<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lampard Sadar Bisa Didepak dari Chelsea Kapan pun</title><description>Manajer Chelsea, Frank Lampard, sadar bahwa posisinya saat ini sedang dalam bahaya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun"/><item><title>Lampard Sadar Bisa Didepak dari Chelsea Kapan pun</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun</guid><pubDate>Sabtu 09 Januari 2021 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun-KRk1Brdq9z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/45/2341577/lampard-sadar-bisa-didepak-dari-chelsea-kapan-pun-KRk1Brdq9z.jpg</image><title>Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Manajer Chelsea, Frank Lampard, sadar bahwa posisinya saat ini sedang dalam bahaya. Pasalnya, The Blues telah melakoni enam pertandingan di Liga Inggris 2020-2021 dengan hanya satu kali meraih kemenangan.
Lampard sadar bahwa pemilik Chelsea, Roman Abramovich, bukanlah sosok yang penyabar. Ketika Lampard masih menjadi penggawa The Blues, ia telah bekerja dengan banyak sekali manajer lantaran Abramovich tak segan memecat mereka ketika hasil yang didapat tak sesuai ekspektasi.
Maka dari itu, Lampard hanya bisa pasrah jika waktu baginya untuk dipecat telah tiba. Meski begitu, saat ini Lampard berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk mengangkat lagi performa Chelsea sehingga menjadi tim yang kompetitif.
Baca juga: Man United vs Watford, Solskjaer Janjikan Van de Beek Jadi Starter

&amp;ldquo;Sabar, baiklah. Saya tidak berpikir kesabaran adalah sesuatu yang dapat saya bicarakan dalam sepakbola. Itu bukan hak prerogatif saya dan keputusan itu tidak pernah menjadi milik saya,&amp;rdquo; terang Lampard, dikutip dari Goal, Sabtu (9/1/2021).
Lampard menjelaskan bahwa bukan hal yang mudah bagi Chelsea untuk langsung menjelma menjadi tim yang memperebutkan gelar. Karena, meski Lampard sudah menangani tim selama 18 bulan, namun di musim pertamanya, ia tak bisa berbelanja pemain karena hukuman larangan transfer.
Chelsea baru bisa melakukan transfer di musim panas 2020. Kala itu, The Blues menghabiskan dana sampai lebih dari 200 juta pounds untuk mendatangkan pemain-pemain top seperti Timo Werner, Hakim Ziyech, Kai Havertz, hingga Ben Chilwell.
Kendati demikian, Lampard mamaparkan bahwa para pemain tersebut  membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Apalagi, mayoritas dari mereka  datang dari luar Liga Inggris, sehingga butuh banyak waktu untuk bisa  benar-benar menampilkan performa terbaiknya.
&quot;Saya telah duduk di sini dalam 18 bulan terakhir dan berbicara  tentang bagaimana menjalankan klub ini dan keputusan yang kami buat  tahun lalu,&amp;rdquo; jelas pria berpaspor Inggris tersebut.

&quot;Kami tidak bisa mendatangkan pemain (pada musim pertama Lampard  menangani tim). Kami kehilangan pemain terpenting kami (Eden Hazard).  Para pemain muda yang datang sedang berkembang,&amp;rdquo; lanjut Lampard.
&amp;ldquo;Kami melewati musim lalu seperti itu dan di musim panas (2020) kami  merekrut pemain (baru). Saya hanya bisa berbicara tentang bagaimana yang  saya lihat. Sayalah yang bekerja dengan para pemain,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Manajer Chelsea, Frank Lampard, sadar bahwa posisinya saat ini sedang dalam bahaya. Pasalnya, The Blues telah melakoni enam pertandingan di Liga Inggris 2020-2021 dengan hanya satu kali meraih kemenangan.
Lampard sadar bahwa pemilik Chelsea, Roman Abramovich, bukanlah sosok yang penyabar. Ketika Lampard masih menjadi penggawa The Blues, ia telah bekerja dengan banyak sekali manajer lantaran Abramovich tak segan memecat mereka ketika hasil yang didapat tak sesuai ekspektasi.
Maka dari itu, Lampard hanya bisa pasrah jika waktu baginya untuk dipecat telah tiba. Meski begitu, saat ini Lampard berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk mengangkat lagi performa Chelsea sehingga menjadi tim yang kompetitif.
Baca juga: Man United vs Watford, Solskjaer Janjikan Van de Beek Jadi Starter

&amp;ldquo;Sabar, baiklah. Saya tidak berpikir kesabaran adalah sesuatu yang dapat saya bicarakan dalam sepakbola. Itu bukan hak prerogatif saya dan keputusan itu tidak pernah menjadi milik saya,&amp;rdquo; terang Lampard, dikutip dari Goal, Sabtu (9/1/2021).
Lampard menjelaskan bahwa bukan hal yang mudah bagi Chelsea untuk langsung menjelma menjadi tim yang memperebutkan gelar. Karena, meski Lampard sudah menangani tim selama 18 bulan, namun di musim pertamanya, ia tak bisa berbelanja pemain karena hukuman larangan transfer.
Chelsea baru bisa melakukan transfer di musim panas 2020. Kala itu, The Blues menghabiskan dana sampai lebih dari 200 juta pounds untuk mendatangkan pemain-pemain top seperti Timo Werner, Hakim Ziyech, Kai Havertz, hingga Ben Chilwell.
Kendati demikian, Lampard mamaparkan bahwa para pemain tersebut  membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Apalagi, mayoritas dari mereka  datang dari luar Liga Inggris, sehingga butuh banyak waktu untuk bisa  benar-benar menampilkan performa terbaiknya.
&quot;Saya telah duduk di sini dalam 18 bulan terakhir dan berbicara  tentang bagaimana menjalankan klub ini dan keputusan yang kami buat  tahun lalu,&amp;rdquo; jelas pria berpaspor Inggris tersebut.

&quot;Kami tidak bisa mendatangkan pemain (pada musim pertama Lampard  menangani tim). Kami kehilangan pemain terpenting kami (Eden Hazard).  Para pemain muda yang datang sedang berkembang,&amp;rdquo; lanjut Lampard.
&amp;ldquo;Kami melewati musim lalu seperti itu dan di musim panas (2020) kami  merekrut pemain (baru). Saya hanya bisa berbicara tentang bagaimana yang  saya lihat. Sayalah yang bekerja dengan para pemain,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
