya dia. Dia tidak selalu  mendapatkan pujian yang pantas dia dapatkan dan ceritanya mirip dengan  cerita saya,&amp;rdquo; ujar Weah, dilansir dari Football Italia, Sabtu  (23/1/2021).
&amp;ldquo;Ketika saya meninggalkan Prancis untuk pindah ke Italia, orang  mengira saya tidak akan berhasil, karena Serie A adalah liga yang sangat  kuat,&amp;rdquo; paparnya.

&amp;ldquo;Saya melakukannya dengan sangat baik, dan saya pikir Lukaku  melakukan hal yang sama. Dia meningkat, dia adalah striker yang lebih  lengkap sekarang,&amp;rdquo; tukas Weah.
Saat ini Lukaku sedang membantu Inter untuk bisa menjuarai Liga  Italia 2020-2021. Sementara ini, Nerazzurri menempati posisi kedua  klasemen dengan 40 poin. Mereka hanya tertinggal tiga angka di belakang  Rossoneri yang menjadi pemuncak.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Romelu Lukaku saat ini merupakan senjata utama Inter Milan dalam menjebol gawang lawan. Meski baru bergabung dengan Inter pada bursa transfer musim panas 2019, namun Lukaku bisa beradaptasi dengan cepat dan menampilkan performa terbaiknya.
Sejak mengenakan seragam Nerazzurri, Lukaku tercatat telah tampil sebanyak 74 kali di semua kompetisi. Dalam periode tersebut, bomber berpaspor Belgia itu berhasil membukukan 51 gol dan sembilan assist.
Menanggapi kesuksesan Lukaku tersebut, legenda AC Milan, George Weah, merasa senang. Weah pun merasa bahwa nasib yang dialami Lukaku sedikit mirip dengan dirinya.
Baca juga: Gasperini Keluhkan AC Milan Sering Dihadiahi Penalti, Pioli Tidak Peduli

Saat Weah bergabung dengan AC Milan pada musim panas 1995, ia sempat diragukan bakal bersinar. Sebab, saat itu Liga Italia merupakan kompetisi terbaik di dunia dan dipenuhi oleh banyak pemain top.
Kendati demikian, Weah nyatanya mampu membuktikan diri. Selama empat setengah musim membela panji Rossoneri, pria yang kini menjadi Presiden Liberia itu membantu Milan dua kali juara Liga Italia dan ia sendiri mendapatkan satu trofi Ballon d&amp;rsquo;Or.
Sama halnya dengan Weah, Lukaku juga sempat diragukan pada awalnya untuk bisa bersinar bersama Inter Milan. Terlebih karena sebelum hengkang ke Inter, Lukaku sempat hanya dijadikan penghangat bangku cadangan di Manchester United.
&amp;ldquo;Dia (Lukaku) membuktikan betapa kuatnya dia. Dia tidak selalu  mendapatkan pujian yang pantas dia dapatkan dan ceritanya mirip dengan  cerita saya,&amp;rdquo; ujar Weah, dilansir dari Football Italia, Sabtu  (23/1/2021).
&amp;ldquo;Ketika saya meninggalkan Prancis untuk pindah ke Italia, orang  mengira saya tidak akan berhasil, karena Serie A adalah liga yang sangat  kuat,&amp;rdquo; paparnya.

&amp;ldquo;Saya melakukannya dengan sangat baik, dan saya pikir Lukaku  melakukan hal yang sama. Dia meningkat, dia adalah striker yang lebih  lengkap sekarang,&amp;rdquo; tukas Weah.
Saat ini Lukaku sedang membantu Inter untuk bisa menjuarai Liga  Italia 2020-2021. Sementara ini, Nerazzurri menempati posisi kedua  klasemen dengan 40 poin. Mereka hanya tertinggal tiga angka di belakang  Rossoneri yang menjadi pemuncak.
</content:encoded></item></channel></rss>
