<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pesepakbola yang Dinilai Tak Layak Menangkan Trofi Ballon dOr</title><description>Berikut ini adalah lima pesepakbola yang dinilai tidak layak memenangkan Ballon d&amp;rsquo;Or.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor"/><item><title>5 Pesepakbola yang Dinilai Tak Layak Menangkan Trofi Ballon dOr</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor-YrB5dhFaTJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Micahel Owen (Foto: Daily Star)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/51/2348939/5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor-YrB5dhFaTJ.jpg</image><title>Micahel Owen (Foto: Daily Star)</title></images><description>SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Ballon d&amp;rsquo;Or merupakan penghargaan individu paling prestisius bagi pesepakbola. Sebab, mereka yang dianugerahi trofi tersebut sering dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia.
Kendati demikian, pada beberapa kesempatan, ternyata keluar hasil pemilihan yang tidak membuat publik merasa puas. Masyarakat pasalnya menilai ada pemain yang lebih layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut ketimbang pemain yang diumumkan oleh pihak penyelenggara.
Berikut ini adalah lima pesepakbola yang dinilai tidak layak memenangkan Ballon d&amp;rsquo;Or:
 
5. Fabio Cannavaro (2006)

 
Fabio Cannavaro didapuk sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or setelah mengantarkan Timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 2006. Dalam turnamen tersebut, Cannavaro tidak hanya menjadi kunci kukuhnya pertahanan Gli Azzurri, namun ia pun menyandang status sebagai kapten tim.
Meski begitu, nyatanya tak semua orang menilai Cannavaro sebagai sosok yang pantas sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or. Gianluigi Buffon dianggap lebih layak memenangkan penghargaan tersebut setelah banyak melakukan penyelamatan gemilang. Di Piala Dunia 2006 sendiri, gawang Buffon hanya kejebolan dua kali.
4. Luka Modric (2018)

Luka Modric menjadi pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or setelah membantu Timnas Kroasia tampil di final Piala Dunia 2018. Selain itu, Modric juga menjadi sosok penting di lini tengah Real Madrid dalam menjuarai Liga Champions musim 2017-2018.
Hanya saja, dipilihnya Modric sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or diperdebatkan. Sebab, Cristiano Ronaldo dipandang lebih layak memenangkan trofi tersebut. Ronaldo memang gagal membawa Portugal berjaya di Piala Dunia, namun ia memiliki peran yang sangat vital bagi Madrid di musim 2017-2018. CR7 membukukan 44 gol dan delapan assist untuk Los Blancos di musim tersebut dari 44 kali bertanding.3. Michael Owen (2001)

Michael Owen tampil mengesankan bersama Liverpool di 2001. Owen  tercatat mencetak total 24 gol di musim tersebut dan membuat The Reds  menjuarai Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
Meski begitu, prestasi yang ditorehkan Owen tersebut dinilai masih  kurang cemerlang jika dibandingkan dengan Raul Gonzalez yang kala itu  membela Real Madrid. Sebab, Raul mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga  Spanyol dan Piala Super Spanyol.
Tidak hanya itu, Owen juga menjadi top skor di Liga Spanyol dan Liga  Champions pada musim tersebut. Maka dari itu, ketika Raul tidak terpilih  menjadi pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or, banyak orang yang memperdebatkannya.
2. Pavel Nedved (2003)

Dipilihnya Pavel Nedved sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or 2003 juga  sedikit diperdebatkan. Kala itu Nedved memang berhasil mengantarkan  Juventus menjuarai Liga Italia dan Piala Super Italia. Namun, di musim  tersebut Nedved hanya menyumbang 14 gol.
Sementara itu, Thierry Henry sedang dalam performa puncaknya bersama  Arsenal. Di musim tersebut, Henry membukukan 42 gol dan 26 assist. Meski  begitu, ia hanya membawa Arsenal menjuarai Piala FA.1. Matthias Sammer (1996)

 
Cukup banyak yang dikejutkan ketika Matthias Sammer didapuk sebagai   pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or 1996. Ketika itu, Sammer memang tampil solid di   lini tengah dan membuat Borussia Dortmund menjuarai Liga Jerman. Tidak   hanya itu, dia juga membantu Timnas Jerman juara Piala Eropa.
Kendati demikian, raihan Sammer tersebut diniali tidak lebih baik   dari Alan Shearer dan Ronaldo Luis Nazario de Lima. Sebab, Shearer   membawa Newacstle United menjadi runner-up Liga Inggris, sesutau yang   belum pernah dicapai The Magpies sebelumnya.
Selain itu, Shearer juga menjadi top skor Liga Inggris dan menyabet   PFA Player of The Year. Sementara itu, Ronaldo tampil menggila dengan   mencetak 34 gol dari 37 pertandingan untuk Barcelona di Liga Spanyol. Ia   pun membawa Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol, Copa del Rey,   serta Piala Winner.</description><content:encoded>SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Ballon d&amp;rsquo;Or merupakan penghargaan individu paling prestisius bagi pesepakbola. Sebab, mereka yang dianugerahi trofi tersebut sering dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia.
Kendati demikian, pada beberapa kesempatan, ternyata keluar hasil pemilihan yang tidak membuat publik merasa puas. Masyarakat pasalnya menilai ada pemain yang lebih layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut ketimbang pemain yang diumumkan oleh pihak penyelenggara.
Berikut ini adalah lima pesepakbola yang dinilai tidak layak memenangkan Ballon d&amp;rsquo;Or:
 
5. Fabio Cannavaro (2006)

 
Fabio Cannavaro didapuk sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or setelah mengantarkan Timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 2006. Dalam turnamen tersebut, Cannavaro tidak hanya menjadi kunci kukuhnya pertahanan Gli Azzurri, namun ia pun menyandang status sebagai kapten tim.
Meski begitu, nyatanya tak semua orang menilai Cannavaro sebagai sosok yang pantas sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or. Gianluigi Buffon dianggap lebih layak memenangkan penghargaan tersebut setelah banyak melakukan penyelamatan gemilang. Di Piala Dunia 2006 sendiri, gawang Buffon hanya kejebolan dua kali.
4. Luka Modric (2018)

Luka Modric menjadi pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or setelah membantu Timnas Kroasia tampil di final Piala Dunia 2018. Selain itu, Modric juga menjadi sosok penting di lini tengah Real Madrid dalam menjuarai Liga Champions musim 2017-2018.
Hanya saja, dipilihnya Modric sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or diperdebatkan. Sebab, Cristiano Ronaldo dipandang lebih layak memenangkan trofi tersebut. Ronaldo memang gagal membawa Portugal berjaya di Piala Dunia, namun ia memiliki peran yang sangat vital bagi Madrid di musim 2017-2018. CR7 membukukan 44 gol dan delapan assist untuk Los Blancos di musim tersebut dari 44 kali bertanding.3. Michael Owen (2001)

Michael Owen tampil mengesankan bersama Liverpool di 2001. Owen  tercatat mencetak total 24 gol di musim tersebut dan membuat The Reds  menjuarai Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
Meski begitu, prestasi yang ditorehkan Owen tersebut dinilai masih  kurang cemerlang jika dibandingkan dengan Raul Gonzalez yang kala itu  membela Real Madrid. Sebab, Raul mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga  Spanyol dan Piala Super Spanyol.
Tidak hanya itu, Owen juga menjadi top skor di Liga Spanyol dan Liga  Champions pada musim tersebut. Maka dari itu, ketika Raul tidak terpilih  menjadi pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or, banyak orang yang memperdebatkannya.
2. Pavel Nedved (2003)

Dipilihnya Pavel Nedved sebagai pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or 2003 juga  sedikit diperdebatkan. Kala itu Nedved memang berhasil mengantarkan  Juventus menjuarai Liga Italia dan Piala Super Italia. Namun, di musim  tersebut Nedved hanya menyumbang 14 gol.
Sementara itu, Thierry Henry sedang dalam performa puncaknya bersama  Arsenal. Di musim tersebut, Henry membukukan 42 gol dan 26 assist. Meski  begitu, ia hanya membawa Arsenal menjuarai Piala FA.1. Matthias Sammer (1996)

 
Cukup banyak yang dikejutkan ketika Matthias Sammer didapuk sebagai   pemenang Ballon d&amp;rsquo;Or 1996. Ketika itu, Sammer memang tampil solid di   lini tengah dan membuat Borussia Dortmund menjuarai Liga Jerman. Tidak   hanya itu, dia juga membantu Timnas Jerman juara Piala Eropa.
Kendati demikian, raihan Sammer tersebut diniali tidak lebih baik   dari Alan Shearer dan Ronaldo Luis Nazario de Lima. Sebab, Shearer   membawa Newacstle United menjadi runner-up Liga Inggris, sesutau yang   belum pernah dicapai The Magpies sebelumnya.
Selain itu, Shearer juga menjadi top skor Liga Inggris dan menyabet   PFA Player of The Year. Sementara itu, Ronaldo tampil menggila dengan   mencetak 34 gol dari 37 pertandingan untuk Barcelona di Liga Spanyol. Ia   pun membawa Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol, Copa del Rey,   serta Piala Winner.</content:encoded></item></channel></rss>
