<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder</title><description>Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder"/><item><title>Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder-iiPn4YwzYf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Toni Kroos dan Luka Modric (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/51/2312308/perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder-iiPn4YwzYf.jpg</image><title>Toni Kroos dan Luka Modric (Foto: UEFA)</title></images><description>DEWASA ini masih banyak orang yang bingung dengan istilah central midfielder, defensive midfielder, dan box-to-box midfielder dalam sepakbola. Meski sama-sama merujuk pada posisi gelandang (midfielder), namun ketiganya memiliki arti yang berbeda.
Defensive midfielder atau dikenal juga dengan gelandang bertahan merupakan salah satu posisi pemain yang ada di olahraga sepakbola. Pemain di posisi defensive midfielder ini memiliki tugas untuk melindungi lini pertahanan dari serangan lawan.
Bisa dibilang, defensive midfielder adalah pemain pertama yang memutus alur serangan lawan. Defensive midfielder juga orang pertama yang mengalirkan bola dari lini pertahanan. Maka dari itu, defensive midfielder berposisi tepat di depan barisan bek.
Baca juga: Tinggalkan Generasi Lama, Timnas Italia Kini Bangkit Kembali

Umumnya, pemain yang berposisi sebagai defensive midfielder memiliki fisik yang kuat karena mereka dituntut untuk berduel dengan lawan dalam memperebutkan bola dan menjaga wilayah pertahanan tetap steril. Beberapa defensive midfielder top yang ada saat ini adalah N&amp;rsquo;Golo Kante, Casemiro, dan Nemanja Matic.
Berbeda dengan defensif midfielder, central midfielder atau gelandang tengah bermain di posisi yang lebih ke depan. Central midfielder umumnya memiliki tugas sebagai metronome alias pengatur tempo permainan.
Pemain yang berposisi sebagai central midfielder dituntut untuk memiliki kerativitas yang tinggi. Sebab, pemain inilah yang kerap berperan sebagai playmaker, yakni orang yang mengkreasikan serangan untuk bisa mencetak gol.
Mengingat tugasnya yang penting tersebut, seorang midfielder dituntut  untuk memiliki atribut yang lengkap, utamanya operan yang ciamik.  Sejumlah central midfielder yang terkenal adalah Andres Iniesta, Luka  Modric, dan Toni Kroos.
Jika dua istilah sebelumnya, yakni central midfielder dan defensive  midfielder mengacu kepada posisi di lapangan, maka box-to-box midfielder  adalah peran yang dimiliki oleh seorang pemain. Dalam artian, pemain  yang mengemban status sebagai box-to-box midfielder bisa saja siapa pun  yang berposisi sebagai gelandang.

Midfielder box-to-box disematkan kepada mereka yang memiliki  kemampuan bertahan dan penyerangan yang sama baiknya. Dalam artian,  pemain tersebut mampu merebut bola atau memutus serangan lawan dan bisa  juga menjalankan tugas penyerangan, yakni mencetak gol.
Maka dari itu, seorang box-to-box midfielder biasanya memiliki  kemampuan menembak yang baik, karena mereka kerap mencetak gol.  Gelandang jenis ini umumnya dibutuhkan oleh tim yang bermain energik.  Karena, mereka juga punya tugas untuk menekan kreativitas lawan.  Beberapa contoh box-to-box midfielder adalah Paul Pogba, Georginio  Wijnaldum, dan Leon Goretzka.
</description><content:encoded>DEWASA ini masih banyak orang yang bingung dengan istilah central midfielder, defensive midfielder, dan box-to-box midfielder dalam sepakbola. Meski sama-sama merujuk pada posisi gelandang (midfielder), namun ketiganya memiliki arti yang berbeda.
Defensive midfielder atau dikenal juga dengan gelandang bertahan merupakan salah satu posisi pemain yang ada di olahraga sepakbola. Pemain di posisi defensive midfielder ini memiliki tugas untuk melindungi lini pertahanan dari serangan lawan.
Bisa dibilang, defensive midfielder adalah pemain pertama yang memutus alur serangan lawan. Defensive midfielder juga orang pertama yang mengalirkan bola dari lini pertahanan. Maka dari itu, defensive midfielder berposisi tepat di depan barisan bek.
Baca juga: Tinggalkan Generasi Lama, Timnas Italia Kini Bangkit Kembali

Umumnya, pemain yang berposisi sebagai defensive midfielder memiliki fisik yang kuat karena mereka dituntut untuk berduel dengan lawan dalam memperebutkan bola dan menjaga wilayah pertahanan tetap steril. Beberapa defensive midfielder top yang ada saat ini adalah N&amp;rsquo;Golo Kante, Casemiro, dan Nemanja Matic.
Berbeda dengan defensif midfielder, central midfielder atau gelandang tengah bermain di posisi yang lebih ke depan. Central midfielder umumnya memiliki tugas sebagai metronome alias pengatur tempo permainan.
Pemain yang berposisi sebagai central midfielder dituntut untuk memiliki kerativitas yang tinggi. Sebab, pemain inilah yang kerap berperan sebagai playmaker, yakni orang yang mengkreasikan serangan untuk bisa mencetak gol.
Mengingat tugasnya yang penting tersebut, seorang midfielder dituntut  untuk memiliki atribut yang lengkap, utamanya operan yang ciamik.  Sejumlah central midfielder yang terkenal adalah Andres Iniesta, Luka  Modric, dan Toni Kroos.
Jika dua istilah sebelumnya, yakni central midfielder dan defensive  midfielder mengacu kepada posisi di lapangan, maka box-to-box midfielder  adalah peran yang dimiliki oleh seorang pemain. Dalam artian, pemain  yang mengemban status sebagai box-to-box midfielder bisa saja siapa pun  yang berposisi sebagai gelandang.

Midfielder box-to-box disematkan kepada mereka yang memiliki  kemampuan bertahan dan penyerangan yang sama baiknya. Dalam artian,  pemain tersebut mampu merebut bola atau memutus serangan lawan dan bisa  juga menjalankan tugas penyerangan, yakni mencetak gol.
Maka dari itu, seorang box-to-box midfielder biasanya memiliki  kemampuan menembak yang baik, karena mereka kerap mencetak gol.  Gelandang jenis ini umumnya dibutuhkan oleh tim yang bermain energik.  Karena, mereka juga punya tugas untuk menekan kreativitas lawan.  Beberapa contoh box-to-box midfielder adalah Paul Pogba, Georginio  Wijnaldum, dan Leon Goretzka.
</content:encoded></item></channel></rss>
