<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurgen Klopp Geram Pemain Liverpool Disebut Tak Punya Kemampuan</title><description>Dalam empat pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris 2020-2021 Liverpool selalu gagal mencetak gol.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan"/><item><title>Jurgen Klopp Geram Pemain Liverpool Disebut Tak Punya Kemampuan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan-9JwtGWj75d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Liverpool kalah dari Burnley (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/45/2349079/jurgen-klopp-geram-pemain-liverpool-disebut-tak-punya-kemampuan-9JwtGWj75d.jpg</image><title>Liverpool kalah dari Burnley (Foto: Reuters)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Dalam empat pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris 2020-2021 Liverpool selalu gagal mencetak gol. Teranyar, mereka gagal melakukannya saat menjamu Burnley, sehingga The Reds pun tumbang dengan skor 0-1.
Terakhir kali Liverpool mencetak gol di ajang Liga Inggris adalah pada 27 Desember 2020 ketika mereka menjamu West Bromwich Albion. Meski demikian, pertandingan tersebut harus berakhir dengan skor imbang 1-1.
Kemampuan para pemain Liverpool, utamanya lini serang, pada akhirnya dipertanyakan setelah mengalami rangkaian paceklik gol ini. Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino dinilai sudah kehilangan ketajaman mereka.
Baca juga: Bruno Fernandes Jadi Kunci Kegemilangan Paul Pogba

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, tentunya tak terima para pemainnya disebut demikian. Karena menurut Klopp, anak-anak asuhnya memiliki kualitas yang bagus untuk menjebol gawang lawan.
Klopp memandang bahwa yang sebenarnya membuat Liverpool seret gol belakangan ini karena para pemain tidak terlalu bagus dalam mengambil keputusan di sepertiga terakhir lapangan. Akhirnya, peluang yang sudah mereka ciptakan pun menjadi sia-sia.
Selain itu Klopp juga menyayangkan karena timnya tidak bisa dengan segera mencetak gol pembuka. Menurutnya, jika The Reds bisa unggul cepat, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri para pemain dan alur pertandingan bakal berubah.
&amp;ldquo;Itu sulit. untuk bermain melawan blok-blok rendah ini. Akan membantu  jika Anda mencetak gol pertama, tetapi kami tidak melakukannya,&amp;rdquo; terang  Klopp kepada BBC, Jumat (22/1/2021).
&amp;ldquo;Itu mengubah lawan. Setelah lama tidak mencetak gol, tidak semua  orang merasa percaya diri. Saya tidak pernah menganggap kami sebagai  pencetak gol yang hebat,&amp;rdquo; sambung manajer berpaspor Jerman tersebut.

&amp;ldquo;Saya tahu kami harus bekerja keras. Ini bukan pertama kalinya atau  terakhir kali hal itu terjadi dalam sepakbola. Kami hanya dapat  menggunakan pertandingan ini untuk pertandingan berikutnya,&amp;rdquo; papar  Klopp.
&amp;ldquo;Ini bukan karena para pemain tidak memiliki kemampuan. Pengambilan  keputusan kami adalah masalahnya. Jika kami mencetak gol di momen besar  kami itu mengubah banyak hal, tetapi kami tidak melakukannya,&quot; tukas  sang juru taktik.
</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Dalam empat pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris 2020-2021 Liverpool selalu gagal mencetak gol. Teranyar, mereka gagal melakukannya saat menjamu Burnley, sehingga The Reds pun tumbang dengan skor 0-1.
Terakhir kali Liverpool mencetak gol di ajang Liga Inggris adalah pada 27 Desember 2020 ketika mereka menjamu West Bromwich Albion. Meski demikian, pertandingan tersebut harus berakhir dengan skor imbang 1-1.
Kemampuan para pemain Liverpool, utamanya lini serang, pada akhirnya dipertanyakan setelah mengalami rangkaian paceklik gol ini. Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino dinilai sudah kehilangan ketajaman mereka.
Baca juga: Bruno Fernandes Jadi Kunci Kegemilangan Paul Pogba

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, tentunya tak terima para pemainnya disebut demikian. Karena menurut Klopp, anak-anak asuhnya memiliki kualitas yang bagus untuk menjebol gawang lawan.
Klopp memandang bahwa yang sebenarnya membuat Liverpool seret gol belakangan ini karena para pemain tidak terlalu bagus dalam mengambil keputusan di sepertiga terakhir lapangan. Akhirnya, peluang yang sudah mereka ciptakan pun menjadi sia-sia.
Selain itu Klopp juga menyayangkan karena timnya tidak bisa dengan segera mencetak gol pembuka. Menurutnya, jika The Reds bisa unggul cepat, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri para pemain dan alur pertandingan bakal berubah.
&amp;ldquo;Itu sulit. untuk bermain melawan blok-blok rendah ini. Akan membantu  jika Anda mencetak gol pertama, tetapi kami tidak melakukannya,&amp;rdquo; terang  Klopp kepada BBC, Jumat (22/1/2021).
&amp;ldquo;Itu mengubah lawan. Setelah lama tidak mencetak gol, tidak semua  orang merasa percaya diri. Saya tidak pernah menganggap kami sebagai  pencetak gol yang hebat,&amp;rdquo; sambung manajer berpaspor Jerman tersebut.

&amp;ldquo;Saya tahu kami harus bekerja keras. Ini bukan pertama kalinya atau  terakhir kali hal itu terjadi dalam sepakbola. Kami hanya dapat  menggunakan pertandingan ini untuk pertandingan berikutnya,&amp;rdquo; papar  Klopp.
&amp;ldquo;Ini bukan karena para pemain tidak memiliki kemampuan. Pengambilan  keputusan kami adalah masalahnya. Jika kami mencetak gol di momen besar  kami itu mengubah banyak hal, tetapi kami tidak melakukannya,&quot; tukas  sang juru taktik.
</content:encoded></item></channel></rss>
