<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Trio Lini Depan Paling Ganas di Sepanjang Sejarah Liga Inggris</title><description>Berikut ini adalah lima trio lini depan paling ganas yang pernah ada di dalam sejarah Liga Inggris.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris"/><item><title>5 Trio Lini Depan Paling Ganas di Sepanjang Sejarah Liga Inggris</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 19:58 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris-vmS98vg8kx.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/45/2316187/5-trio-lini-depan-paling-ganas-di-sepanjang-sejarah-liga-inggris-vmS98vg8kx.JPG</image><title>Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino (Foto: Reuters)</title></images><description>KLUB-klub besar Liga Inggris telah banyak melakukan investasi untuk meningkatkan kualitas tim mereka. Sebagai hasilnya, sejumlah pemain bintang pun bermain bersama dan membentuk kinerja yang luar biasa.
Salah satu lini yang kerap menjadi perhatian adalah penyerangan. Pasalnya, kombinasi dari pemain-pemain hebat tersebut kerap menjadi mesin gol yang sangat berbahaya. Berikut ini adalah lima trio lini depan paling ganas yang pernah ada di dalam sejarah Liga Inggris:
5. Didier Drogba, Florent Malouda, Frank Lampard (Chelsea)

Chelsea menjelma menjadi tim yang diperhitungkan sejak Roman Abramovich mengambil alih klub pada 2003. Sokongan dana berlimpah dari Abramovich pasalnya membuat Chelsea mampu memboyong pemain-pemain berkualitas.
Pada satu ketika, Chelsea pernah memiliki trio Didier Drogba, Florent Malouda, dan Frank Lampard. Kombinasi ini membuat Chelsea pernah mencetak sebanyak 103 gol dalam satu musim. Ketajaman Drogba di depan gawang, kerja keras Malouda, serta visi bagus yang dimiliki Lampard membuat lini serang The Blues sangat mematikan.
4. Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robert Pires (Arsenal)

Gelaran Liga Inggris 2003-2004 benar-benar menunjukkan betapa luar biasanya Arsenal pada saat itu. Dalam satu musim kompetisi, The Gunners tampil tak terkalahkan hingga akhirnya menggondol trofi juara. Capaian tersebut bahkan tak ada yang bisa menyainginya sampai saat ini.
Tak berhenti sampai di situ, Arsenal bisa menjadi tim yang fantastis kala itu juga karena memiliki lini serang yang luar biasa. Perpaduan Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Robert Pires benar-benar membuat Meriam London tampil meledak-ledak. Henry sendiri mencetak 30 gol di musim tersebut serta menyumbang sembilan assist.
3. Raheem Sterling, Leroy Sane, Sergio Aguero (Man City)

Kehadiran Josep Guardiola benar-benar membuat Manchester City berada  di level yang berbeda. Guardiola pasalnya mampu memberdayakan potensi  para pemain Man City dengan maksimal. Ia tak hanya mengandalkan  umpan-umpan pendek sebagai senjata, namun juga kecepatan Leroy Sane dan  Raheem Sterling sebagai winger mampu ia racik menjadi ancaman besar.
Ditambah dengan keganasan Sergio Aguero di muka gawang, jadilah lini  serang Man City sebagai salah satu yang paling disegani di Eropa. Gelar  juara Liga Inggris pun berhasil dimenangkan Man City secara beruntun  dengan mengandalkan kombinasi ini di lini serang.
2. Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah (Liverpool)

Keperkasaan yang dimiliki Man City tersebut kemudian dapat disaingi  oleh Liverpool besutan Jurgen Klopp. Sama halnya dengan The Citizens,  Liverpool pun bermain dengan mengandalkan winger mereka, yakni Mohamed  Salah dan Sadio Mane sebagai penggagas utama serangan.
Hanya saja, peran yang dimiliki Roberto Firmino sebagai ujung tombak  berbeda dengan Aguero. Jika Aguero berperan sebagai finisher, maka  Firmino justru menjadi perekat lini serang The Reds. Hasilnya, bisa  dibilang sukses besar. Meski Firmino tak terlalu sering mencetak gol,  namun Mane dan Salah benar-benar menjadi mesin penghancur yang luar  biasa. Salah bahkan menjadi top skor Liga Inggris selama dua musim  beruntun.
1. Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Wayne Rooney (Man United)

Saat ini Man United tengah menjadi sorotan. Sebab, mereka kerap   kesulitan mencetak gol jika tidak mendapat hadiah penalti dari wasit.   Padahal, Setan Merah pernah memiliki lini serang terbaik di Eropa kala   Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney bekerja bersama.
Pada gelaran Liga Inggris 2007-2008, kombinasi ketiganya berhasil   melesakkan 79 gol. Tak salah jika di musim tersebut Setan Merah berhasil   meraih tahta juara. Bahkan, Man United juga meraih kejayaan di Eropa   dengan menjuarai Liga Champions.
</description><content:encoded>KLUB-klub besar Liga Inggris telah banyak melakukan investasi untuk meningkatkan kualitas tim mereka. Sebagai hasilnya, sejumlah pemain bintang pun bermain bersama dan membentuk kinerja yang luar biasa.
Salah satu lini yang kerap menjadi perhatian adalah penyerangan. Pasalnya, kombinasi dari pemain-pemain hebat tersebut kerap menjadi mesin gol yang sangat berbahaya. Berikut ini adalah lima trio lini depan paling ganas yang pernah ada di dalam sejarah Liga Inggris:
5. Didier Drogba, Florent Malouda, Frank Lampard (Chelsea)

Chelsea menjelma menjadi tim yang diperhitungkan sejak Roman Abramovich mengambil alih klub pada 2003. Sokongan dana berlimpah dari Abramovich pasalnya membuat Chelsea mampu memboyong pemain-pemain berkualitas.
Pada satu ketika, Chelsea pernah memiliki trio Didier Drogba, Florent Malouda, dan Frank Lampard. Kombinasi ini membuat Chelsea pernah mencetak sebanyak 103 gol dalam satu musim. Ketajaman Drogba di depan gawang, kerja keras Malouda, serta visi bagus yang dimiliki Lampard membuat lini serang The Blues sangat mematikan.
4. Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robert Pires (Arsenal)

Gelaran Liga Inggris 2003-2004 benar-benar menunjukkan betapa luar biasanya Arsenal pada saat itu. Dalam satu musim kompetisi, The Gunners tampil tak terkalahkan hingga akhirnya menggondol trofi juara. Capaian tersebut bahkan tak ada yang bisa menyainginya sampai saat ini.
Tak berhenti sampai di situ, Arsenal bisa menjadi tim yang fantastis kala itu juga karena memiliki lini serang yang luar biasa. Perpaduan Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Robert Pires benar-benar membuat Meriam London tampil meledak-ledak. Henry sendiri mencetak 30 gol di musim tersebut serta menyumbang sembilan assist.
3. Raheem Sterling, Leroy Sane, Sergio Aguero (Man City)

Kehadiran Josep Guardiola benar-benar membuat Manchester City berada  di level yang berbeda. Guardiola pasalnya mampu memberdayakan potensi  para pemain Man City dengan maksimal. Ia tak hanya mengandalkan  umpan-umpan pendek sebagai senjata, namun juga kecepatan Leroy Sane dan  Raheem Sterling sebagai winger mampu ia racik menjadi ancaman besar.
Ditambah dengan keganasan Sergio Aguero di muka gawang, jadilah lini  serang Man City sebagai salah satu yang paling disegani di Eropa. Gelar  juara Liga Inggris pun berhasil dimenangkan Man City secara beruntun  dengan mengandalkan kombinasi ini di lini serang.
2. Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah (Liverpool)

Keperkasaan yang dimiliki Man City tersebut kemudian dapat disaingi  oleh Liverpool besutan Jurgen Klopp. Sama halnya dengan The Citizens,  Liverpool pun bermain dengan mengandalkan winger mereka, yakni Mohamed  Salah dan Sadio Mane sebagai penggagas utama serangan.
Hanya saja, peran yang dimiliki Roberto Firmino sebagai ujung tombak  berbeda dengan Aguero. Jika Aguero berperan sebagai finisher, maka  Firmino justru menjadi perekat lini serang The Reds. Hasilnya, bisa  dibilang sukses besar. Meski Firmino tak terlalu sering mencetak gol,  namun Mane dan Salah benar-benar menjadi mesin penghancur yang luar  biasa. Salah bahkan menjadi top skor Liga Inggris selama dua musim  beruntun.
1. Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, Wayne Rooney (Man United)

Saat ini Man United tengah menjadi sorotan. Sebab, mereka kerap   kesulitan mencetak gol jika tidak mendapat hadiah penalti dari wasit.   Padahal, Setan Merah pernah memiliki lini serang terbaik di Eropa kala   Cristiano Ronaldo, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney bekerja bersama.
Pada gelaran Liga Inggris 2007-2008, kombinasi ketiganya berhasil   melesakkan 79 gol. Tak salah jika di musim tersebut Setan Merah berhasil   meraih tahta juara. Bahkan, Man United juga meraih kejayaan di Eropa   dengan menjuarai Liga Champions.
</content:encoded></item></channel></rss>
