<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Main-Main, Egy Maulana Vikri Ternyata Bagian Penting Skuad Lechia Gdansk</title><description>Egy Maulana Vikri ternyata patut mendapat apresiasi saat bergabung dengan Lechia Gdansk.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk"/><item><title>Jangan Main-Main, Egy Maulana Vikri Ternyata Bagian Penting Skuad Lechia Gdansk</title><link>https://bola.okezone.com/read/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk</guid><pubDate>Jum'at 01 Januari 2021 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk-SOExFbWMMm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Egy Maulana Vikri (Foto: Instagram Egy Maulana Vikri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/01/51/2337134/jangan-main-main-egy-maulana-vikri-ternyata-bagian-penting-skuad-lechia-gdansk-SOExFbWMMm.jpg</image><title>Egy Maulana Vikri (Foto: Instagram Egy Maulana Vikri)</title></images><description>GDANSK &amp;ndash; Pesepakbola Tanah Air, Egy Maulana Vikri, ternyata patut mendapat apresiasi saat bergabung dengan Lechia Gdansk. Pasalnya saat pertama kali ia menginjakkan kaki ke klub asal Polandia tersebut, Egy ternyata dianggap sebagai pemain penting.
Hal itu dibuktikan dengan nomor punggung yang diberikan Lechia kepada Egy yakni angka 10. Berdasarkan sejarah sepakbola, nomor punngung 10 merupakan hal yang sangat keramat bagi sebagian besar klub.

Sebut saja seperti Lionel Messi dan Neymar yang saat ini menyandang nomor pungung 10 bersama klub masing-masing. Karena itu, sebuah kehormatan bagi Egy yang memiliki nomor punggung keramat saat bergabung dengan Lechia.
Pemain kelahiran Medan itu merapat ke Lechia Gdansk pada 2018. Pada saa itu pula, Egy langsung dipercaya mendapat nomor punggung 10. Tentu saja itu akan memberi beban bagi Egy yang diharapkan bisa memberi kontribusi besar untuk klub.
Baca juga&amp;nbsp;Bikin Bangga! Egy Maulana Vikri Pemain Terbaik Lechia Gdansk Kategori 2
Sayangnya, nomor punggung 10 tidak melekat cukup lama dengan Egy. Pada musim 2020-2021, pemain berusia 22 tahun itu harus berganti nomor dengan mengenakan angka 32 di punggungnya. Sementara nomor 10 kini menjadi milik Kacper Urbanski yang berusia 16 tahun.
Tentu saja itu hal itu patut disayangkan. Namun, jika melihat performa Egy ke belakang, para penggemar Lechia Gdansk tampaknya kecewa dengan performa sang striker. Pada musim pertamanya bersama Lechia Gdansk saja, Egy hanya mampu tampil empat kali.Namun begitu, ini tetap menjadi hal bersejarah untuk Egy. Sebab, nomor punggung 10 merupakan hal yang keramat untuk Lechia. Tidak ada yang mampu bertahan lama mengenakan nomor punggung tersebut dalam 10 tahun terakhir.
Egy pun tercatat menjadi satu dari empat pemain yang mampu selama dua musim mengenakan nomor punggung 10 di Lechia Gdansk. Sebelumnya ada nama Sebastian Mila (2016-2018), Bruno Nazario (2014-2015), dan Tomasz Dawidowski (2010-2012).

Ini menjadi hal prestasi karena yang lainnya hanya mampu bertahan selama satu musim saja. Sebut saja seperti Andrzej Rybski, Julian Ripoli, dan Przemyslaw Frankowski.
Kembali lagi, terlepas dari ketidakpuasan fans Lechia Gdansk kepada Egy, tetap saja itu adalah hal membanggakan. Ia pernah diplot sebagai pemain kunci untuk klub sekelas Lechia Gdansk yang tampil di kasta tertinggi Liga Polandia.</description><content:encoded>GDANSK &amp;ndash; Pesepakbola Tanah Air, Egy Maulana Vikri, ternyata patut mendapat apresiasi saat bergabung dengan Lechia Gdansk. Pasalnya saat pertama kali ia menginjakkan kaki ke klub asal Polandia tersebut, Egy ternyata dianggap sebagai pemain penting.
Hal itu dibuktikan dengan nomor punggung yang diberikan Lechia kepada Egy yakni angka 10. Berdasarkan sejarah sepakbola, nomor punngung 10 merupakan hal yang sangat keramat bagi sebagian besar klub.

Sebut saja seperti Lionel Messi dan Neymar yang saat ini menyandang nomor pungung 10 bersama klub masing-masing. Karena itu, sebuah kehormatan bagi Egy yang memiliki nomor punggung keramat saat bergabung dengan Lechia.
Pemain kelahiran Medan itu merapat ke Lechia Gdansk pada 2018. Pada saa itu pula, Egy langsung dipercaya mendapat nomor punggung 10. Tentu saja itu akan memberi beban bagi Egy yang diharapkan bisa memberi kontribusi besar untuk klub.
Baca juga&amp;nbsp;Bikin Bangga! Egy Maulana Vikri Pemain Terbaik Lechia Gdansk Kategori 2
Sayangnya, nomor punggung 10 tidak melekat cukup lama dengan Egy. Pada musim 2020-2021, pemain berusia 22 tahun itu harus berganti nomor dengan mengenakan angka 32 di punggungnya. Sementara nomor 10 kini menjadi milik Kacper Urbanski yang berusia 16 tahun.
Tentu saja itu hal itu patut disayangkan. Namun, jika melihat performa Egy ke belakang, para penggemar Lechia Gdansk tampaknya kecewa dengan performa sang striker. Pada musim pertamanya bersama Lechia Gdansk saja, Egy hanya mampu tampil empat kali.Namun begitu, ini tetap menjadi hal bersejarah untuk Egy. Sebab, nomor punggung 10 merupakan hal yang keramat untuk Lechia. Tidak ada yang mampu bertahan lama mengenakan nomor punggung tersebut dalam 10 tahun terakhir.
Egy pun tercatat menjadi satu dari empat pemain yang mampu selama dua musim mengenakan nomor punggung 10 di Lechia Gdansk. Sebelumnya ada nama Sebastian Mila (2016-2018), Bruno Nazario (2014-2015), dan Tomasz Dawidowski (2010-2012).

Ini menjadi hal prestasi karena yang lainnya hanya mampu bertahan selama satu musim saja. Sebut saja seperti Andrzej Rybski, Julian Ripoli, dan Przemyslaw Frankowski.
Kembali lagi, terlepas dari ketidakpuasan fans Lechia Gdansk kepada Egy, tetap saja itu adalah hal membanggakan. Ia pernah diplot sebagai pemain kunci untuk klub sekelas Lechia Gdansk yang tampil di kasta tertinggi Liga Polandia.</content:encoded></item></channel></rss>
