<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paulo Dybala Melempem di Musim 2020-2021, Ini Penyebabnya Menurut Fabio Capello</title><description>Dybala sejauh ini baru mencetak dua gol untuk Juve.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello"/><item><title>Paulo Dybala Melempem di Musim 2020-2021, Ini Penyebabnya Menurut Fabio Capello</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2020 07:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello-RqmVIfaF9P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paulo Dybala (Foto: Jennifer Lorenzini/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/31/47/2336700/paulo-dybala-melempem-di-musim-2020-2021-ini-penyebabnya-menurut-fabio-capello-RqmVIfaF9P.jpg</image><title>Paulo Dybala (Foto: Jennifer Lorenzini/REUTERS)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, coba memberikan komentar mengenai performa kurang apik yang ditunjukkan bintang Juventus, yakni Paulo Dybala, di musim 2020-2021. Capello menduga Dybala sejatinya belum berada dalam kondisi 100% usai sempat terpapar virus Corona (Covid-19).
Sebagaimana diketahui, Dybala sendiri resmi bergabung dengan Juve pada jendela transfer musim panas 2015. Ya, manajemen Bianconeri &amp;ndash;julukan Juve&amp;ndash; berhasil mendaratkan Dybala dari Palermo dengan mahar sebesar 691 miliar.
Pada awal kehadirannya di Turin, banyak penggemar Juve yang menyambut Dybala. Bahkan tidak sedikit yang memprediksi bahwa Dybala bakal menjadi salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki Juve sepanjang sejarah mereka.

Prediksi tersebut pun semakin kuat menjadi kenyataan setelah Dybala tampil mengesankan bersama Juve pada musim debutnya. Ya, personel tim nasional (Timnas) Argentina tersebut berhasil menorehkan 23 gol serta tujuh assist dari 46 laga bersama Juve.
Baca Juga:&amp;nbsp;Juventus Bidik 3 Nama Striker di Bursa Transfer
Akan tetapi performa Dybala justru mengalami penurunan di musim-musim berikutnya. Bahkan pada  musim 2020-2021, Dybala baru mencetak dua gol dari 13 pertandingan yang dijalaninya bersama skuad asuhan Andrea Pirlo tersebut.
Performa minor yang ditunjukkan Dybala pun membuat banyak penggemar Juve kecewa. Terlebih banyak dari mereka yang mengharapkan Dybala bisa belajar banyak dari seorang Cristiano Ronaldo dalam urusan mencetak gol.Capello pun coba memberikan analisanya terkait penurunan performa yang ditampilkan Dybala di musim ini. Ya, mantan pelatih Real Madrid dan AS Roma itu percaya bahwa performa minor Dybala disebabkan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih usai terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Covid adalah penjelasannya, terutama untuk pemain seperti Dybala, yang perlu menggiring bola untuk melewati pemain lawan. Kesannya adalah ia sedikit belum selesai. Ia memikat tetapi meninggalkan keraguan,&amp;rdquo; jelas Capello, seperti dirangkum dari La Gazzetta dello Sport, Kamis (31/12/2020).

&amp;ldquo;Dia pasti memiliki kualitas superior, apabila ia benar-benar memiliki semua yang Anda butuhkan. Dia membutuhkan kondisi fisik untuk kembali ke performa terbaiknya,&amp;rdquo; sambung pria berusia 74 tahun tersebut.
&amp;ldquo;Paulo harus 100% bagus, karena jika Anda sehat secara fisik, kepala mengarahkan Anda untuk menghadapi lawan, rekan satu tim, pelatih, dan klub. Dybala bisa melakukan segalanya di lapangan jika ia baik-baik saja, bahkan bermain di trisula dengan (Alvaro) Morata dan Ronaldo,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, coba memberikan komentar mengenai performa kurang apik yang ditunjukkan bintang Juventus, yakni Paulo Dybala, di musim 2020-2021. Capello menduga Dybala sejatinya belum berada dalam kondisi 100% usai sempat terpapar virus Corona (Covid-19).
Sebagaimana diketahui, Dybala sendiri resmi bergabung dengan Juve pada jendela transfer musim panas 2015. Ya, manajemen Bianconeri &amp;ndash;julukan Juve&amp;ndash; berhasil mendaratkan Dybala dari Palermo dengan mahar sebesar 691 miliar.
Pada awal kehadirannya di Turin, banyak penggemar Juve yang menyambut Dybala. Bahkan tidak sedikit yang memprediksi bahwa Dybala bakal menjadi salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki Juve sepanjang sejarah mereka.

Prediksi tersebut pun semakin kuat menjadi kenyataan setelah Dybala tampil mengesankan bersama Juve pada musim debutnya. Ya, personel tim nasional (Timnas) Argentina tersebut berhasil menorehkan 23 gol serta tujuh assist dari 46 laga bersama Juve.
Baca Juga:&amp;nbsp;Juventus Bidik 3 Nama Striker di Bursa Transfer
Akan tetapi performa Dybala justru mengalami penurunan di musim-musim berikutnya. Bahkan pada  musim 2020-2021, Dybala baru mencetak dua gol dari 13 pertandingan yang dijalaninya bersama skuad asuhan Andrea Pirlo tersebut.
Performa minor yang ditunjukkan Dybala pun membuat banyak penggemar Juve kecewa. Terlebih banyak dari mereka yang mengharapkan Dybala bisa belajar banyak dari seorang Cristiano Ronaldo dalam urusan mencetak gol.Capello pun coba memberikan analisanya terkait penurunan performa yang ditampilkan Dybala di musim ini. Ya, mantan pelatih Real Madrid dan AS Roma itu percaya bahwa performa minor Dybala disebabkan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih usai terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Covid adalah penjelasannya, terutama untuk pemain seperti Dybala, yang perlu menggiring bola untuk melewati pemain lawan. Kesannya adalah ia sedikit belum selesai. Ia memikat tetapi meninggalkan keraguan,&amp;rdquo; jelas Capello, seperti dirangkum dari La Gazzetta dello Sport, Kamis (31/12/2020).

&amp;ldquo;Dia pasti memiliki kualitas superior, apabila ia benar-benar memiliki semua yang Anda butuhkan. Dia membutuhkan kondisi fisik untuk kembali ke performa terbaiknya,&amp;rdquo; sambung pria berusia 74 tahun tersebut.
&amp;ldquo;Paulo harus 100% bagus, karena jika Anda sehat secara fisik, kepala mengarahkan Anda untuk menghadapi lawan, rekan satu tim, pelatih, dan klub. Dybala bisa melakukan segalanya di lapangan jika ia baik-baik saja, bahkan bermain di trisula dengan (Alvaro) Morata dan Ronaldo,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
