<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Situasi Lampard Lebih Tertekan dari Arteta</title><description>Frank Lampard lebih rentan dipecat ketibang Mikel Arteta.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta"/><item><title>Situasi Lampard Lebih Tertekan dari Arteta</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta-8TAdXtxDDo.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/45/2335342/situasi-lampard-lebih-tertekan-dari-arteta-8TAdXtxDDo.JPG</image><title>Manajer Chelsea, Frank Lampard (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Banyak orang menilai bahwa Manajer Arsenal, Mikel Arteta, saat ini sedang berada dalam tekanan yang sangat besar. Pasalnya, Arsenal meraih sederet hasil buruk, dengan hanya satu kali menang dari delapan pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris 2020-2021.
Kendati demikian, menurut mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, Frank Lampard yang saat ini menangani The Blues memiliki tekanan yang jauh lebih besar ketimbang Arteta. Pasalnya, Lampard dituntut untuk bisa membawa Chelsea meraih trofi musim ini.
Tekanan tersebut muncul setelah Presiden Chelsea, Roman Abramovich, menggelontorkan uang lebih dari 200 juta pounds di bursa transfer musim panas 2020 untuk berbelanja pemain. Akan tetapi, hasil yang didapat Chelsea sejauh ini justru belum memuaskan.
Baca juga: Imbang di Stamford Bridge, Lampard Sayangkan Kesulitan Chelsea Manfaatkan Peluang

Tidak hanya itu, para pemain anyar seperti Kai Havertz dan Timo Werner yang diboyong dengan harga fantastis juga masih belum mampu menampilkan performa terbaiknya secara konsisten. Maka dari itu, Cascarino menilai posisi Lampard jauh lebih tertekan ketimbang Arteta.
Ditambah lagi Abramovich bukanlah sosok presiden klub yang penyabar. Sudah banyak manajer-manajer top yang didepakanya karena dinilai gagal membawa Chelsea berprestasi. Sedangkan Lampard, sejauh ini belum membuat Chelsea meraih trofi apa pun.
&amp;ldquo;Frank punya masalah nyata di klub. Saya tidak yakin dengan orang-orang yang mengatakan Arteta benar-benar berada di bawah tekanan. Saya pikir Frank berada di bawah tekanan yang lebih besar,&amp;rdquo; ujar Cascarino kepada Talk Sport, Selasa (29/12/2020).
&amp;ldquo;Pikirkan sejarah klub, pikirkan pemilik dan bagaimana dia memecat  orang (manajer) dengan cukup percaya diri, dan pikirkanlah bahwa dia  (Abramovich) sudah menghabiskan 220 juta pounds,&amp;rdquo; jelas Cascarino.
&amp;ldquo;Pikirkan juga bahwa dia membawa pemain muda dari Jerman (Havertz)  yang bahkan tidak ada dalam tim dan mengalami kesulitan. Pikirkan soal  Timo Werner di mana mereka menghabiskan banyak investasi dan dia  sekarang kesulitan,&amp;rdquo; lanjutnya.

&amp;ldquo;Anda berada di bawah tekanan sebagai manajer Chelsea untuk menantang  gelar. Karena ketika Anda diberi 220 juta pounds saya jamin percakapan  sebelum awal musim akan menjadi, 'Apa yang Anda butuhkan untuk menantang  Liverpool dan Man City?' Percakapan seperti itulah,&amp;rdquo; tandas Cascarino.
Saat ini, posisi Lampard semakin tidak nyaman. Sebab, setelah  dikalahkan oleh Arsenal, The Blues kemudian hanya bisa bermain imbang  1-1 kontra Aston Villa.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Banyak orang menilai bahwa Manajer Arsenal, Mikel Arteta, saat ini sedang berada dalam tekanan yang sangat besar. Pasalnya, Arsenal meraih sederet hasil buruk, dengan hanya satu kali menang dari delapan pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris 2020-2021.
Kendati demikian, menurut mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, Frank Lampard yang saat ini menangani The Blues memiliki tekanan yang jauh lebih besar ketimbang Arteta. Pasalnya, Lampard dituntut untuk bisa membawa Chelsea meraih trofi musim ini.
Tekanan tersebut muncul setelah Presiden Chelsea, Roman Abramovich, menggelontorkan uang lebih dari 200 juta pounds di bursa transfer musim panas 2020 untuk berbelanja pemain. Akan tetapi, hasil yang didapat Chelsea sejauh ini justru belum memuaskan.
Baca juga: Imbang di Stamford Bridge, Lampard Sayangkan Kesulitan Chelsea Manfaatkan Peluang

Tidak hanya itu, para pemain anyar seperti Kai Havertz dan Timo Werner yang diboyong dengan harga fantastis juga masih belum mampu menampilkan performa terbaiknya secara konsisten. Maka dari itu, Cascarino menilai posisi Lampard jauh lebih tertekan ketimbang Arteta.
Ditambah lagi Abramovich bukanlah sosok presiden klub yang penyabar. Sudah banyak manajer-manajer top yang didepakanya karena dinilai gagal membawa Chelsea berprestasi. Sedangkan Lampard, sejauh ini belum membuat Chelsea meraih trofi apa pun.
&amp;ldquo;Frank punya masalah nyata di klub. Saya tidak yakin dengan orang-orang yang mengatakan Arteta benar-benar berada di bawah tekanan. Saya pikir Frank berada di bawah tekanan yang lebih besar,&amp;rdquo; ujar Cascarino kepada Talk Sport, Selasa (29/12/2020).
&amp;ldquo;Pikirkan sejarah klub, pikirkan pemilik dan bagaimana dia memecat  orang (manajer) dengan cukup percaya diri, dan pikirkanlah bahwa dia  (Abramovich) sudah menghabiskan 220 juta pounds,&amp;rdquo; jelas Cascarino.
&amp;ldquo;Pikirkan juga bahwa dia membawa pemain muda dari Jerman (Havertz)  yang bahkan tidak ada dalam tim dan mengalami kesulitan. Pikirkan soal  Timo Werner di mana mereka menghabiskan banyak investasi dan dia  sekarang kesulitan,&amp;rdquo; lanjutnya.

&amp;ldquo;Anda berada di bawah tekanan sebagai manajer Chelsea untuk menantang  gelar. Karena ketika Anda diberi 220 juta pounds saya jamin percakapan  sebelum awal musim akan menjadi, 'Apa yang Anda butuhkan untuk menantang  Liverpool dan Man City?' Percakapan seperti itulah,&amp;rdquo; tandas Cascarino.
Saat ini, posisi Lampard semakin tidak nyaman. Sebab, setelah  dikalahkan oleh Arsenal, The Blues kemudian hanya bisa bermain imbang  1-1 kontra Aston Villa.
</content:encoded></item></channel></rss>
