<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kai Havertz Panen Kritik, Lampard: Dia Seperti De Bruyne dan Salah</title><description>Kai Havertz belakangan ini semakin banyak mendapat kritik lantaran tidak mampu menampilkan performa yang memuaskan di atas lapangan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah"/><item><title>Kai Havertz Panen Kritik, Lampard: Dia Seperti De Bruyne dan Salah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah-LCpqfd0zaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kai Havertz (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/45/2349413/kai-havertz-panen-kritik-lampard-dia-seperti-de-bruyne-dan-salah-LCpqfd0zaJ.jpg</image><title>Kai Havertz (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Gelandang Chelsea, Kai Havertz, belakangan ini semakin banyak mendapat kritik lantaran tidak mampu menampilkan performa yang memuaskan di atas lapangan. Tidak ingin anak asuhnya dihujat, Manajer Chelsea, Frank Lampard pun pasang badan.
Havertz sejatinya direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020 dengan harga fantastis, yakni 80 juta euro atau sekira Rp1,3 triliun. Harapannya Havertz mampu menjadi penggerak permainan The Blues, utamanya dalam fase menyerang.
Kendati demikian, Havertz justsru tidak bisa menampilkan permainan cemerlang sebagaiman yang ia tunjukkan di Bayer Leverkusen. Dari 23 kali bertanding, gelandang 21 tahun tersebut baru menyumbang lima gol dan enam assist.
Baca juga: Mikel Arteta Sedih Lihat Situasi Frank Lampard di Chelsea

Havertz pun dituding sebagai pemain yang malas dan tidak memiliki hasrat. Hal itu disampaikan oleh legenda Chelsea, Robert Huth. Akan tetapi, Lampard mencoba memberi pembelaan.
Lampard tidak sepakat dengan pernyataan Huth tersebut. Menurutnya, Havertz masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan di Chelsea dan Liga Inggris.
Lampard menyebut kasus Havertz ini sama dengan Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah. Kedua pemain tersebut dulunya membela Chelsea, namun dianggap gagal. Padahal menurut Lampard, mereka hanya butuh diberi waktu untuk mengembangkan diri.
&amp;ldquo;Dari bekerja dengan Kai, saya dapat secara resmi mengatakan bahwa  hasratnya sama sekali bukan bagian dari masalah. Apakah dia percaya diri  saat ini? Tidak, karena dia mengalami momen yang sulit, seperti halnya  anggota skuad lainnya,&quot; kata Lampard, dikutip dari Goal.
&quot;Kevin De Bruyne dan Mo Salah adalah pemain yang ada di sini pada  usia yang sama dengan Kai. Mereka pergi dan mengambil waktu dan kembali,  dan sekarang mereka adalah legenda Liga Inggris yang mutlak,&amp;rdquo;  sambungnya.

&quot;Saya tidak ingin memberikan tekanan di pundaknya, tapi jelas harus  ada waktu dengan pemain muda yang datang ke liga ini, di mana orang  harus memberi mereka waktu, kesabaran dan terkadang sedikit ruang,&amp;rdquo;  jelas mantan penggawa The Blues tersebut.
&quot;Bukan berarti semuanya akan terjadi dalam beberapa bulan atau dalam  satu penampilan. Saya mengenalnya dengan baik, dia anak yang baik dan  tugas saya adalah melatihnya seperti saya melatih para pemain muda yang  datang tahun lalu ke tim ini,&amp;rdquo; tandas Lampard.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Gelandang Chelsea, Kai Havertz, belakangan ini semakin banyak mendapat kritik lantaran tidak mampu menampilkan performa yang memuaskan di atas lapangan. Tidak ingin anak asuhnya dihujat, Manajer Chelsea, Frank Lampard pun pasang badan.
Havertz sejatinya direkrut Chelsea pada bursa transfer musim panas 2020 dengan harga fantastis, yakni 80 juta euro atau sekira Rp1,3 triliun. Harapannya Havertz mampu menjadi penggerak permainan The Blues, utamanya dalam fase menyerang.
Kendati demikian, Havertz justsru tidak bisa menampilkan permainan cemerlang sebagaiman yang ia tunjukkan di Bayer Leverkusen. Dari 23 kali bertanding, gelandang 21 tahun tersebut baru menyumbang lima gol dan enam assist.
Baca juga: Mikel Arteta Sedih Lihat Situasi Frank Lampard di Chelsea

Havertz pun dituding sebagai pemain yang malas dan tidak memiliki hasrat. Hal itu disampaikan oleh legenda Chelsea, Robert Huth. Akan tetapi, Lampard mencoba memberi pembelaan.
Lampard tidak sepakat dengan pernyataan Huth tersebut. Menurutnya, Havertz masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan di Chelsea dan Liga Inggris.
Lampard menyebut kasus Havertz ini sama dengan Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah. Kedua pemain tersebut dulunya membela Chelsea, namun dianggap gagal. Padahal menurut Lampard, mereka hanya butuh diberi waktu untuk mengembangkan diri.
&amp;ldquo;Dari bekerja dengan Kai, saya dapat secara resmi mengatakan bahwa  hasratnya sama sekali bukan bagian dari masalah. Apakah dia percaya diri  saat ini? Tidak, karena dia mengalami momen yang sulit, seperti halnya  anggota skuad lainnya,&quot; kata Lampard, dikutip dari Goal.
&quot;Kevin De Bruyne dan Mo Salah adalah pemain yang ada di sini pada  usia yang sama dengan Kai. Mereka pergi dan mengambil waktu dan kembali,  dan sekarang mereka adalah legenda Liga Inggris yang mutlak,&amp;rdquo;  sambungnya.

&quot;Saya tidak ingin memberikan tekanan di pundaknya, tapi jelas harus  ada waktu dengan pemain muda yang datang ke liga ini, di mana orang  harus memberi mereka waktu, kesabaran dan terkadang sedikit ruang,&amp;rdquo;  jelas mantan penggawa The Blues tersebut.
&quot;Bukan berarti semuanya akan terjadi dalam beberapa bulan atau dalam  satu penampilan. Saya mengenalnya dengan baik, dia anak yang baik dan  tugas saya adalah melatihnya seperti saya melatih para pemain muda yang  datang tahun lalu ke tim ini,&amp;rdquo; tandas Lampard.
</content:encoded></item></channel></rss>
