<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Manajer Liverpool, Gerard Houllier Meninggal Dunia</title><description>Mantan Manajer Liverpool, Gerard Houllier, meninggal dunia di usia 73 tahun pada Senin (14/12/2020) waktu setempat.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia"/><item><title>Mantan Manajer Liverpool, Gerard Houllier Meninggal Dunia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia-8vKpm5973i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerard Houllier (Foto: This Is Anfield)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/51/2327548/mantan-manajer-liverpool-gerard-houllier-meninggal-dunia-8vKpm5973i.jpg</image><title>Gerard Houllier (Foto: This Is Anfield)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Mantan Manajer Liverpool, Gerard Houllier, meninggal dunia di usia 73 tahun pada Senin (14/12/2020) waktu setempat. Menurut laporan yang diwartakan Mirror, Houllier meninggal dunia hanya beberapa hari setelah menjalani operasi jantung.
Houllier sejatinya dikenal sebagai sosok pelatih yang cerdas. Pria berkebangsaan Prancis itu menukangi Liverpool selama enam musim, yakni sejak November 1998 hingga Juni 2004.
Selama menakhodai Liverpool, Houllier telah memimpin 304 pertandingan. Hasilnya pun terbilang memuaskan karena ia membuat The Reds memenangkan lima trofi, yakni Piala UEFA (sekarang Liga Eropa), Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, dan Piala Super Eropa.
Baca juga: Bikin Klopp Emosi di Laga Kontra Fulham, si Anak Kesayangan Langsung Ciut

Awalnya, Houllier sebenarnya tiba di Liverpool sebagai asisten manajer Roy Evans pada Juli 1998. Namun, Evans mengundurkan diri pada 10 November, meninggalkan Houllier sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab.
Houllier namun tidak menyerah, ia membangun kembali tim yang telah kemudian mendapat julukan Spice Boys. Siapa yang menyangka di bawah kepemimpinan Houllier, The Reds ternyata mampu menyabet lima trofi.
Sayangnya, pada Oktober 2001, Houllier harus menjalani operasi jantung darurat setelah jatuh sakit di bangku cadangan selama pertandingan Liga Inggris melawan Leeds United. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk operasi darurat karena ditemukannya penyakit jantung, diseksi aorta.Kendati demikian, ia kembali lagi ke klub setelah lima bulan pergi.  Dengan bantuan asisten Phil Thompson, mereka mengantarkan The Reds finis  kedua Liga Inggris pada musim 2001-02.

Houllier akhirnya meninggalkan Liverpool pada 2004. Posisinya  kemudian digantikan oleh Rafael Benitez. Houllier baru memutuskan untuk  melatih lagi di musim 2005-2006 kala ia membesut Olympique Lyon.
Meninggalnya Houllier ini membuat orang-orang dekatnya merasa  terpukul. Salah satunya adalah Michael Owen yang pernah dilatih Houllier  saat ia menangani Liverpool. Houllier ini pula yang mengorbitkan Owen  hingga akhirnya si pemain menyabet Ballon d&amp;rsquo;Or 2001.
&amp;ldquo;Dia manajer yang hebat dan pria yang benar-benar perhatian,&quot; ujar Owen mengenai sosok Houllier.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Mantan Manajer Liverpool, Gerard Houllier, meninggal dunia di usia 73 tahun pada Senin (14/12/2020) waktu setempat. Menurut laporan yang diwartakan Mirror, Houllier meninggal dunia hanya beberapa hari setelah menjalani operasi jantung.
Houllier sejatinya dikenal sebagai sosok pelatih yang cerdas. Pria berkebangsaan Prancis itu menukangi Liverpool selama enam musim, yakni sejak November 1998 hingga Juni 2004.
Selama menakhodai Liverpool, Houllier telah memimpin 304 pertandingan. Hasilnya pun terbilang memuaskan karena ia membuat The Reds memenangkan lima trofi, yakni Piala UEFA (sekarang Liga Eropa), Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, dan Piala Super Eropa.
Baca juga: Bikin Klopp Emosi di Laga Kontra Fulham, si Anak Kesayangan Langsung Ciut

Awalnya, Houllier sebenarnya tiba di Liverpool sebagai asisten manajer Roy Evans pada Juli 1998. Namun, Evans mengundurkan diri pada 10 November, meninggalkan Houllier sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab.
Houllier namun tidak menyerah, ia membangun kembali tim yang telah kemudian mendapat julukan Spice Boys. Siapa yang menyangka di bawah kepemimpinan Houllier, The Reds ternyata mampu menyabet lima trofi.
Sayangnya, pada Oktober 2001, Houllier harus menjalani operasi jantung darurat setelah jatuh sakit di bangku cadangan selama pertandingan Liga Inggris melawan Leeds United. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk operasi darurat karena ditemukannya penyakit jantung, diseksi aorta.Kendati demikian, ia kembali lagi ke klub setelah lima bulan pergi.  Dengan bantuan asisten Phil Thompson, mereka mengantarkan The Reds finis  kedua Liga Inggris pada musim 2001-02.

Houllier akhirnya meninggalkan Liverpool pada 2004. Posisinya  kemudian digantikan oleh Rafael Benitez. Houllier baru memutuskan untuk  melatih lagi di musim 2005-2006 kala ia membesut Olympique Lyon.
Meninggalnya Houllier ini membuat orang-orang dekatnya merasa  terpukul. Salah satunya adalah Michael Owen yang pernah dilatih Houllier  saat ia menangani Liverpool. Houllier ini pula yang mengorbitkan Owen  hingga akhirnya si pemain menyabet Ballon d&amp;rsquo;Or 2001.
&amp;ldquo;Dia manajer yang hebat dan pria yang benar-benar perhatian,&quot; ujar Owen mengenai sosok Houllier.</content:encoded></item></channel></rss>
