<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blunder Manajemen Barcelona: Lebih Pilih Dembele ketimbang Mbappe</title><description>Mantan Direktur Barcelona, Javier Bordas, mengungkapkan bahwa Blaugrana sebenarnya memiliki kesempatan untuk merekrut Kylian Mbappe.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe"/><item><title>Blunder Manajemen Barcelona: Lebih Pilih Dembele ketimbang Mbappe</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 06:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe-NYrcmcUbZi.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kylian Mbappe (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/51/2310129/blunder-manajemen-barcelona-lebih-pilih-dembele-ketimbang-mbappe-NYrcmcUbZi.JPG</image><title>Kylian Mbappe (Foto: Reuters)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Mantan Direktur Barcelona, Javier Bordas, mengungkapkan bahwa Blaugrana sebenarnya memiliki kesempatan untuk merekrut Kylian Mbappe di bursa transfer musim panas 2017. Akan tetapi, hal itu tak direalisasikan karena pada akhirnya klub lebih memilih menggaet Ousmane Dembele.
Pada saat itu, Barca sejatinya tengah mencari pengganti lantaran Neymar Jr pergi menuju Paris Saint-Germain (PSG) setelah ditebus dengan mahar 222 juta euro. Adapun dua pemain yang menjadi kandidat pengganti Neymar adalah Mbappe dan Dembele lantaran mereka sedang naik daun di klubnya masing-masing.
Barca berkesempatan memboyong Mbappe karena pihak AS Monaco lebih senang melepas pemain andalan Timnas Prancis itu ke klub luar. Mereka tidak ingin menjual Mbappe ke PSG karena hanya akan memperkuat sang rival di kancah domestik.
Baca juga: Eks Direktur Ungkap Barcelona Membuang Kesempatan Rekrut Haaland dan Courtois

Selain Barca, Real Madrid sebenarnya juga berminat. Akan tetapi, sang ayah tak ingin melepas Mbappe ke Madrid karena ketika itu Los Blancos masih memiliki Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Ia khawatir Mabbpe tak akan mendapat menit bermain yang layak. Sedangkan Barca, baru saja kehilangan Neymar.
Saat itu, Barca bisa mendapatkan Mbappe hanya dengan harga 100 juta euro. Kendati demikian, ide untuk menggaet Mbappe tersebut ditentang oleh Robert Fernandez yang menjabat sebagai sekretaris teknis. Karena menurutnya, Mbappe bermain untuk diri sendiri, sedangkan Dembele untuk tim.
&quot;Ketika kami merekrut Dembele, agen Josep Maria Minguella menelepon saya untuk memberi tahu kami bahwa Mbappe berada dalam jangkauan. Saya berbicara dengan Josep Maria Bartomeu (Presiden Barca saat itu) dan dia menyuruh saya untuk melihatnya,&amp;rdquo; ungkap Bordas kepada Mundo Deportivo, Senin (16/11/2020).
&amp;ldquo;Saya menelepon ayah Mbappe dan dia mengatakan kepada saya bahwa  mereka tidak akan pergi ke Real Madrid karena Cristiano Ronaldo, Karim  Benzema, dan Gareth Bale ada di sana dan sebaliknya dia bisa pergi ke  Barca karena Neymar telah hengkang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Presiden Monaco lebih suka dia bergabung dengan Barcelona agar tidak  memperkuat PSG, rival langsungnya. Dan itu bisa dilakukan dengan harga  100 juta euro. Namun, Robert lebih suka Dembele dan Pep Segura  mendukungnya,&amp;rdquo; jelas Bordas.

&amp;ldquo;Penjelasannya adalah Mbappe bermain untuk dirinya sendiri dan  Dembele bermain untuk tim, dan karena pemain sayap seperti Neymar telah  pergi, Robert lebih memilih pemain sayap daripada finisher,&amp;rdquo; pungkasnya.
Keputusan Barca ini pada akhirnya harus disesali. Karena Dembele  lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang perawatan lantaran sering  mendapat cedera. Di sisi lain, Mbappe semakin bersinar dan menjadi  pemain dengan banderol termahal di dunia saat ini. Ditambah lagi, ketika  itu Barca harus memboyong Dembele dengan harga 130 juta euro.
</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Mantan Direktur Barcelona, Javier Bordas, mengungkapkan bahwa Blaugrana sebenarnya memiliki kesempatan untuk merekrut Kylian Mbappe di bursa transfer musim panas 2017. Akan tetapi, hal itu tak direalisasikan karena pada akhirnya klub lebih memilih menggaet Ousmane Dembele.
Pada saat itu, Barca sejatinya tengah mencari pengganti lantaran Neymar Jr pergi menuju Paris Saint-Germain (PSG) setelah ditebus dengan mahar 222 juta euro. Adapun dua pemain yang menjadi kandidat pengganti Neymar adalah Mbappe dan Dembele lantaran mereka sedang naik daun di klubnya masing-masing.
Barca berkesempatan memboyong Mbappe karena pihak AS Monaco lebih senang melepas pemain andalan Timnas Prancis itu ke klub luar. Mereka tidak ingin menjual Mbappe ke PSG karena hanya akan memperkuat sang rival di kancah domestik.
Baca juga: Eks Direktur Ungkap Barcelona Membuang Kesempatan Rekrut Haaland dan Courtois

Selain Barca, Real Madrid sebenarnya juga berminat. Akan tetapi, sang ayah tak ingin melepas Mbappe ke Madrid karena ketika itu Los Blancos masih memiliki Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Ia khawatir Mabbpe tak akan mendapat menit bermain yang layak. Sedangkan Barca, baru saja kehilangan Neymar.
Saat itu, Barca bisa mendapatkan Mbappe hanya dengan harga 100 juta euro. Kendati demikian, ide untuk menggaet Mbappe tersebut ditentang oleh Robert Fernandez yang menjabat sebagai sekretaris teknis. Karena menurutnya, Mbappe bermain untuk diri sendiri, sedangkan Dembele untuk tim.
&quot;Ketika kami merekrut Dembele, agen Josep Maria Minguella menelepon saya untuk memberi tahu kami bahwa Mbappe berada dalam jangkauan. Saya berbicara dengan Josep Maria Bartomeu (Presiden Barca saat itu) dan dia menyuruh saya untuk melihatnya,&amp;rdquo; ungkap Bordas kepada Mundo Deportivo, Senin (16/11/2020).
&amp;ldquo;Saya menelepon ayah Mbappe dan dia mengatakan kepada saya bahwa  mereka tidak akan pergi ke Real Madrid karena Cristiano Ronaldo, Karim  Benzema, dan Gareth Bale ada di sana dan sebaliknya dia bisa pergi ke  Barca karena Neymar telah hengkang,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Presiden Monaco lebih suka dia bergabung dengan Barcelona agar tidak  memperkuat PSG, rival langsungnya. Dan itu bisa dilakukan dengan harga  100 juta euro. Namun, Robert lebih suka Dembele dan Pep Segura  mendukungnya,&amp;rdquo; jelas Bordas.

&amp;ldquo;Penjelasannya adalah Mbappe bermain untuk dirinya sendiri dan  Dembele bermain untuk tim, dan karena pemain sayap seperti Neymar telah  pergi, Robert lebih memilih pemain sayap daripada finisher,&amp;rdquo; pungkasnya.
Keputusan Barca ini pada akhirnya harus disesali. Karena Dembele  lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang perawatan lantaran sering  mendapat cedera. Di sisi lain, Mbappe semakin bersinar dan menjadi  pemain dengan banderol termahal di dunia saat ini. Ditambah lagi, ketika  itu Barca harus memboyong Dembele dengan harga 130 juta euro.
</content:encoded></item></channel></rss>
