<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Senang Dulu Milanisti, Rossoneri Belum Jadi Juara Paruh Musim</title><description>AC Milan belum dijamin menyandang status juara paruh musim.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim"/><item><title>Jangan Senang Dulu Milanisti, Rossoneri Belum Jadi Juara Paruh Musim</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim-xJN3KA4iTQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain AC Milan berselebrasi (Foto: Media AC Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/47/2349127/jangan-senang-dulu-milanisti-rossoneri-belum-jadi-juara-paruh-musim-xJN3KA4iTQ.jpg</image><title>Para pemain AC Milan berselebrasi (Foto: Media AC Milan)</title></images><description>BUKAN rahasia lagi bahwa saat ini para pendukung AC Milan, Milanisti, tengah bersuka cita lantaran klub jagoan mereka bercokol di puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021. Sebagian dari mereka bahkan menganggap Milan sudah menyegel status sebagai juara paruh musim.
Pemikiran tersebut berasal karena saat ini Milan ada di puncak klasemen dengan 43 poin dari 18 kali bertanding. Rossoneri unggul tiga angka atas rival sekotanya, Inter Milan, yang ada di posisi kedua dengan jumlah pertandingan yang sama.
Sementara itu, dibutuhkan satu pertandingan lagi untuk menggenapi paruh pertama musim kompetisi Liga Italia 2020-2021. Di matchday ke-19 itulah akan ditentukan siapa yang menyandang status juara paruh musim.
Baca juga: Liga Italia Terbaik di 2020 versi IFFHS

Sebagian Milanisti berpikiran Milan sudah dipastikan juara paruh musim meski Rossoneri kalah di matchday ke-19 mereka. Sebab, kalaupun Milan kalah, perolehan poin mereka dengan Inter akan sama, yakni 43.
Di Liga Italia sendiri, digunakan perhitungan head to head jika perolehan poin sama. Pada pertemuan Milan vs Inter di paruh perama musim ini, Rossoneri menang 2-1. Hal itulah yang membuat sebagian Milanisti berpikiran mereka akan menutup pertengahan musim di atas Inter.
Karena, seandainya poin Milan dan Inter sama, maka Rossoneri dianggap akan tetap berada di atas Nerazzurri lantaran unggul head to head. Padahal, perhitungan yang sesungguhnya tidak seperti itu.
Memang benar perhitungan yang digunakan di Liga Italia adalah head to  head jika ada tim yang memiliki poin sama. Akan tetapi, perhitungan  tersebut baru berlaku di paruh kedua musim kompetisi, setelah  pertandingan dilangsungkan dua kali (kandang dan tandang).
Sementara itu, untuk paruh pertama musim kompetisi perhitungan  menggunakan selisih gol. Saat ini, Milan tertinggal dari Inter jika  bicara soal selisih gol. Selisih gol Rossoneri +20, sedangkan Nerazzurri  +22.

Di giornata ke-19 sendiri, Milan akan berhadapan dengan lawan kuat,  Atalanta. Sedangkan Inter mendapatkan lawan yang relatif mudah, yaitu  Udinese.
Dengan demikian, seandainya Milan kalah dari Atalanta dan Inter  menang atas Udinese, maka Nerazzurri yang bakal didapuk sebagai juara  paruh musim. Sedangkan Rossoneri harus puas berada di urutan kedua.
</description><content:encoded>BUKAN rahasia lagi bahwa saat ini para pendukung AC Milan, Milanisti, tengah bersuka cita lantaran klub jagoan mereka bercokol di puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021. Sebagian dari mereka bahkan menganggap Milan sudah menyegel status sebagai juara paruh musim.
Pemikiran tersebut berasal karena saat ini Milan ada di puncak klasemen dengan 43 poin dari 18 kali bertanding. Rossoneri unggul tiga angka atas rival sekotanya, Inter Milan, yang ada di posisi kedua dengan jumlah pertandingan yang sama.
Sementara itu, dibutuhkan satu pertandingan lagi untuk menggenapi paruh pertama musim kompetisi Liga Italia 2020-2021. Di matchday ke-19 itulah akan ditentukan siapa yang menyandang status juara paruh musim.
Baca juga: Liga Italia Terbaik di 2020 versi IFFHS

Sebagian Milanisti berpikiran Milan sudah dipastikan juara paruh musim meski Rossoneri kalah di matchday ke-19 mereka. Sebab, kalaupun Milan kalah, perolehan poin mereka dengan Inter akan sama, yakni 43.
Di Liga Italia sendiri, digunakan perhitungan head to head jika perolehan poin sama. Pada pertemuan Milan vs Inter di paruh perama musim ini, Rossoneri menang 2-1. Hal itulah yang membuat sebagian Milanisti berpikiran mereka akan menutup pertengahan musim di atas Inter.
Karena, seandainya poin Milan dan Inter sama, maka Rossoneri dianggap akan tetap berada di atas Nerazzurri lantaran unggul head to head. Padahal, perhitungan yang sesungguhnya tidak seperti itu.
Memang benar perhitungan yang digunakan di Liga Italia adalah head to  head jika ada tim yang memiliki poin sama. Akan tetapi, perhitungan  tersebut baru berlaku di paruh kedua musim kompetisi, setelah  pertandingan dilangsungkan dua kali (kandang dan tandang).
Sementara itu, untuk paruh pertama musim kompetisi perhitungan  menggunakan selisih gol. Saat ini, Milan tertinggal dari Inter jika  bicara soal selisih gol. Selisih gol Rossoneri +20, sedangkan Nerazzurri  +22.

Di giornata ke-19 sendiri, Milan akan berhadapan dengan lawan kuat,  Atalanta. Sedangkan Inter mendapatkan lawan yang relatif mudah, yaitu  Udinese.
Dengan demikian, seandainya Milan kalah dari Atalanta dan Inter  menang atas Udinese, maka Nerazzurri yang bakal didapuk sebagai juara  paruh musim. Sedangkan Rossoneri harus puas berada di urutan kedua.
</content:encoded></item></channel></rss>
