<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Janji Frank Lampard: Bikin Chelsea Keluar dari Masalah</title><description>Manajer Chelsea, Frank Lampard, sedang menjadi sorotan lantaran performa timnya sedang terpuruk.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah"/><item><title>Janji Frank Lampard: Bikin Chelsea Keluar dari Masalah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah-ciHSunTm7J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/45/2349635/janji-frank-lampard-bikin-chelsea-keluar-dari-masalah-ciHSunTm7J.jpg</image><title>Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Manajer Chelsea, Frank Lampard, sedang menjadi sorotan lantaran performa timnya sedang terpuruk. Meski ancaman pemecatan menanti Lampard, namun ia memiliki tekad kuat untuk tidak menyerah dan membawa Chelsea keluar dari masalah.
Lampard tercatat sebagai legendaris klub London Barat itu. Dia pengoleksi 211 gol saat 13 tahun menjadi pemain Chelsea dari 2001 hingga 2014.
Namun, itu tak jadi jaminan Lampard akan selamat dari pemecatan. Pasalnya, dia dianggap gagal memenuhi target tim membawa The Blues bersaing juara di Liga Inggris musim ini. Chelsea tercecer di peringkat kedelapan dan tertinggal 11 poin dari Manchester United di puncak klasemen.
Baca juga: Banyak Orang yang Iri dengan Ole Gunnar Solskjaer

Padahal, dia sudah menghabiskan 253 juta poundsterling (Rp4,8 triliun) untuk menghadirkan pemain-pemain baru seperti Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, dan Ben Chilwell.
Namun, Lampard enggan menyerah. Dia masih yakin bisa mengembalikan armadanya ke jalur yang tepat.
&quot;Saya seorang pejuang pertama dan terpenting. Begitulah cara saya berhasil membuat karier di luar permainan sebagai pemain. Saya adalah manajer klub yang saya cintai. Ketika saya berkemas, saya bisa benar-benar keluar dari sepak bola,&amp;rdquo; ucapnya, dikutip The Sun, Sabtu (23/1/2021).
&amp;ldquo;Saya suka fakta jika ada masa-masa sulit dan Anda berjuang untuk keluar darinya, dan saya menyertakan para pemain juga. Itu adalah perasaan terbaik dalam sepak bola. Perasaan terbaik yang mungkin Anda miliki,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Ini tidak akan menjadi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang akan memenangkan  pertandingan yang kami butuhkan dalam jangka pendek. Itu akan menjadi  hasrat, keinginan dan kebersamaan tim,&amp;rdquo; katanya lagi.
Selain menjadi top skor sepanjang masa klub, Lampard juga memenangkan  semua penghargaan domestik dan Eropa dalam 13 tahun sebagai pemain  Chelsea. Tapi, sekarang kontrak tiga tahun yang mengikatnya terancam  diputus jika dia gagal memulihkan performa klub.

Momen itu bisa didapat saat Chelsea meladeni klub Championship, Luton Town, pada perempat final Piala FA, Minggu (24/1/2021).
&amp;ldquo;Sebagai pemain saya bertanya-tanya,&amp;lsquo; Seperti apa masa-masa sulit  sebagai manajer? Bagaimana perbedaan tanggung jawab sebagai manajer  dengan pemain?&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Saya bertanya-tanya seperti apa masa-masa sulit itu. Dan itu  baik-baik saja. Itu adalah apa adanya. Anda harus pergi ke manajemen  yang ingin menangani tekanan, ingin menangani kesuksesan dengan bersikap  rendah hati setiap saat,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Manajer Chelsea, Frank Lampard, sedang menjadi sorotan lantaran performa timnya sedang terpuruk. Meski ancaman pemecatan menanti Lampard, namun ia memiliki tekad kuat untuk tidak menyerah dan membawa Chelsea keluar dari masalah.
Lampard tercatat sebagai legendaris klub London Barat itu. Dia pengoleksi 211 gol saat 13 tahun menjadi pemain Chelsea dari 2001 hingga 2014.
Namun, itu tak jadi jaminan Lampard akan selamat dari pemecatan. Pasalnya, dia dianggap gagal memenuhi target tim membawa The Blues bersaing juara di Liga Inggris musim ini. Chelsea tercecer di peringkat kedelapan dan tertinggal 11 poin dari Manchester United di puncak klasemen.
Baca juga: Banyak Orang yang Iri dengan Ole Gunnar Solskjaer

Padahal, dia sudah menghabiskan 253 juta poundsterling (Rp4,8 triliun) untuk menghadirkan pemain-pemain baru seperti Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, dan Ben Chilwell.
Namun, Lampard enggan menyerah. Dia masih yakin bisa mengembalikan armadanya ke jalur yang tepat.
&quot;Saya seorang pejuang pertama dan terpenting. Begitulah cara saya berhasil membuat karier di luar permainan sebagai pemain. Saya adalah manajer klub yang saya cintai. Ketika saya berkemas, saya bisa benar-benar keluar dari sepak bola,&amp;rdquo; ucapnya, dikutip The Sun, Sabtu (23/1/2021).
&amp;ldquo;Saya suka fakta jika ada masa-masa sulit dan Anda berjuang untuk keluar darinya, dan saya menyertakan para pemain juga. Itu adalah perasaan terbaik dalam sepak bola. Perasaan terbaik yang mungkin Anda miliki,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Ini tidak akan menjadi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang akan memenangkan  pertandingan yang kami butuhkan dalam jangka pendek. Itu akan menjadi  hasrat, keinginan dan kebersamaan tim,&amp;rdquo; katanya lagi.
Selain menjadi top skor sepanjang masa klub, Lampard juga memenangkan  semua penghargaan domestik dan Eropa dalam 13 tahun sebagai pemain  Chelsea. Tapi, sekarang kontrak tiga tahun yang mengikatnya terancam  diputus jika dia gagal memulihkan performa klub.

Momen itu bisa didapat saat Chelsea meladeni klub Championship, Luton Town, pada perempat final Piala FA, Minggu (24/1/2021).
&amp;ldquo;Sebagai pemain saya bertanya-tanya,&amp;lsquo; Seperti apa masa-masa sulit  sebagai manajer? Bagaimana perbedaan tanggung jawab sebagai manajer  dengan pemain?&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Saya bertanya-tanya seperti apa masa-masa sulit itu. Dan itu  baik-baik saja. Itu adalah apa adanya. Anda harus pergi ke manajemen  yang ingin menangani tekanan, ingin menangani kesuksesan dengan bersikap  rendah hati setiap saat,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
