<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Martunis Anak Angkat Cristiano Ronaldo Ungkap Sebab Kegagalannya di Eropa</title><description>Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sejatinya memiliki seorang anak angkat yang berasal dari Indonesia, Martunis.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa"/><item><title>Martunis Anak Angkat Cristiano Ronaldo Ungkap Sebab Kegagalannya di Eropa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa</guid><pubDate>Rabu 16 Desember 2020 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa-ySmcFdxqzh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Martunis (Foto: Instagram @martunis_ronaldo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/16/51/2328942/martunis-anak-angkat-cristiano-ronaldo-ungkap-sebab-kegagalannya-di-eropa-ySmcFdxqzh.jpg</image><title>Martunis (Foto: Instagram @martunis_ronaldo)</title></images><description>BANDA ACEH &amp;ndash; Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sejatinya memiliki seorang anak angkat yang berasal dari Indonesia, Martunis. Sebagai informasi, Ronaldo bertemu Martunis setelah bencana alam tsunami yang menimpa Aceh pada Desember 2004.
Ketika itu, Martunis menjadi salah satu dari sedikit orang yang selamat dari musibah tsunami tersebut. Sosok Martunis mencuri perhatian karena saat selamat, ia sedang mengenakan jersey Timnas Portugal dengan nama punggung Cristiano Ronaldo.
Menariknya, Ronaldo yang mengetahui kabar tersebut langsung datang ke Indonesia dan menemui Martunis. Tidak hanya itu, Ronaldo bahkan juga mengangkat Martunis menjadi anaknya.
Baca juga: Mencari Kebenaran di Balik Putusnya Hubungan Cristiano Ronaldo dan Irina Shayk

Martunis sendiri memang diketahui memiliki impian menjadi pesepakbola profesional. Mantan klub Ronaldo, Sporting Lisbon, sempat memberi kesempatan kepada Martunis untuk bergabung dengan akademi mereka pada 2015.
Kendati demikian, harus disayangkan karena perjalanan karier Martunis di Eropa tidak berjalan mulus. Tercatat, pria yang bernama lengkap Sarbini Martunis tersebut hanya satu musim saja menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon.
Melalui akun YouTube pribadinya, Martunis pun menjelaskan sejumlah faktor yang menjadi penyebab kegagalannya berkarier di Eropa. Salah satunya adalah karena ia merasa dirinya telat untuk bergabung dengan akademi Sporting Lisbon. Kala Martunis bergabung, usianya sudah menginjak 18 tahun.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk bersaing dengan  pemain-pemain lain yang memang sudah digembleng dengan serius sejak  masih kecil. Selain itu, faktor perbedaan bahasa juga menjadi kendala  lain yang membuat Martunis sulit beradaptasi.
&amp;ldquo;Kalau untuk berlatih di sana (Sporting Lisbon) waktu itu saya sudah  terlambat. Karena (ketika itu) saya sudah 18 tahun, jadi susah untuk  berlatih di sana karena saya sudah beranjak dewasa,&amp;rdquo; ungkapnya di akun  YouTube Martunis Ronaldo 07.

&amp;ldquo;Setelah itu, faktor lainnya adalah bahasa. Bahasa adalah hal yang  penting juga untuk seluruh atlet. Sporting itu merekrut pemain-pemain  yang bisa berbahasa Portugis,&amp;rdquo; papar Martunis.
Martunis sendiri sebenarnya difasilitasi untuk kursus berbahasa  Inggris dan Portugis. Meskipun pada akhirnya Martunis tidak bisa  berakrier panjang bersama Sporting Lisbon, namun ia bersyukur atas  kesempatan yang sudah diberikan kepadanya.
</description><content:encoded>BANDA ACEH &amp;ndash; Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, sejatinya memiliki seorang anak angkat yang berasal dari Indonesia, Martunis. Sebagai informasi, Ronaldo bertemu Martunis setelah bencana alam tsunami yang menimpa Aceh pada Desember 2004.
Ketika itu, Martunis menjadi salah satu dari sedikit orang yang selamat dari musibah tsunami tersebut. Sosok Martunis mencuri perhatian karena saat selamat, ia sedang mengenakan jersey Timnas Portugal dengan nama punggung Cristiano Ronaldo.
Menariknya, Ronaldo yang mengetahui kabar tersebut langsung datang ke Indonesia dan menemui Martunis. Tidak hanya itu, Ronaldo bahkan juga mengangkat Martunis menjadi anaknya.
Baca juga: Mencari Kebenaran di Balik Putusnya Hubungan Cristiano Ronaldo dan Irina Shayk

Martunis sendiri memang diketahui memiliki impian menjadi pesepakbola profesional. Mantan klub Ronaldo, Sporting Lisbon, sempat memberi kesempatan kepada Martunis untuk bergabung dengan akademi mereka pada 2015.
Kendati demikian, harus disayangkan karena perjalanan karier Martunis di Eropa tidak berjalan mulus. Tercatat, pria yang bernama lengkap Sarbini Martunis tersebut hanya satu musim saja menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon.
Melalui akun YouTube pribadinya, Martunis pun menjelaskan sejumlah faktor yang menjadi penyebab kegagalannya berkarier di Eropa. Salah satunya adalah karena ia merasa dirinya telat untuk bergabung dengan akademi Sporting Lisbon. Kala Martunis bergabung, usianya sudah menginjak 18 tahun.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk bersaing dengan  pemain-pemain lain yang memang sudah digembleng dengan serius sejak  masih kecil. Selain itu, faktor perbedaan bahasa juga menjadi kendala  lain yang membuat Martunis sulit beradaptasi.
&amp;ldquo;Kalau untuk berlatih di sana (Sporting Lisbon) waktu itu saya sudah  terlambat. Karena (ketika itu) saya sudah 18 tahun, jadi susah untuk  berlatih di sana karena saya sudah beranjak dewasa,&amp;rdquo; ungkapnya di akun  YouTube Martunis Ronaldo 07.

&amp;ldquo;Setelah itu, faktor lainnya adalah bahasa. Bahasa adalah hal yang  penting juga untuk seluruh atlet. Sporting itu merekrut pemain-pemain  yang bisa berbahasa Portugis,&amp;rdquo; papar Martunis.
Martunis sendiri sebenarnya difasilitasi untuk kursus berbahasa  Inggris dan Portugis. Meskipun pada akhirnya Martunis tidak bisa  berakrier panjang bersama Sporting Lisbon, namun ia bersyukur atas  kesempatan yang sudah diberikan kepadanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
