<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Bisa Bayar Gaji Pemain, Persipura Bubarkan Tim</title><description>Persipura Jayapura membuat pengumuman mengejutkan pada Rabu (6/1/2021) malam WIB, yakni memutuskan untuk membubarkan tim.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim"/><item><title>Tak Bisa Bayar Gaji Pemain, Persipura Bubarkan Tim</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 22:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim-thkbkgGsrN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Persipura berlatih (Foto: Instagram @persipurapapua1963)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/49/2340142/tak-bisa-bayar-gaji-pemain-persipura-bubarkan-tim-thkbkgGsrN.jpg</image><title>Pemain Persipura berlatih (Foto: Instagram @persipurapapua1963)</title></images><description>JAYAPURA &amp;ndash; Persipura Jayapura membuat pengumuman mengejutkan pada Rabu (6/1/2021) malam WIB, yakni memutuskan untuk membubarkan tim. Pasalnya, Persipura tidak memiliki sokongan dana yang memadai untuk membayar gaji para pemain, pelatih, dan seluruh ofisial.
Pandemi Corona (Covid-19) sejatinya telah membuat klub-klub mengalami kesulitan untuk terus beraktivitas. Sebab, dengan tidak adanya kompetisi, pemasukan yang diperoleh klub pun mengalami penurunan drastis.
Selain itu, pihak sponsor yang membantu pendanaan klub juga tak jarang yang undur diri. Sebagaimana yang terjadi pada Persipura saat ini ketika Bank Papua selaku sponsor utama memutuskan untuk tidak membayarkan sisa kontrak yang sebesar Rp5 miliar.
Baca juga: Kepindahan Todd Ferre ke Klub Thailand Lampang FC Tinggal Selangkah

Padahal, klub harus tetap membayar gaji para pemain, pelatih, serta ofisial tim. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Manajemen Persipura mengambil keputusan untuk menghentikan aktivitas klub.
Kondisi ini sebenarnya cukup disayangkan. Pasalnya, Persipura terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Piala AFC 2021. Dengan dilakukannya pembubaran tim ini, maka menjadi pertanyaan apakah Persipura akan ikut serta dalam gelaran Piala AFC 2021 tersebut.
&amp;ldquo;Hari ini Rabu, 6 Januari 2020, Kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktifitas, situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 Miliar,&amp;rdquo; tulis pernyataan pihak Persipura di akun Instagram mereka.
&amp;ldquo;Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu,  Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan  Anggaran dari Manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami  tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan  untuk berlaga di AFC CUP 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim  berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial,&amp;rdquo; sambung  pernyataan tersebut.
&amp;ldquo;Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian  dari Bank Papua, tetapi baru hari ini mereka nyatakan tidak membayar,  seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain  sebagai solusi. Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi  punya sumber dana untuk beraktivitas,&amp;rdquo; papar mereka.
Pihak Persipura menekankan bahwa aktivitas baru akan kembali  berlangsung seandainya mereka sudah mendapatakan dukungan dari pihak  sponsor. Sampai saat itu tiba, tidak aka nada kegiatan untuk tim,  termasuk aktivitas berlatih.
</description><content:encoded>JAYAPURA &amp;ndash; Persipura Jayapura membuat pengumuman mengejutkan pada Rabu (6/1/2021) malam WIB, yakni memutuskan untuk membubarkan tim. Pasalnya, Persipura tidak memiliki sokongan dana yang memadai untuk membayar gaji para pemain, pelatih, dan seluruh ofisial.
Pandemi Corona (Covid-19) sejatinya telah membuat klub-klub mengalami kesulitan untuk terus beraktivitas. Sebab, dengan tidak adanya kompetisi, pemasukan yang diperoleh klub pun mengalami penurunan drastis.
Selain itu, pihak sponsor yang membantu pendanaan klub juga tak jarang yang undur diri. Sebagaimana yang terjadi pada Persipura saat ini ketika Bank Papua selaku sponsor utama memutuskan untuk tidak membayarkan sisa kontrak yang sebesar Rp5 miliar.
Baca juga: Kepindahan Todd Ferre ke Klub Thailand Lampang FC Tinggal Selangkah

Padahal, klub harus tetap membayar gaji para pemain, pelatih, serta ofisial tim. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Manajemen Persipura mengambil keputusan untuk menghentikan aktivitas klub.
Kondisi ini sebenarnya cukup disayangkan. Pasalnya, Persipura terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Piala AFC 2021. Dengan dilakukannya pembubaran tim ini, maka menjadi pertanyaan apakah Persipura akan ikut serta dalam gelaran Piala AFC 2021 tersebut.
&amp;ldquo;Hari ini Rabu, 6 Januari 2020, Kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktifitas, situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 Miliar,&amp;rdquo; tulis pernyataan pihak Persipura di akun Instagram mereka.
&amp;ldquo;Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu,  Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan  Anggaran dari Manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami  tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan  untuk berlaga di AFC CUP 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim  berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial,&amp;rdquo; sambung  pernyataan tersebut.
&amp;ldquo;Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian  dari Bank Papua, tetapi baru hari ini mereka nyatakan tidak membayar,  seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain  sebagai solusi. Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi  punya sumber dana untuk beraktivitas,&amp;rdquo; papar mereka.
Pihak Persipura menekankan bahwa aktivitas baru akan kembali  berlangsung seandainya mereka sudah mendapatakan dukungan dari pihak  sponsor. Sampai saat itu tiba, tidak aka nada kegiatan untuk tim,  termasuk aktivitas berlatih.
</content:encoded></item></channel></rss>
