<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihuni Sederet Pemain Bintang, Timnas Amerika Serikat Unjuk Gigi di Piala Dunia?</title><description>Timnas Amerika Serikat kini dihuni para pemain bertalenta.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia"/><item><title>Dihuni Sederet Pemain Bintang, Timnas Amerika Serikat Unjuk Gigi di Piala Dunia?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia-Xk6vC6XqHT.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sergino Dest (Foto: Laman Resmi Barcelona)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/51/2308493/dihuni-sederet-pemain-bintang-timnas-amerika-serikat-unjuk-gigi-di-piala-dunia-Xk6vC6XqHT.JPG</image><title>Sergino Dest (Foto: Laman Resmi Barcelona)</title></images><description>LOS ANGELES &amp;ndash; Dalam dua dekade terakhir Amerika Serikat tengah berupaya keras memajukan sepakbola mereka. Olahraga yang pada awalnya kurang populer di Negeri Paman Sam itu pun lambat laun mulai berkembang dan kini digandrungi oleh masyarakat di sana.
Sebagai hasilnya, talenta-talenta muda yang menjanjikan pun mulai bermunculan. Dahulu, Amerika mungkin hanya memiliki London Donovan sebagai pesepakbola yang paling mentereng perjalanan kariernya. Akan tetapi, kini Amerika justru dipenuhi oleh banyak pemain muda berbakat.
Para pemain muda Amerika kini bahkan telah diakui oleh dunia. Sebagai buktinya, mereka mendapat kepercayaan untuk bergabung dengan klub-klub elite Eropa. Beruntungnya, para pemain ini tersebar di berbagai posisi.
Baca juga: Sering Dicadangkan di Man United, Van de Beek: Saya Orang yang Sabar

Untuk pos penyerangan misalnya, terdapat nama Christian Pulisic yang saat ini membela Chelsea. Pada Januari 2019, Pulisic yang masih berusia 20 tahun ditebus Chelsea seharga 64 juta euro. Itu seolah menjadi tanda bahwa Pulisic merupakan talenta yang patut diperhitungkan.
Sebagai seorang winger, Pulisic memiliki kecepatan, kemampuan mengoper yang bagus, serta insting mencetak gol. Bisa dibilang, Pulisic adalah pemain yang mampu menjadi pembeda di saat-saat genting. Ia kini bahkan mendapat kepercayaan untuk mengenakan nomor punggung 10 di Chelsea.
Di posisi gelandang, terdapat Weston McKennie yang pada bursa transfer musim panas 2020 diboyong oleh Juventus. Meski McKennie pemain baru di kubu Bianconeri, namun ia sudah mendapat kepercayaan dari pelatih Andrea Pirlo untuk menjadi starter di banyak pertandingan.
Sementara itu, di lini pertahanan terdapat Sergino Dest yang baru saja diangkut Barcelona. Dest sebenarnya baru satu musim membela tim utama Ajax Amsterdam, yakni pada 2019-2020. Akan tetapi, performanya di posisi bek kanan langsung membuat Blaugrana jatuh hati dan lekas meminangya.
Selain ketiga nama tersebut, Amerika juga masih memiliki banyak  talenta hebat lainnya. Mereka adalah Giovanni Reyna (Borussia Dortmund),  Timothy Weah (Lille), Tyler Adams (RB Leipzig), Yunus Musah (Valencia),  Chris Richards (Bayern Munich), serta Richard Ledezma (PSV).
Setelah gagal tampil di Piala Dunia 2018, Amerika kini benar-benar  berbenah mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Dengan munculnya  nama-nama hebat tersebut, bukan tak mungkin Amerika bakal membuat  kejutan di Piala Dunia 2022.

Apalagi, ketika turnamen tersebut dihelat, para pemain muda ini sudah  semakin matang dengan pengalaman dan jam terbang yang mereka dapatkan  selama berkompetisi di Eropa. Ini tentunya juga bakal mengangkat mental  bertanding para pemain di level internasional.
Meski begitu, puncak dari generasi emas Timnas Amerika Serikat  mungkin baru dapat disaksikan dalam gelaran Piala Dunia 2026. Apalagi,  Amerika sendiri yang akan menjadi tuan rumah gelaran tersebut bersama  dengan Meksiko dan Kanada.
</description><content:encoded>LOS ANGELES &amp;ndash; Dalam dua dekade terakhir Amerika Serikat tengah berupaya keras memajukan sepakbola mereka. Olahraga yang pada awalnya kurang populer di Negeri Paman Sam itu pun lambat laun mulai berkembang dan kini digandrungi oleh masyarakat di sana.
Sebagai hasilnya, talenta-talenta muda yang menjanjikan pun mulai bermunculan. Dahulu, Amerika mungkin hanya memiliki London Donovan sebagai pesepakbola yang paling mentereng perjalanan kariernya. Akan tetapi, kini Amerika justru dipenuhi oleh banyak pemain muda berbakat.
Para pemain muda Amerika kini bahkan telah diakui oleh dunia. Sebagai buktinya, mereka mendapat kepercayaan untuk bergabung dengan klub-klub elite Eropa. Beruntungnya, para pemain ini tersebar di berbagai posisi.
Baca juga: Sering Dicadangkan di Man United, Van de Beek: Saya Orang yang Sabar

Untuk pos penyerangan misalnya, terdapat nama Christian Pulisic yang saat ini membela Chelsea. Pada Januari 2019, Pulisic yang masih berusia 20 tahun ditebus Chelsea seharga 64 juta euro. Itu seolah menjadi tanda bahwa Pulisic merupakan talenta yang patut diperhitungkan.
Sebagai seorang winger, Pulisic memiliki kecepatan, kemampuan mengoper yang bagus, serta insting mencetak gol. Bisa dibilang, Pulisic adalah pemain yang mampu menjadi pembeda di saat-saat genting. Ia kini bahkan mendapat kepercayaan untuk mengenakan nomor punggung 10 di Chelsea.
Di posisi gelandang, terdapat Weston McKennie yang pada bursa transfer musim panas 2020 diboyong oleh Juventus. Meski McKennie pemain baru di kubu Bianconeri, namun ia sudah mendapat kepercayaan dari pelatih Andrea Pirlo untuk menjadi starter di banyak pertandingan.
Sementara itu, di lini pertahanan terdapat Sergino Dest yang baru saja diangkut Barcelona. Dest sebenarnya baru satu musim membela tim utama Ajax Amsterdam, yakni pada 2019-2020. Akan tetapi, performanya di posisi bek kanan langsung membuat Blaugrana jatuh hati dan lekas meminangya.
Selain ketiga nama tersebut, Amerika juga masih memiliki banyak  talenta hebat lainnya. Mereka adalah Giovanni Reyna (Borussia Dortmund),  Timothy Weah (Lille), Tyler Adams (RB Leipzig), Yunus Musah (Valencia),  Chris Richards (Bayern Munich), serta Richard Ledezma (PSV).
Setelah gagal tampil di Piala Dunia 2018, Amerika kini benar-benar  berbenah mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Dengan munculnya  nama-nama hebat tersebut, bukan tak mungkin Amerika bakal membuat  kejutan di Piala Dunia 2022.

Apalagi, ketika turnamen tersebut dihelat, para pemain muda ini sudah  semakin matang dengan pengalaman dan jam terbang yang mereka dapatkan  selama berkompetisi di Eropa. Ini tentunya juga bakal mengangkat mental  bertanding para pemain di level internasional.
Meski begitu, puncak dari generasi emas Timnas Amerika Serikat  mungkin baru dapat disaksikan dalam gelaran Piala Dunia 2026. Apalagi,  Amerika sendiri yang akan menjadi tuan rumah gelaran tersebut bersama  dengan Meksiko dan Kanada.
</content:encoded></item></channel></rss>
