<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Tugas Agen Pemain Sepakbola yang Kerap Raup Banyak Uang</title><description>Penjelasan Tugas Agen Pemain Sepakbola.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang"/><item><title>Ini Dia Tugas Agen Pemain Sepakbola yang Kerap Raup Banyak Uang</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang-dV74uVq5wP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Zlatan Ibrahimovic dan Mino Raiola (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/51/2312371/ini-dia-tugas-agen-pemain-sepakbola-yang-kerap-raup-banyak-uang-dV74uVq5wP.jpeg</image><title>Zlatan Ibrahimovic dan Mino Raiola (Foto: Getty Images)</title></images><description>MINO Raiola saat ini dikenal sebagai agen sepakbola yang paling kontroversial di dunia. Bisa dibilang, Raiola bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Di satu sisi, ia dibenci oleh klub-klub. Pada sisi yang lain, banyak pemain bintang yang menjadi kliennya.
Sebelum membicarakan soal Raiola, ada baiknya kita mengenal agen sepakbola itu sendiri. Secara sederhana, agen bisa disebut sebagai perantara atau penguhubung antara pemain dengan pihak klub. Sebab, ia yang akan merepresentasikan pemain dalam urusan kontrak dan hal-hal terkait.
Maka dari itu, agen haruslah orang yang bisa dipercaya oleh pemain. Pasalnya, ia memiliki tugas untuk mengamankan kesepakatan terbaik bagi kliennya. Namun, kesepakatan terbaik yang dimaksud di sini bukanlah sekadar menegosiasikan gaji saja.
Baca juga: Tak Kunjung Tampil Oke, di Mana Posisi Terbaik Pogba Bersama Man United?

Sejatinya banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum seorang pemain meneken kontrak dengan klub. Durasi kontrak, bonus yang disepakati, klausul tebus, hingga nilai transfer merupakan hal-hal yang menjadi bahan pekerjaan seorang agen untuk dinegosiasikan.
Seorang agen juga harus jeli dalam melihat segala situasi. Dalam kasus Gianluigi Donnarumma misalnya, berstatus sebagai salah satu pemain muda paling berakat di dunia, Raiola selalu menolak setiap kali AC Milan mencoba memasukkan klausul tebus yang tinggi terhadap kliennya tersebut.
Sebab, hal itu bisa membuat Donnarumma sulit untuk hengkang ke klub lain. Selain itu, Raiola juga saat ini mendesak Milan untuk memberikan kenaikan gaji menjadi 7 juta euro per tahun untuk Donnarumma, mengingat masa kontrak sang penjaga gawang akan habis pada 30 Juni 2021.

Kondisi ini tentunya membuat AC Milan terjepit. Karena, jika tuntutan  tersebut tidak dipenuhi, Donnarumma akan pergi secara gratis tahun  depan. Maka dari itu, Raiola menjadi sosok yang dibenci oleh klub, namun  dicintai para pemain karena bisa membuat mereka meraih banyak uang.
Karena hal tersebut, hubungan antara pihak klub dengan pemain  terkadang menjadi tidak harmonis. Pada akhirnya, hanya profesionalitas  di atas lapangan yang akan membuktikan apakah pemain tersebut layak  mendapatkan gaji tinggi sebagaimana yang dituntut oleh sang agen.
Selain membahas kontrak dengan klub, agen juga menjadi perantara  pemain dengan para sponsor. Maka dari itu, para pemain yang namanya  mulai naik daun biasanya mengganti agen mereka kepada sosok yang sudah  berpengalaman dan punya jaringan luas.
Sebagaimana diketahui, saat ini pemasukan pesepakbola tidak hanya  berasal dari gajinya di klub saja. Akan tetapi, kerja sama dengan  berbagi merek produk, seperti sepatu, gim konsol, hingga jam tangan juga  bisa menjadi sumber pendapatan pesepakbola.</description><content:encoded>MINO Raiola saat ini dikenal sebagai agen sepakbola yang paling kontroversial di dunia. Bisa dibilang, Raiola bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Di satu sisi, ia dibenci oleh klub-klub. Pada sisi yang lain, banyak pemain bintang yang menjadi kliennya.
Sebelum membicarakan soal Raiola, ada baiknya kita mengenal agen sepakbola itu sendiri. Secara sederhana, agen bisa disebut sebagai perantara atau penguhubung antara pemain dengan pihak klub. Sebab, ia yang akan merepresentasikan pemain dalam urusan kontrak dan hal-hal terkait.
Maka dari itu, agen haruslah orang yang bisa dipercaya oleh pemain. Pasalnya, ia memiliki tugas untuk mengamankan kesepakatan terbaik bagi kliennya. Namun, kesepakatan terbaik yang dimaksud di sini bukanlah sekadar menegosiasikan gaji saja.
Baca juga: Tak Kunjung Tampil Oke, di Mana Posisi Terbaik Pogba Bersama Man United?

Sejatinya banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum seorang pemain meneken kontrak dengan klub. Durasi kontrak, bonus yang disepakati, klausul tebus, hingga nilai transfer merupakan hal-hal yang menjadi bahan pekerjaan seorang agen untuk dinegosiasikan.
Seorang agen juga harus jeli dalam melihat segala situasi. Dalam kasus Gianluigi Donnarumma misalnya, berstatus sebagai salah satu pemain muda paling berakat di dunia, Raiola selalu menolak setiap kali AC Milan mencoba memasukkan klausul tebus yang tinggi terhadap kliennya tersebut.
Sebab, hal itu bisa membuat Donnarumma sulit untuk hengkang ke klub lain. Selain itu, Raiola juga saat ini mendesak Milan untuk memberikan kenaikan gaji menjadi 7 juta euro per tahun untuk Donnarumma, mengingat masa kontrak sang penjaga gawang akan habis pada 30 Juni 2021.

Kondisi ini tentunya membuat AC Milan terjepit. Karena, jika tuntutan  tersebut tidak dipenuhi, Donnarumma akan pergi secara gratis tahun  depan. Maka dari itu, Raiola menjadi sosok yang dibenci oleh klub, namun  dicintai para pemain karena bisa membuat mereka meraih banyak uang.
Karena hal tersebut, hubungan antara pihak klub dengan pemain  terkadang menjadi tidak harmonis. Pada akhirnya, hanya profesionalitas  di atas lapangan yang akan membuktikan apakah pemain tersebut layak  mendapatkan gaji tinggi sebagaimana yang dituntut oleh sang agen.
Selain membahas kontrak dengan klub, agen juga menjadi perantara  pemain dengan para sponsor. Maka dari itu, para pemain yang namanya  mulai naik daun biasanya mengganti agen mereka kepada sosok yang sudah  berpengalaman dan punya jaringan luas.
Sebagaimana diketahui, saat ini pemasukan pesepakbola tidak hanya  berasal dari gajinya di klub saja. Akan tetapi, kerja sama dengan  berbagi merek produk, seperti sepatu, gim konsol, hingga jam tangan juga  bisa menjadi sumber pendapatan pesepakbola.</content:encoded></item></channel></rss>
