<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bek Milan Ini Klaim Eriksen Tak Cocok dengan Taktik di Inter</title><description>Sejak bergabung dengan Inter Milan pada Januari 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter"/><item><title>Bek Milan Ini Klaim Eriksen Tak Cocok dengan Taktik di Inter</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 01:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter-gf1r6mmH4F.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Christian Eriksen (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/47/2309723/bek-milan-ini-klaim-eriksen-tak-cocok-dengan-taktik-di-inter-gf1r6mmH4F.JPG</image><title>Christian Eriksen (Foto: Reuters)</title></images><description>KOPENHAGEN &amp;ndash; Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. Menurut bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.
Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark. Sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.
Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.
Baca juga: Inter Milan Pernah Sia-siakan Kans Boyong Gabriel Jesus

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.
&amp;ldquo;Kami adalah teman baik dan berbicara setiap minggu. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah,&quot; ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Minggu (15/11/2020).
Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.
Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri  dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini  Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan  kondisi di timnya tersebut.
&amp;ldquo;Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia  melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi  pengaruh,&amp;rdquo; kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

&amp;ldquo;Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain  bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia  tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,&amp;rdquo; sambungnya.
&quot;Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang  sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak  di Inter,&quot; tandas Tacchinardi.
</description><content:encoded>KOPENHAGEN &amp;ndash; Sejak bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim dingin 2020 Christian Eriksen selalu kesulitan untuk mendapatkan menit bermain reguler. Menurut bek AC Milan, Simon Kjaer, hal itu terjadi karena taktik yang diterapkan di Inter tak cocok dengan Eriksen.
Kjaer berani berkata seperti itu lantaran ia sudah sangat mengenal Eriksen. Sebab, mereka berdua telah bermain bersama untuk waktu yang cukup lama di Timnas Denmark. Sehingga, Kjaer dapat memahami karakter permainan Eriksen.
Di bawah asuhan Antonio Conte, Inter sejatinya bermain dengan formasi 3-4-1-2. Dalam skema tersebut, Eriksen sebenarnya bisa ditempatkan di posisi idealnya, yakni sebagai pemain yang berada di belakang striker alias trequartista.
Baca juga: Inter Milan Pernah Sia-siakan Kans Boyong Gabriel Jesus

Kendati demikian, Conte nyatanya lebih memilih untuk menempatkan Nicolo Barella atau Stefano Sensi mengisi pos tersebut ketimbang Eriksen. Itulah mengapa Kjaer menilai bahwa taktik yang diterapkan Conte tidak sesuai dengan karakter bermain Eriksen.
&amp;ldquo;Kami adalah teman baik dan berbicara setiap minggu. Situasinya mengingatkan saya pada apa yang saya hadapi di Atalanta, karena terkadang ide dan metode pelatih sangat cocok untuk Anda, terkadang tidak. Saya tahu dia tidak akan menyerah,&quot; ujar Kjaer, dikutip dari Football Italia, Minggu (15/11/2020).
Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, juga sependapat dengan Kjaer bahwasanya karakter bermain Eriksen tak cocok dengan skema Conte. Meski begitu, ia justru menyalahkan mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut.
Menurutnya, Eriksen harus berusaha lebih keras untuk membiasakan diri  dan menyatu dengan taktik yang diterapkan di Inter. Pasalnya, saat ini  Eriksen membela panji Nerazzurri, sehingga ia harus menyesuaikan dengan  kondisi di timnya tersebut.
&amp;ldquo;Saya tidak bisa setuju dengannya sekarang. Karena ketika dia  melangkah ke lapangan, dia tidak menunjukkan keinginan untuk memberi  pengaruh,&amp;rdquo; kata Tacchinardi kepada Radio TMW.

&amp;ldquo;Eriksen merusak prospeknya sendiri dengan melakukan itu. Dia bermain  bagus di Tottenham karena dia memiliki pemain sayap cepat ini, tapi dia  tidak cocok dengan 3-5-2 Conte,&amp;rdquo; sambungnya.
&quot;Jika dia pergi ke Milan atau Napoli, yang memiliki ide taktis yang  sama, maka secara teori dia bisa melakukannya dengan baik, tetapi tidak  di Inter,&quot; tandas Tacchinardi.
</content:encoded></item></channel></rss>
