<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Janji Indra Sjafri, Titipkan Pemain Timnas Indonesia ke Sejumlah Klub Eropa</title><description>Nantinya, sejumlah pemain Timnas Indonesia akan dititipkan PSSI ke sejumlah klub Eropa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa"/><item><title>Janji Indra Sjafri, Titipkan Pemain Timnas Indonesia ke Sejumlah Klub Eropa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa-AOvPKlAFe1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indra Sjafri (tengah) saat memimpin Timnas Indonesia U-22. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/51/2307821/janji-indra-sjafri-titipkan-pemain-timnas-indonesia-ke-sejumlah-klub-eropa-AOvPKlAFe1.jpg</image><title>Indra Sjafri (tengah) saat memimpin Timnas Indonesia U-22. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, memiliki sejumlah terobosan untuk memajukan prestasi sepakbola Tanah Air. Salah satunya dengan menitipkan sejumlah pemain tim nasional Indonesia kelompok umur ke berbagai klub luar negeri, khususnya Eropa.
Nantinya masing-masing satu pemain akan dititipkan di satu klub Eropa. Harapannya dengan begitu, si pemain menjadi mandiri dan memahami betul gaya sepakbola Eropa.

(Egy Maulana Vikri saat ini bela Lechia Gdansk)
Indra Sjafri menjadikan mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia U-19 dan U-22, Egy Maulana Vikri sebagai contoh. Sejak pertengahan 2018, Egy Maulana Vikri berguru di klub kasta tertinggi Liga Polandia, Lechia Gdansk.
Di sana, Egy Maulana Vikri tidak hanya dituntut meningkatkan skill olah bolanya, namun juga wajib bisa berbahasa Inggris. Terbukti di SEA Games 2019, Egy Maulana Vikri yang baru berusia 19 tahun sudah menjadi winger andalan Timnas Indonesia U-22.
&amp;ldquo;Kami tidak lagi mengirim satu tim ke luar negeri, tapi menitipkan satu atau dua pemain di setiap klub yang ada di luar negeri,&amp;rdquo; kata Indra Sjafri saat berbicara di webinar Kemenpora beberapa hari lalu.
BACA JUGA: Timnas Indonesia U-19 TC di Belanda atau Korea? Ini Jawaban PSSI
&amp;ldquo;Kalau ramai-ramai (satu tim) maka mereka akan komunikasi dengan bahasa Indonesia, mungkin kadang-kadang makan-makanan Indonesia juga. Tapi kalau sendiri, mereka akan dipaksa untuk bisa belajar gaya hidup sepak bola Eropa,&amp;rdquo; lanjut pelatih yang membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF U-22 2019 tersebut.Jika pola di atas bisa diterapkan, Indra Sjafri menilai Timnas Indonesia tak perlu lagi menerapkan pemusatan latihan jangka panjang seperti yang dilakukan selama ini. Sebab dengan berkarier di Eropa, mentalitas dan pemahaman sepakbola para pemain Timnas Indonesia kelompok umur akan seragam.

&amp;ldquo;Kalau ada 10 sampai 20 anak main di Eropa saya yakin membangun tim sepakbola tidak perlu berbulan-bulan,&amp;rdquo; lanjut Indra Sjafri.
Saat ini ada sejumlah pemain nasional yang berkarier di luar negeri, sebut saja Yanto Basna yang membela klub asal Thailand, PT Prachuap, Witan Sulaeman (Radnik Surdulica &amp;ndash;Serbia) dan Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk &amp;ndash; Polandia).
Sejumlah pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia U-19 juga membela klub-klub Eropa. Sebut saja Elkan Baggott (Ipswich Town &amp;ndash; Inggris) serta duo Bonner SC (Jerman), yakni Kelana dan Luah Mahessa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, memiliki sejumlah terobosan untuk memajukan prestasi sepakbola Tanah Air. Salah satunya dengan menitipkan sejumlah pemain tim nasional Indonesia kelompok umur ke berbagai klub luar negeri, khususnya Eropa.
Nantinya masing-masing satu pemain akan dititipkan di satu klub Eropa. Harapannya dengan begitu, si pemain menjadi mandiri dan memahami betul gaya sepakbola Eropa.

(Egy Maulana Vikri saat ini bela Lechia Gdansk)
Indra Sjafri menjadikan mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia U-19 dan U-22, Egy Maulana Vikri sebagai contoh. Sejak pertengahan 2018, Egy Maulana Vikri berguru di klub kasta tertinggi Liga Polandia, Lechia Gdansk.
Di sana, Egy Maulana Vikri tidak hanya dituntut meningkatkan skill olah bolanya, namun juga wajib bisa berbahasa Inggris. Terbukti di SEA Games 2019, Egy Maulana Vikri yang baru berusia 19 tahun sudah menjadi winger andalan Timnas Indonesia U-22.
&amp;ldquo;Kami tidak lagi mengirim satu tim ke luar negeri, tapi menitipkan satu atau dua pemain di setiap klub yang ada di luar negeri,&amp;rdquo; kata Indra Sjafri saat berbicara di webinar Kemenpora beberapa hari lalu.
BACA JUGA: Timnas Indonesia U-19 TC di Belanda atau Korea? Ini Jawaban PSSI
&amp;ldquo;Kalau ramai-ramai (satu tim) maka mereka akan komunikasi dengan bahasa Indonesia, mungkin kadang-kadang makan-makanan Indonesia juga. Tapi kalau sendiri, mereka akan dipaksa untuk bisa belajar gaya hidup sepak bola Eropa,&amp;rdquo; lanjut pelatih yang membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF U-22 2019 tersebut.Jika pola di atas bisa diterapkan, Indra Sjafri menilai Timnas Indonesia tak perlu lagi menerapkan pemusatan latihan jangka panjang seperti yang dilakukan selama ini. Sebab dengan berkarier di Eropa, mentalitas dan pemahaman sepakbola para pemain Timnas Indonesia kelompok umur akan seragam.

&amp;ldquo;Kalau ada 10 sampai 20 anak main di Eropa saya yakin membangun tim sepakbola tidak perlu berbulan-bulan,&amp;rdquo; lanjut Indra Sjafri.
Saat ini ada sejumlah pemain nasional yang berkarier di luar negeri, sebut saja Yanto Basna yang membela klub asal Thailand, PT Prachuap, Witan Sulaeman (Radnik Surdulica &amp;ndash;Serbia) dan Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk &amp;ndash; Polandia).
Sejumlah pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia U-19 juga membela klub-klub Eropa. Sebut saja Elkan Baggott (Ipswich Town &amp;ndash; Inggris) serta duo Bonner SC (Jerman), yakni Kelana dan Luah Mahessa.</content:encoded></item></channel></rss>
