<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda Sepakbola Indonesia Akui Lawan yang Paling Berkesan Adalah Diego Maradona</title><description>Bambang Nurdiansyah merupakan salah satu dari sedikit pemain nasional yang pernah bertanding langsung melawan Diego Maradona.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-berkesan-adalah-diego-maradona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-berkesan-adalah-diego-maradona"/><item><title>Legenda Sepakbola Indonesia Akui Lawan yang Paling Berkesan Adalah Diego Maradona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-berkesan-adalah-diego-maradona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-berkesan-adalah-diego-maradona</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-bekesan-adalah-diego-maradona-yCcfmgZx3l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diego Maradona (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/51/2316842/legenda-sepakbola-indonesia-akui-lawan-yang-paling-bekesan-adalah-diego-maradona-yCcfmgZx3l.jpg</image><title>Diego Maradona (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Legenda sepakbola Indonesia, Bambang Nurdiansyah, merupakan salah satu dari sedikit pemain nasional yang pernah bertanding langsung melawan Diego Maradona. Diakui oleh pria yang akrab disapa Banur tersebut bahwa pertandingan melawan Maradona itu adalah yang paling membuatnya terkesan.
Duel Banur dengan Maradona itu tersaji dalam gelaran Piala Dunia U-20 1979 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang. Kala itu, Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup B bersama dengan Argentina, Yugoslavia, dan Polandia.
Ketika itu, Maradona memang tengah menjadi sorotan. Lantaran performa apik yang ditunjukkannya bersama Argentinos Juniors, Maradona pun digadang-gadang bakal menjadi bintang besar di masa depan.
Baca juga: Maradona Pesta Bareng Gembong Nakoba Pablo Escobar

Berkesempatan untuk bertanding melawan pemain top, Banur dan segenap penggawa Timnas Indonesia U-20 pun termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Apalagi, mereka berlaga di kejuaraan sekelas Piala Dunia.
Diakui oleh Banur, meski kejuaraan tersebut kelasnya hanya junior, namun Piala Dunia U-20 tetaplah salah satu event besar. Hal itulah yang membuatnya terkesan. Karena selain menghadapi pemain top, ia juga tampil di event yang menjadi sorotan dunia.
&amp;ldquo;Saya pikir banyak (pemain yang membuat terkesan) karena saya sudah 15 tahun menjadi pemain nasional. Tetapi, yang paling berkesan ketika melawan Maradona dan itu ajangnya juga,&amp;rdquo; jelasa Banur ketika dihubungi Tim Okezone, Kamis (26/11/2020).&amp;ldquo;Banyak pemain nasional di Indonesia ini, namun hanya segelintir yang  main di Piala Dunia. Walaupun kelasnya junior, tapi ini event-nya  adalah Piala Dunia. Kebetulan yang dilawan adalah legenda yang mendunia,  bintang dunia, Maradona,&amp;rdquo; sambungnya.
Kendati demikian, harus disayangkan karena pada akhirnya Timnas  Indonesia U-20 tumbang dengan skor 0-5 dari Argentina. Maradona sendiri  menyumbang dua gol dalam pertandingan tersebut.

Indonesia sendiri pada akhirnya harus mengakhiri petulangannya di  Piala Dunia U-20 1979 dengan menjadi juru kunci Grup B. Sebab, dari tiga  kali bertanding, skuad Merah-Putih selalu mendera kekalahan.
Sementara itu, Timnas Argentina U-20 tampil sebagai kampiun di  kejuaraan tersebut setelah mengalahkan Uni Soviet di laga puncak.  Maradona juga terpilih sebagai pemain terbaik di ajang tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Legenda sepakbola Indonesia, Bambang Nurdiansyah, merupakan salah satu dari sedikit pemain nasional yang pernah bertanding langsung melawan Diego Maradona. Diakui oleh pria yang akrab disapa Banur tersebut bahwa pertandingan melawan Maradona itu adalah yang paling membuatnya terkesan.
Duel Banur dengan Maradona itu tersaji dalam gelaran Piala Dunia U-20 1979 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang. Kala itu, Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup B bersama dengan Argentina, Yugoslavia, dan Polandia.
Ketika itu, Maradona memang tengah menjadi sorotan. Lantaran performa apik yang ditunjukkannya bersama Argentinos Juniors, Maradona pun digadang-gadang bakal menjadi bintang besar di masa depan.
Baca juga: Maradona Pesta Bareng Gembong Nakoba Pablo Escobar

Berkesempatan untuk bertanding melawan pemain top, Banur dan segenap penggawa Timnas Indonesia U-20 pun termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Apalagi, mereka berlaga di kejuaraan sekelas Piala Dunia.
Diakui oleh Banur, meski kejuaraan tersebut kelasnya hanya junior, namun Piala Dunia U-20 tetaplah salah satu event besar. Hal itulah yang membuatnya terkesan. Karena selain menghadapi pemain top, ia juga tampil di event yang menjadi sorotan dunia.
&amp;ldquo;Saya pikir banyak (pemain yang membuat terkesan) karena saya sudah 15 tahun menjadi pemain nasional. Tetapi, yang paling berkesan ketika melawan Maradona dan itu ajangnya juga,&amp;rdquo; jelasa Banur ketika dihubungi Tim Okezone, Kamis (26/11/2020).&amp;ldquo;Banyak pemain nasional di Indonesia ini, namun hanya segelintir yang  main di Piala Dunia. Walaupun kelasnya junior, tapi ini event-nya  adalah Piala Dunia. Kebetulan yang dilawan adalah legenda yang mendunia,  bintang dunia, Maradona,&amp;rdquo; sambungnya.
Kendati demikian, harus disayangkan karena pada akhirnya Timnas  Indonesia U-20 tumbang dengan skor 0-5 dari Argentina. Maradona sendiri  menyumbang dua gol dalam pertandingan tersebut.

Indonesia sendiri pada akhirnya harus mengakhiri petulangannya di  Piala Dunia U-20 1979 dengan menjadi juru kunci Grup B. Sebab, dari tiga  kali bertanding, skuad Merah-Putih selalu mendera kekalahan.
Sementara itu, Timnas Argentina U-20 tampil sebagai kampiun di  kejuaraan tersebut setelah mengalahkan Uni Soviet di laga puncak.  Maradona juga terpilih sebagai pemain terbaik di ajang tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
